Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiMatius 1:22 Tafsiran ayat Alkitab
Matius 1:22 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka sekaliannya itu berlaku, supaya sampailah barang yang difirmankan oleh Tuhan dengan lidah nabi, bunyinya:
Matius 1:22 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Matius 1:22 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Lukas 24:44 (IDN) »
Maka bersabdalah Ia kepada mereka itu, "Inilah perkataan-Ku yang sudah Kukatakan kepadamu, tatkala Aku lagi bersama-sama dengan kamu: Bahwa tak dapat tiada akan disampaikan hal-Ku di dalam Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan Zabur itu."

Matius 2:23 (IDN) »
kemudian tibalah ia serta diam di dalam sebuah negeri yang bernama Nazaret, supaya sampailah sabda segala nabi, bahwa Yesus akan bergelar Nazari.

1 Raja-raja 8:15 (IDN) »
Maka kata baginda: Segala puji bagi Tuhan, Allah orang Israel, yang telah berfirman dengan lidah-Nya kepada ayahku Daud dan yang sudah menyampaikan dia dengan tangan-Nya sekarang ini, firman-Nya:
Matius 1:22 — Makna dan Pelajaran Iman
Setting segera pasca kelahiran Yesus: Ayat ini menempatkan peristiwa peristiwa penting dalam rangkaian nubuat yang digenapkan melalui kelahiran Kristus. Yakobus menuliskan bahwa semua ini terjadi agar apa yang difirmankan Tuhan melalui nabi-nabi mendapat realisasi penuh di dalam kelahiran dan kehidupan Yesus. Ayat ini menegaskan bahwa peristiwa ilahi bukan kebetulan, melainkan tujuan Allah yang telah dinubuatkan sebelumnya.
Apa yang diungkapkan ayat ini tentang Allah dan iman
Ayat ini menekankan sifat ketetapan Allah dan kesetiaan-Nya terhadap janji. Allah berfirman melalui nabi, dan firman-Nya berkaitan dengan penggenapan dalam sejarah manusia. Ini mengingatkan kita bahwa iman bukan sekadar respons pribadi terhadap ajaran, melainkan respons terhadap tindakan Allah yang bekerja dalam rupa sejarah manusia dan waktu-Nya.
Kata-kata dan gambaran penting yang perlu dipahami
Referensi sejalan dalam Alkitab
Beberapa rujukan yang membantu memahami makna nubuat yang digenapkan:
Jembatan antara masa lalu dan kehidupan kita saat ini
Nubuat yang digenapkan mengingatkan kita bahwa Allah memegang kendali atas sejarah. Dalam hidup kita hari ini, iman menuntun kita mempercayai bahwa peristiwa besar kemenangan-Nya masih relevan dalam setiap detail hidup kita—bahkan di masa yang kelihatannya sepele. Itu menuntun kita untuk sabar, taat, dan berharap pada rencana-Nya yang lebih besar.
Cross-reference singkat dan makna praktisnya
Kita melihat bahwa:
Ringkasan aplikatif
Ayat ini mengajak kita mempercayai bahwa Allah tidak pernah mengaburkan nubuat-Nya. Dalam peristiwa kelahiran Yesus,-Nya kita melihat bukti nyata bahwa Allah menepati janji-Nya. Respons iman kita adalah mengikuti teladan ketetapan-Nya: hidup dalam pengharapan, taat, dan bersukacita karena firma-Nya yang digenapkan menggerakkan keselamatan bagi umat-Nya.
Cuplikan pendapat para komentator terkenal (ringkas):
“Kedatangan Kristus adalah penggenapan janji-janji yang telah dinyatakan dalam nubuat-Nubuat. Allah menyatakan diri-Nya dengan cara yang nyata dan dapat dipahami umat-Nya.” — ringkasan dari pandangan Adam Clarke.
“Nubuat Allah meneguhkan kepercayaan kita bahwa seni-Nya mengatur sejarah untuk memunculkan Mesias, sehingga iman kita berdiri di atas firman-Nya.” — ringkasan dari pandangan Albert Barnes.
“Firman Tuhan turun di tengah sejarah manusia, dan itu membentuk kita untuk hidup dengan harapan.” — ringkasan dari pandangan Matthew Henry.