Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiMatius 1:20 Tafsiran ayat Alkitab
Matius 1:20 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tetapi sedang ia berpikir demikian, kelihatanlah padanya di dalam mimpi seorang malaekat Tuhan, yang berkata, "Hai Yusuf, anak Daud, janganlah engkau kuatir menerima Maryam itu menjadi isterimu, karena kandungannya itu terbitnya daripada Rohulkudus.
Matius 1:20 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Matius 1:20 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Matius 1:18 (IDN) »
Adapun kelahiran Yesus Kristus demikian halnya: Tatkala Maryam, yaitu ibunya, bertunangan dengan Yusuf, sebelum keduanya bersetubuh, maka nyatalah Maryam itu hamil daripada Rohulkudus.

Lukas 1:19 (IDN) »
Maka malaekat itu menjawab, serta berkata kepadanya, "Aku inilah Jibrail, yang berdiri di hadapan Allah, dan Aku disuruhkan mengatakan kepadamu, serta menyampaikan kabar kesukaan ini.

Amsal 3:5 (IDN) »
Haraplah pada Tuhan dengan segenap hatimu, dan jangan engkau bersandar kepada akalmu.
Matius 1:20 (IDN) – Peneguhan Allah dalam Mimpi
Ayat ini mengikuti narasi Yusuf yang sedang mempertimbangkan opsi-opsi ketika mengetahui Maryam hamil. Dalam keadaan yang membingungkan, Tuhan menyapa melalui seorang malaikat dalam mimpi dan menegaskan panggilan Yusuf serta asal kandungan Mary. Ayat ini menegaskan bahwa rencana Allah berjalan di luar logika manusia, namun dapat dipahami secara iman ketika Allah membuka jalannya.
Tinjauan singkat bagian pasal
Matius 1 menggambarkan kelahiran Yesus sebagai bagian dari rencana keselamatan Allah. Yusuf dipilih sebagai pelindung keluarga-Nya. Ketika ia berpikir untuk menceraikan Maryam dengan diam-diam, Allah masuk secara ilahi melalui mimpi, menegaskan bahwa kejadian kandungan Maryam adalah karya Roh Kudus dan Yusuf dipanggil untuk menjadi ayah dalam konteksnya sebagai keturunan Daud.
Pemahaman utama ayat
Ayat ini menekankan tiga hal penting:
Analogi dari "mimpi" dan respons iman
Dalam tradisi Alkitab, mimpi sering menjadi cara Allah berkomunikasi dengan manusia. Yusuf tidak menolak atau meragukan tanpa alasan; ia menimbang dengan nurani dan ketaatan. Responsnya dalam ayat ini adalah ketaatan segera setelah menerima wahyu, suatu pola yang juga terlihat pada kepercayaan Abraham ketika Tuhan memerintahkan tindakan yang tampak tidak masuk akal bagi logika manusia.
Perbandingan dengan teks lain
Beberapa bagian Alkitab menegaskan konsep kehamilan ilahi dan pemuliaan respons iman. Contohnya:
Pelajaran rohani utama
Ayat ini mengajarkan bahwa ketaatan berawal dari kepercayaan kepada Allah yang bekerja di luar cara manusia. Ketakutan manusia bisa ditebus melalui wahyu ilahi, yang memampukan kita menjalani tugas hidup sesuai panggilan-Nya meski jalannya tidak selalu sejalan dengan akal sehat kita.
Pengaplikasian praktis
Untuk pembaca masa kini, nasihat Yusuf mengundang kita untuk:
Kaitan silang (cross-references)
Catatan kutipan langsung dari tokoh teologi publik domain (jika ada): Dalam literatur klasik, karya Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke sering menggarisbawahi tema ketaatan Yusuf serta karya Roh Kudus dalam kelahiran Yesus. Contoh pendek yang relevan: “begitu ada firman-Nya, Yusuf segera bertindak dengan taat,” meskipun kutipan spesifik exact phrasing tidak disertakan di sini karena ringkasannya.
Ringkasan singkat
Ayat ini menegaskan bahwa tujuan Allah mengarahkan keselamatan manusia berlangsung melalui rencana ilahi yang melibatkan ketaatan Yusuf. Respons iman dibangun di atas wahyu ilahi yang menenangkan ketakutan manusia, mengarahkan kita untuk percaya meski jalan-Nya tidak selalu kita pahami sepenuhnya.