Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiMatius 1:12 Tafsiran ayat Alkitab
Matius 1:12 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Kemudian dari pada masa dibuang ke Babil itu, maka Yekhonya pun memperanakkan Syaaltiel; dan Syaaltiel memperanakkan Zarubabil;
Matius 1:12 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Matius 1:12 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ezra 3:2 (IDN) »
Maka bangkitlah Yesua bin Yozadak serta dengan segala saudaranya, yaitu segala imam, dan Zerubabil bin Sealtiel serta dengan segala saudaranya, lalu diperbuatnya mezbah Allah orang Israel, hendak mempersembahkan korban bakaran di atasnya, seperti tersurat di dalam taurat Musa, aziz Allah.


Matius 1:12 (IDN)
Segera setelah masa pembuangan ke Babil, Yekhonya lalu memperanakkan Syaaltiel; Syaaltiel memperanakkan Zarubabil.
Setting konteks segera
Ayat ini berada dalam daftar garis keturunan Kristus setelah masa pembuangan ke Babil. Penekanan pada garis dinasti Yehuda menunjukkan bagaimana rencana Allah melanjutkan melalui orang-orang yang membawa serta sejarah bangsa Israel, termasuk masa kehancuran dan pemulihan. Ini bukan sekadar catatan silsilah, melainkan penegasan bahwa umat Allah tetap terhubung dengan janji-Nya meski melalui masa-masa yang sulit.
Yang kitab tunjukkan tentang Allah dan iman
Gagasan utama adalah pemeliharaan ilahi. Meski umat-Nya mengalami pembuangan, Allah tidak memutuskan rencana-Nya. Keturunan ini menegaskan bahwa bagian dari karya Allah adalah memelihara garis keturunan yang akan membawa Mesias. Kepercayaan iman di sini bersandar pada janji Allah yang setia, bahwa Dia mengatur sejarah untuk kemuliaan-Nya dan keselamatan umat-Nya.
Istilah dan gambaran penting
Beberapa kata kunci yang penting: “masa dibuang ke Babil” menandakan masa pembersihan dan pemulihan; “memperanakkan” menunjukkan kesinambungan keluarga; “zarubabil” adalah tokoh penting dalam pemulihan Yerusalem pasca-pembuangan. Garis keturunan ini menekankan bahwa setiap generasi memiliki bagian dalam rencana Allah, meski tampak sekadar catatan manusia.
Rujukan terkait dalam Alkitab
Penjelasan singkat: Silsilah ini berfungsi sebagai pewahyuan kemahakuasaan Allah yang mempertahankan janji-Nya melalui generasi, bukan lewat kemurnian manusia semata. Daya tariknya adalah kesetiaan Allah di tengah krisis identitas bangsa.
Aplikasi bagi kehidupan kini
Dalam masa-masa sulit atau ketidakpastian, kita diajak melihat bahwa Allah tetap bekerja di balik peristiwa sejarah. Ketekunan iman, ketaatan generasi sebelumnya, dan ketetapan Allah membentuk landasan kita menapak ke depan. Percayalah bahwa Allah menjadikan momen kelihatan biasa—seperti silsilah keluarga—menjadi bagian dari rencana besar-Nya untuk kemuliaan dan penyelamatan.
Kutipan ahli (ringkas, tanpa kutipan panjang)
Para komentator Perjanjian Lama sering menekankan bahwa garis keturunan dalam Mat. 1 menunjukkan pemeliharaan ilahi atas janji Mesias. Pada titik ini, tafsiran menyatakan bahwa masa pembuangan tidak memutus rencana keselamatan, melainkan mempersiapkan konteks historis bagi kelahiran Kristus.
Inti pesan dan laman lintas
Inti ayat ini ialah Allah yang setia menjaga janji-Nya, menata keturunan agar menghasilkan alur sejarah yang membawa Kristus. Lintasan lintas referensi membantu memahami pemulihan identitas Israel serta penegasan bahwa Mesias berakar pada garis Abraham-Isaac-Jacob.