Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 31:1 Amsal 31:2 Amsal 31:3 Amsal 31:4 Amsal 31:5 Amsal 31:6 Amsal 31:7 Amsal 31:8 Amsal 31:9 Amsal 31:10 Amsal 31:11 Amsal 31:12 Amsal 31:13 Amsal 31:14 Amsal 31:15 Amsal 31:16 Amsal 31:17 Amsal 31:18 Amsal 31:19 Amsal 31:20 Amsal 31:21 Amsal 31:22 Amsal 31:23 Amsal 31:24 Amsal 31:25 Amsal 31:26 Amsal 31:27 Amsal 31:28 Amsal 31:29 Amsal 31:30 Amsal 31:31

Amsal 31:5 (IDN) — “supaya dengan sementara minum dilupakannya hukum atau diubahkannya acara orang yang teraniaya.”
Setting segera pasal ini menempatkan kita pada tema kebijakan lidah dan tindakan. Ayat ini bagian dari nasihat ayah yang bijak tentang bagaimana dampak minuman keras dapat menutupi keadilan. Dalam konteks sapaan seorang raja atau pemimpin, perkataan dan perbuatan yang dipengaruhi alkohol bisa mengaburkan penegakan hukum dan perlakuan terhadap orang lemah yang membutuhkan perlindungan.
Makna tegas tentang Allah, iman, dan keadilan
Ayat ini menyoroti bagaimana keadaan hati manusia dapat melupakan hukum Allah maupun prosedur keadilan ketika pengaruh minuman menguasai. Ini bukan sekadar peringatan mengenai kesederhanaan hidup, melainkan penegasan bahwa pemimpin dan orang berkuasa dipanggil menjaga integritas hukum demi kesejahteraan orang benar dan tertindas. Allah menuntut kebenaran dan perlindungan bagi yang lemah; hukum tidak boleh dilanggar atau diangkat karena kenyamanan sesaat.
Istilah penting dan citraan gambar
Refleksi pandangan para komentator bersejarah
Beberapa komentator publik domain menekankan bahwa Amsal terus menyorot bahaya penyalahgunaan kekuasaan saat pengaruh luar mengaburkan kebijakan publik. Mereka menekankan pentingnya menjaga kebijaksanaan dalam kepemimpinan agar tidak mengorbankan keadilan demi kenyamanan pribadi.
Catatan ringkas dari sumber klasik: - Dalam pandangan Matthew Henry, ayat ini berfungsi sebagai pengingat bahwa kekuasaan harus tunduk pada hukum ilahi dan keadilan bagi yang lemah. - Albert Barnes menekankan bahwa dampak alkohol pada keputusan dapat merusak hak-hak orang teraniaya dan menodai institusi keadilan. - Adam Clarke menekankan bahaya pembenaran tindakan yang diperlukan karena pengaruh eksternal, sehingga hukum menjadi tidak berlaku bagi pelanggar yang berkuasa.
Rujukan silang yang relevan
Penjelasan singkat: Ayat ini mengajak pembaca melihat bagaimana kendali diri dan keadilan berjalan beriringan. Ketika hukum bisa dilupakan karena minuman, orang yang teraniaya paling rentan kehilangan perlindungan dasar.
Penerapan bagi pembaca masa kini
Praktikkan kebijakan keadilan yang konsisten: hindari membuat atau membenarkan keputusan ketika keadaan emosional atau pengaruh luar mengurangi kejelasan penilaian. Pelihara integritas dalam interaksi dengan yang lemah, serta tegakkan hukum secara adil tanpa memihak.
Inti pesan
Pengaruh sementara tidak boleh mengorbankan keadilan abadi. Keadilan Allah menuntut kita menjaga hukum-Nya dan melindungi mereka yang teraniaya, tidak peduli tekanan apa pun yang dihadapi pemimpin maupun warga negara.