Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiMatius 1:14 Tafsiran ayat Alkitab
Matius 1:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
maka Azur memperanakkan Saduk; dan Saduk memperanakkan Akhim; dan Akhim memperanakkan Elihud;
Matius 1:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Matius 1:14 Referensi silang ayat
Belum ada gambar referensi silang yang tersedia untuk bagian Alkitab ini.
Matius 1:14 (IDN) — Pentingnya Jejak Leluhur dalam Silsilah Kristus
Ayat ini menggerakkan kita untuk melihat bagaimana garis keturunan Nabi Kristus berkelindan melalui generasi-generasi manusia biasa. Meskipun sering dilihat sebagai bagian counts-oleh‑rilis silsilah, ayat ini menegaskan bahwa keselamatan Allah bekerja melalui rangkaian leluhur yang bisa jadi tidak sempurna. Pembacaan kita diajak memahami bahwa Kristus datang di dalam sejarah nyata umat-Nya, bukan sebagai kemurnian teoretis semata.
konteks asli
Dalam konteks Matius pasal 1, penekanan ada pada silsilah yang menghubungkan Yesus dengan Daud dan Abraham—hanya sebagian besar bagian di belakangnya memaparkan garis keturunan secara berurutan. Ayat 14 menjejaki garis keturunan lebih jauh lagi: Azur memperanakkan Saduk; Saduk memperanakkan Akhim; Akhim memperanakkan Elihud. Baris ini menunjukkan bahwa kelahiran Yesus berpangkal pada rangkaian leluhur yang kompleks, yang kadang-kadang disorot karena nama-nama yang tidak lazim atau karena hubungan pernikahan yang rumit.
pesan utama
Inti pesan ayat ini adalah realisme sejarah: Kristus lahir sebagai bagian dari umat manusia, dengan latar belakang keluarga yang beragam. Allah bekerja melalui manusia biasa, dengan segala kekurangan dan dinamika keluarga mereka. Silsilah ini juga menegaskan pewarisan janji ilahi melalui garis keturunan tertentu, yang dipandang sebagai bagian dari rencana keselamatan yang lebih besar.
tema-tema alkitabiah terkait
cross-references yang relevan
Beberapa rujukan yang relevan untuk memahami kedalaman silsilah ini:
refleksi penutup
Ketika kita membaca daftar nama dalam silsilah, kita diingatkan bahwa Kristus hadir di tengah sejarah manusia yang nyata, lengkap dengan kegagalan, perjuangan, dan warisan janji Allah. Setiap generasi menyiapkan jalan bagi kedatangan-Nya, dan kita dipanggil untuk percaya bahwa Allah mampu memakai setiap bagian hidup kita untuk tujuan-Nya. Dalam iman kita, mari kita melihat bahwa kita juga menjadi bagian dari narasi keselamatan yang berkelanjutan, bukan sebagai entitas terpisah, melainkan sebagai bagian dari tubuh Kristus yang hidup.
Catatan singkat dari penafsir terkenal: Matthew Henry menekankan bahwa setiap nama dalam silsilah mengingatkan kita akan kedaulatan Allah yang membentuk sejarah keselamatan; Albert Barnes menyoroti bagaimana kronologi menunjukkan bahwa Tuhan bekerja melalui manusia biasa; Adam Clarke menambahkan bahwa silsilah menunjukkan kesetiaan Allah dalam menjaga garis keturunan Mesias meski ada variasi dan ujian di sepanjang jalannya. Poin-poin ini merangkum bagaimana kita melihat ayat ini bukan sekadar uraian genealogis, melainkan pintu gerbang untuk merenungkan keterlibatan Allah dalam sejarah manusia.