Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiMatius 1:6 Tafsiran ayat Alkitab
Matius 1:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Dan Isai memperanakkan Baginda Daud. Maka Daud dengan bekas isteri Uria memperanakkan Sulaiman;
Matius 1:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Matius 1:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Samuel 17:12 (IDN) »
Bermula, adapun Daud itu ialah anak seorang Eferati dari Betlehem-Yehuda, bernama Isai, yang padanya adalah delapan orang anaknya laki-laki, maka pada masa Saul ialah seorang orang tua yang terlampau banyak umurnya.

2 Samuel 12:24 (IDN) »
Setelah itu maka dihiburkan Daud akan Batsyeba, isterinya, maka bagindapun masuk mendapatkan dia dan bersetubuh dengan dia, kemudian diperanakkannya laki-laki seorang, yang dinamainya Sulaiman, maka Tuhanpun mengasihi akan dia.

1 Samuel 16:1 (IDN) »
Sebermula, maka berfirmanlah Tuhan kepada Semuel demikian: Berapa lamakah engkau bercintakan Saul, yang sudah Kubuang juga, supaya jangan lagi ia raja atas orang Israel? Isilah olehmu akan tandukmu dengan minyak yang harum, lalu pergilah, maka Aku hendak menyuruhkan dikau kepada Isai, orang Betlehem itu, karena Aku sudah melihat di antara segala anaknya laki-laki akan seorang raja bagi-Ku.
Matius 1:6 — Makna dan Konteksnya
Gumulan pada bagian ini adalah penelusuran garis keturunan yang menegaskan ramalan dan rangkaian historis yang melalui Yusuf dan Maria membuahkan makna Mesias. Ayat ini menekankan bahwa Daud adalah bagian penting dalam garis keturunan Yesus, sekalipun ayahnya secara biologis adalah istri Uria yang tidak lagi hidup dalam hubungan suami-istri. Hal ini menegaskan bahwa Daud tetap menjadi nenek moyang Raja-raja Israel dan menegaskan integritas rencana Allah dalam mengangkat Kristus melalui suatu karya keselamatan yang melampaui hambatan manusiawi.
Konteks literatur
Dalam Injil Matius, daftar silsilah dipakai untuk menunjukkan validitas identitas Yesus sebagai Mesias yang dijanjikan kepada Abraham dan Daud. Gelar “Baginda Daud” menandakan kedudukan raja sekaligus gambaran akan kerajaan yang kekal. Frasa “Maka Daud dengan bekas isteri Uria memperanakkan Sulaiman” merujuk pada penyelesaian skandal pernikahan Daud dengan Batsyeba dan kelahiran Salomo; peristiwa ini dipakai untuk menunjukkan bahwa garis keturunan krisis Allah tetap berlanjut melalui pemulihan, bukan melalui kemurnian manusia semata. Ini menekankan tema pengampunan, pemulihan, dan kehendak Allah yang bekerja melalui kelemahan manusia.
Makna teologis
Ayat ini menegaskan bahwa tidak ada garis keluarga yang terlalu tercemar bagi rencana keselamatan Allah. Daud tetap menjadi leluhur Mesias meski ada pelanggaran serius; Allah menyatakan rendah hati dalam mempersiapkan rencana-Nya melalui realitas manusia. Dalam konteks Yehuda dan raja-raja, tidak ada jaminan kepolosan moral manusia yang menentukan pilihan Allah, melainkan kedaulatan-Nya yang memperlakukan sejarah untuk tujuan-Nya. Hal ini mengarahkan pembaca kepada pengharapan bahwa keselamatan datang melalui karya Allah yang mengubah dan memberdayakan manusia, tidak melalui kepatuhan tanpa cacat saja.
Kaitan dengan bagian lain
- Rincian silsilah Mat. 1 menegaskan kedaulatan Allah dalam memilih garis keluarga yang membawa kedatangan Sang Mesias.
- Kisah Batsyeba dan Daud di 2 Samuel menampilkan bagaimana Tuhan bekerja dalam realitas manusia untuk memenuhi janji-Nya kepada Daud tentang kerajaan yang tidak akan berakhir.
- Janji kepada Abraham dilihat melalui jalur keturunan yang membawa berkat ke seluruh bangsa; Yesus diakui sebagai keturunan yang memenuhi janji itu.
Pertanyaan penyegaran
Penutup ringkas
Ayat ini menegaskan bahwa garis keturunan Mesias berlanjut melalui Daud, meskipun ada peristiwa manusiawi yang kelam dalam sejarah keluarganya. Allah berkuasa mengubah noda menjadi bagian dari tujuan-Nya. Dalam konteks Matius, fokusnya bukan pada kesempurnaan manusia, melainkan pada kesetiaan Allah untuk menyatakan rencana-Nya melalui kedatangan Kristus, Raja yang dijanjikan dan Penggenap janji Abraham dan Daud.
Rujukan silang yang relevan
- Kejadian 12:3; Janji kepada Abraham tentang berkat bagi semua bangsa. Penuntunannya menuju pemenuhan dalam Kristus.
- 2 Samuel 7:12-16; janji Allah kepada Daud tentang kerajaan yang tidak akan berakhir, yang diangkat dalam keturunan Kristus.
- Mik 5:2; nubuat tentang kelahiran seorang yang lahir di Betlehem yang menjadi gembala bagi umat-Nya.
Penekanan kunci: rencana Allah melampaui kekurangan manusia; penyelamatan berjalan melalui garis keturunan yang dipakai-Nya untuk membawa Mesias ke dunia.
“Daud dengan bekas isteri Uria memperanakkan Sulaiman.” (kutipan ringkas dari teks alkitab, tidak menyalin teks penuh.)