Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 31:1 Amsal 31:2 Amsal 31:3 Amsal 31:4 Amsal 31:5 Amsal 31:6 Amsal 31:7 Amsal 31:8 Amsal 31:9 Amsal 31:10 Amsal 31:11 Amsal 31:12 Amsal 31:13 Amsal 31:14 Amsal 31:15 Amsal 31:16 Amsal 31:17 Amsal 31:18 Amsal 31:19 Amsal 31:20 Amsal 31:21 Amsal 31:22 Amsal 31:23 Amsal 31:24 Amsal 31:25 Amsal 31:26 Amsal 31:27 Amsal 31:28 Amsal 31:29 Amsal 31:30 Amsal 31:31



Amsal 31:20 (IDN) – Makna sikap dermawan dalam nasihat Hawa yang bijak
Poin interpretatif utama: Ayat ini menggambarkan watak perempuan bijak (ibu rumah tangga dalam konteks pasal 31) yang tidak hanya berbuat baik secara spontan, tetapi secara aktif membuka tangan bagi orang miskin. Tindakannya mencerminkan hidup yang terikat pada keadilan sosial dan empati yang nyata, bukan sekadar retorika iman. Derma dan kemurahan hati menjadi manifestasi kebijaksanaan yang nyata.
Konteks literatur
Bagian nasihat mengenai perempuan bijak (Amsal 31:10-31) menyoroti karakter yang mulia sebagai teladan. Ayat 20 muncul sebagai puncak ekspresi kebajikan: ia tidak hanya memelihara keluarganya sendiri, tetapi menggapai yang lemah dan membutuhkan. Dalam konteks kebiasaan kebudayaan Israel, tindakan membuka tangan kepada orang miskin menegaskan ulang hubungan manusia dengan sesama sebagai bagian dari takut akan Allah. Perbuatan ini melengkapi gambaran kebebasan berkat yang lahir dari hikmat yang sungguh.
Nilai teologis
Hikmat yang sungguh menegaskan tanggung jawab sosial: kasih kepada Tuhan tidak terlepas dari kasih kepada sesama. Ayat ini mengingatkan bahwa kebeletan harta dan kemewahan tidak menggantikan kewajiban untuk memberi kepada mereka yang membutuhkan. Dalam tradisi Alkitab, kemurahan hati adalah cermin iman yang hidup dan dinyatakan lewat tindakan konkret, bukan hanya niat baik.
Kaitan dengan bagian lain Kitab Suci
Cross-references singkat: Kejadian 12:2-3 mengandung tema berkat untuk menjadi saluran bagi orang lain; Matius 5:7 menekankan belas kasihan sebagai sifat utama kerajaan Allah; Yakobus 2:14-17 menegaskan bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati.
Pertanyaan perefleksian
Penafsiran singkat dan kesimpulan
Ayat ini menyatakan bahwa kebijaksanaan sejati memancar dalam aksi nyata belas kasih. Istri bijak membuka tangan untuk orang miskin sebagai buah dari takut akan Tuhan dan hidup dalam hikmat. Perbuatan dermawan menggoyangkan keegoisan, merayakan martabat sesama, dan menegaskan bahwa kasih Allah bekerja melalui solidaritas manusia.
Quotes dari tokoh komentator terdahulu (ekstrak pendek)
Adam Clarke: “Dia tidak hanya menaruh kasih pada keluarganya, tetapi juga mengasihi orang miskin dengan kepekaan yang nyata.”
Albert Barnes: “Dermawan adalah cerminan hatinya yang telah dikuasai hikmat; tindakan ini berbicara lebih keras daripada kata-kata.”
Matthew Henry: “Kepekaan terhadap kebutuhan orang miskin menandai kebijakan yang benar; ini adalah bagian dari kebijaksanaan yang mengubah dunia.”
Catatan: kutipan ringkas di atas diambil secara parafrasa dari catatan umum para komentator branda publik domain; tidak menyalin teks penuh.
Ringkasan praktis