Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 31:1 Amsal 31:2 Amsal 31:3 Amsal 31:4 Amsal 31:5 Amsal 31:6 Amsal 31:7 Amsal 31:8 Amsal 31:9 Amsal 31:10 Amsal 31:11 Amsal 31:12 Amsal 31:13 Amsal 31:14 Amsal 31:15 Amsal 31:16 Amsal 31:17 Amsal 31:18 Amsal 31:19 Amsal 31:20 Amsal 31:21 Amsal 31:22 Amsal 31:23 Amsal 31:24 Amsal 31:25 Amsal 31:26 Amsal 31:27 Amsal 31:28 Amsal 31:29 Amsal 31:30 Amsal 31:31



Amsal 31:16 (IDN) — Ringkasan konteks dan makna
Ayat ini bagian dari Mazmur 31 yang memuji kecerdikan dan kerja keras seorang wanita arif, sering dipahami sebagai gambaran kebajikan istri yang dipuji dalam bagian akhir kitab Amsal. Ayat tersebut menggambarkan sikap visioner seorang istri yang tidak hanya menilai kebutuhan keluarga hari ini, tetapi juga menyiapkan masa depan melalui investasi bijaksana. Dalam konteksnya, wanita ini memiliki kekuatan kendali diri, disiplin, dan iman kepada Tuhan, sehingga apa pun yang diraih melalui kerja keras dipakai untuk kesejahteraan keluarga dan komunitas.
Ayat 16 menggambarkan kemampuan perempuan itu mengukur kebutuhan, merencanakan, dan bertindak untuk memperoleh tanah lalu menanaminya dengan kebun anggur. Ini adalah gambaran tentang tanggung jawab ekonomis yang sehat, perencanaan jangka panjang, dan kerja nyata demi kebaikan keluarga. Bagi pembaca Indonesia, gambaran ini menekankan nilai kemandirian, kebijaksanaan, dan iman dalam menghadapi tantangan hidup dengan kebijakan praktis.
Beberapa bagian terkait yang sering dirujuk untuk menggali makna kerja keras dan kebijaksanaan rumah tangga meliputi:
Bagian ini menekankan keharmonisan antara kerja keras dan iman kepada Tuhan. Hidup bijaksana mencakup perencanaan yang rajin, evaluasi kebutuhan keluarga, dan tindakan konkret untuk memastikan kesejahteraan jangka panjang. Ketika fokus pada pembelian bendang dan pengolahan kebun anggur, kita melihat model sikap yang setia kepada Tuhan melalui tanggung jawab atas apa yang telah dipercayakan-Nya.
Ayat ini mengajar bahwa kemapanan keluarga tidak dicapai melalui keberuntungan, melainkan lewat disiplin, kerja keras, dan doa. Ketika kita menilai semua usaha sebagai bagian dari rencana Tuhan bagi keluarga, kita menemukan makna yang lebih dalam dari kepemilikan tanah dan kebun anggur: sebuah manifestasi tanggung jawab, kedermawanan, dan pengabdian kepada komunitas.
Kedalaman ayat ini bisa dipetik dari interpretasi para penafsir publik domain yang lama, yang menekankan bagaimana kebijaksanaan istri pengatur rumah tangga memadukan kerja praktis dengan iman tegas kepada Tuhan. Ringkasnya, ayat ini menyatakan bahwa kemakmuran lahir dari perencanaan yang tenang, kerja yang tekun, dan pengelolaan sumber daya yang bijaksana.
Cross-references (ringkas):
Penjagaan konteks dan gaya: Ayat ini menonjolkan kebijaksanaan praktis dan kerja keras tanpa menisbatkan kemakmuran pada kekuatan manusia semata; iman kepada Tuhan tetap menjadi fondasi pribadi yang membangun pola hidup yang bertanggung jawab.
Amsal 31:16 menampilkan teladan kebijaksanaan rumah tangga yang melihat masa depan. Dengan pembelian bendang dan penanaman kebun anggur, kita diajak menilai bagaimana perencanaan, kerja keras, dan iman bekerja bersama untuk kesejahteraan keluarga dan komunitas. Inilah nada utama hikmat praktis yang menuntun kita sembari menjaga pusat pengutamaan pada Tuhan.
Quotations from Matthew Henry, Albert Barnes, and Adam Clarke are not directly quoted here, but their general spirit of practical wisdom and prudent labor under divine trust informs this integrated commentary. If exact short quotes are needed, they can be supplied upon request.