Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 31:1 Amsal 31:2 Amsal 31:3 Amsal 31:4 Amsal 31:5 Amsal 31:6 Amsal 31:7 Amsal 31:8 Amsal 31:9 Amsal 31:10 Amsal 31:11 Amsal 31:12 Amsal 31:13 Amsal 31:14 Amsal 31:15 Amsal 31:16 Amsal 31:17 Amsal 31:18 Amsal 31:19 Amsal 31:20 Amsal 31:21 Amsal 31:22 Amsal 31:23 Amsal 31:24 Amsal 31:25 Amsal 31:26 Amsal 31:27 Amsal 31:28 Amsal 31:29 Amsal 31:30 Amsal 31:31



Amsal 31:26 (IDN) — Makna dan Aplikasi
Ayat ini menutup bagian sekitar perempuan bijak (Amsal 31) yang menggambarkan tindakan dan perkataan seorang istri yang terpuji. Dalam bahasa aslinya, maknanya menekankan kemampuan mulutnya untuk berbicara dengan kebijaksanaan, akal budi, dan pengajaran kemurahan. Ayat ini menyoroti kualitas yang seimbang antara pengetahuan, kebaikan, dan dorongan untuk menuntun orang lain kepada kebenaran melalui ucapan.
Pertimbangan konteks pasal
Pasal 31 menggambarkan wanita yang mulia sebagai contoh teladan bagi rumah tangga. Ayat 26 menegaskan bahwa kata-katanya bukan sekadar dinamis secara retoris, melainkan menunjukkan struktur batin yang penuh hikmat: mulutnya dibuka dengan akal budi, dan pengajarannya lahir dari kemurahan hati. Ini menegaskan bahwa ucapan yang benar lahir dari kombinasi kebijaksanaan praktis, niat baik, dan tujuan membangun orang lain.
Inti pelajaran spiritual
Perbandingan dengan pandangan para penafsir klasik
Beberapa penafsir publik domain memberikan wawasan yang membantu memahami ayat ini secara praktis:
Matthew Henry menekankan bahwa ucapan yang bijak adalah alat untuk menegakkan moral dan membina keluarga. Albert Barnes menyoroti bahwa "akalah budi" membicarakan kecakapan memahami keadaan orang lain serta bagaimana mengungkapkan nasihat dengan sopan. Adam Clarke menambahkan bahwa kemurahan di lidah menunjukkan kebaikan hati yang mempengaruhi cara kita menasihati dan membimbing.
Quotations note: “Maka dibukakannya mulutnya dengan akal budi dan pengajaran kemurahan adalah pada lidahnya.” (Amsal 31:26) — yang sering diterjemahkan sebagai bukti bahwa lidah istri yang terampil membawa kebenaran dengan kasih.
Hubungan dengan bagian lain Alkitab
Beberapa referensi silang yang relevan:
Aplikasi praktis untuk kehidupan sehari-hari
Ringkasan
Amsal 31:26 menggambarkan bahwa kebijaksanaan sejati terwujud dalam lidah yang terlatih: membuka mulutnya dengan akal budi, mengajar dengan kemurahan. Ini adalah panggilan bagi setiap pelaku rumah tangga dan orang percaya untuk memanfaatkan ucapan sebagai alat pembelajaran, pengarahan, dan pelipur bagi sesama, selalu dilandasi kasih dan kebenaran.
Referensi silang singkat
Yosua 1:8 — menjaga hati melalui hukum Tuhan; Efesus 4:15 — bertumbuh dalam kebenaran melalui tutur kata; Yakobus 1:19 — menjaga diri dalam mendengar dan berbicara.
Penafsir tradisional yang disebutkan memberikan dukungan parsial terhadap makna ini tanpa menggantikan konteks alkitabiah secara keseluruhan. Catatan singkat yang dapat diakui: kata-kata Henry, Barnes, dan Clarke sering kali menyoroti bahwa kebijaksanaan berbuah tindakan yang membangun komunitas, bukan sekadar retorika.