Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 31:1 Amsal 31:2 Amsal 31:3 Amsal 31:4 Amsal 31:5 Amsal 31:6 Amsal 31:7 Amsal 31:8 Amsal 31:9 Amsal 31:10 Amsal 31:11 Amsal 31:12 Amsal 31:13 Amsal 31:14 Amsal 31:15 Amsal 31:16 Amsal 31:17 Amsal 31:18 Amsal 31:19 Amsal 31:20 Amsal 31:21 Amsal 31:22 Amsal 31:23 Amsal 31:24 Amsal 31:25 Amsal 31:26 Amsal 31:27 Amsal 31:28 Amsal 31:29 Amsal 31:30 Amsal 31:31

Amsal 31:19 (IDN): Makna dan Perenungan
Ayat ini berada dalam konteks bagian Mazmur yang mengenang kebajikan istri milik orang benar atau pada akhirnya menjadi gambaran tentang wanita saleh. Ayat 19 menampilkan gambaran keseharian kerja keras dan keuletan sang istri: ia bekerja dengan tangannya untuk menyisir, menata, dan memanfaatkan apa yang dimilikinya untuk kebaikan rumah tangganya. Ayat ini menekankan kerja praktis, kecekatan, dan kedalaman buah dari usaha yang tidak hanya terlihat di luar tetapi juga berdampak pada penyediaan kebutuhan keluarga.
Makna utama
Pada intinya, ayat ini memuliakan kerja tangan sang istri yang cekatan. Ia tidak hanya menghasilkan sesuatu dengan tangan kanan atau kiri, melainkan memegang alat-alat kerja yang konkret—kisi-kisi dan rahat (alat untuk menangkap atau mengangkat beban). Ini menggambarkan keandalan, inisiatif, dan keterlibatan aktif dalam memelihara rumah dan menyediakan kebutuhan keluarga. Karya seperti ini menunjukkan tanggung jawab moral dan kebijaksanaan praktis yang patut dihargai dalam komunitas keluarga percaya.
Tiga tema kunci
Hubungan dengan bagian lain Alkitab
Beberapa rujukan sejalan: Amsal 31 menyoroti kualitas istri bijak sebagai gambaran kebajikan (buah-buah takut akan Tuhan). Amsal 14:23 dan kejadian keseharian menunjukkan bahwa kerja sungguh-sungguh menghasilkan keberhasilan. Dalam Perjanjian Baru, prinsip kerja keras untuk kesejahteraan keluarga juga muncul sebagai bagian dari etika moral Kristen.
Cross-reference singkat:
Renungan praktis
Ayat ini mengajak pembaca untuk menghargai kerja nyata—dari hal-hal kecil hingga usaha yang memerlukan tenaga. Bagi pembaca modern, itu bisa berarti merencanakan anggaran rumah tangga, memanfaatkan peralatan dengan bijak, atau membantu sesama melalui kerja yang setia. Nilai inti adalah integritas kerja dan komitmen pada kesejahteraan keluarga dan komunitas.
Ringkasan singkat
Ayat 19 menyoroti kemampuan tangan sang istri untuk bekerja cerdas dengan alat sederhana, mewujudkan kecekatan, ketekunan, dan penyediaan bagi keluarga. Ini adalah contoh kebajikan praktis yang bernilai dalam komunitas iman, menyoroti peran aktif wanita dalam memelihara rumah dan hidup saleh.
Kutipan langsung dari tokoh komentar publik domain (jika ada): Tidak ada kutipan langsung panjang yang relevan dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke dalam bagian ini yang disertakan secara lengkap di sini.
Penutupan
Melalui gambaran singkat tentang kerja tangan yang terampil, kita diingatkan bahwa kebijaksanaan bukan sekadar perkataan; ia hadir dalam tindakan nyata yang membangun rumah, keluarga, dan komunitas sesuai dengan jalan takut akan Tuhan.