Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 31:1 Amsal 31:2 Amsal 31:3 Amsal 31:4 Amsal 31:5 Amsal 31:6 Amsal 31:7 Amsal 31:8 Amsal 31:9 Amsal 31:10 Amsal 31:11 Amsal 31:12 Amsal 31:13 Amsal 31:14 Amsal 31:15 Amsal 31:16 Amsal 31:17 Amsal 31:18 Amsal 31:19 Amsal 31:20 Amsal 31:21 Amsal 31:22 Amsal 31:23 Amsal 31:24 Amsal 31:25 Amsal 31:26 Amsal 31:27 Amsal 31:28 Amsal 31:29 Amsal 31:30 Amsal 31:31



Inti Penafsiran (Amsal 31:21)
Kata pengantar: Ayat ini menggambarkan keuletan dan kesiapan seorang istri bijaksana dalam menjaga keluarganya, termasuk ketahanan terhadap cuaca buruk. Ia tidak takut akan musim hujan salju karena segenap isi rumahnya berpakaikan pakaian lapis dua. Pesan utamanya adalah tanggung jawab perawatan keluarga yang praktis dan kebijaksanaan yang melibatkan perencanaan serta kerja keras.
Konteks sastra dan makna utama
Amsal 31 memperlihatkan dua unsur: deskripsi perempuan tepat yang hidup dalam ketakwatan hikmat dan nasihat hingga akhir pasal. Ayat 21 menyoroti kesiapan praktis seorang istri untuk melindungi keluarganya dari kekurangan cuaca ekstrem. Pakaian lapis dua melambangkan ketahanan dan kemapanan rumah tangga: persediaan kain, mantel, dan perlindungan yang memastikan semua anggota keluarga terpelihara.
Catatan literer: Ayat ini berada dalam bagian puji-pujian terhadap istri yang bijaksana, yang bekerja tanpa kenal lelah. Gaya bahasa menunjukkan realitas sehari-hari: pekerjaan rumah tangga, persiapan material, dan tanggung jawab sosial di dalam keluarga.
Signifikansi teologis dan praktis
Secara teologis, ayat ini menegaskan bahwa kebajikan kebijaksanaan praktis adalah bagian dari rencana pemeliharaan Tuhan atas rumah tangga. Perempuan yang bijaksana tidak hanya mengandalkan keadaan, tetapi secara aktif mempersiapkan dirinya dan keluarga untuk menghadapi risiko alam dan kebutuhan material. Ini juga menonjolkan martabat pekerjaan rumah tangga sebagai bentuk naluri pemelihara keluarga yang benar di mata Allah.
Kaitan dengan ayat-ayat lain
Penjelasan singkat atas hubungan: ayat-ayat ini bersama-sama menekankan bahwa hikmat tidak hanya tercapai dalam retorika, melainkan dalam tindakan nyata untuk kesejahteraan keluarga, termasuk persiapan menghadapi cuaca buruk.
Pertanyaan untuk renungan
Ringkasan singkat
Amsal 31:21 menegaskan bahwa kebijaksanaan praktis dalam rumah tangga mencakup persiapan menghadapi cuaca buruk melalui kesiapan material. Kebuatan istri bijaksana ialah menjaga keluarganya dengan kerja keras, perencanaan, dan iman kepada pemeliharaan Tuhan.
Referensi lintas Alkitab
- Amsal 31:10-31: gambaran umum istri yang bijaksana dan tindakan praktisnya.
- Kolose 3:23-24: bekerja dengan segenap hati seolah-olah untuk Tuhan.
- 1 Petrus 3:3-4: kebijakan batin lebih penting daripada atribut fisik, menekankan karakter hati yang peduli pada keluarga.
Catatan kutipan: Tidak ada kutipan langsung dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke dalam bagian ini karena teks asli tidak memuat kutipan panjang dari komentar-komentar mereka. Namun, pandangan umum para komentator abad lampau menyoroti nilai kebijaksanaan praktis dan pekerjaan rumah tangga sebagai buah dari keteladanan hidup beriman.
Kesimpulan
Ayat ini mengajak pembaca melihat kebijaksanaan sebagai kombinasi antara iman, persiapan material, dan kerja keras. Dalam gambar rumah tangga yang berjiwa tangguh terhadap cuaca, kita menemukan teladan bagaimana keluarga dipelihara melalui kebajikan praktis yang lahir dari iman kepada Allah yang memelihara.