Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 31:1 Amsal 31:2 Amsal 31:3 Amsal 31:4 Amsal 31:5 Amsal 31:6 Amsal 31:7 Amsal 31:8 Amsal 31:9 Amsal 31:10 Amsal 31:11 Amsal 31:12 Amsal 31:13 Amsal 31:14 Amsal 31:15 Amsal 31:16 Amsal 31:17 Amsal 31:18 Amsal 31:19 Amsal 31:20 Amsal 31:21 Amsal 31:22 Amsal 31:23 Amsal 31:24 Amsal 31:25 Amsal 31:26 Amsal 31:27 Amsal 31:28 Amsal 31:29 Amsal 31:30 Amsal 31:31



Amsal 31:17 (IDN) — Pengakuan Kuatnya Tenaga Wanita Bijaksana
Dalam konteks pasal 31, Mazmur tentang wanita yang saleh menggambarkan karakteristik seorang istri ideal yang bekerja dengan tekun dan berkhidmat bagi keluarganya. Ayat 17 menyoroti sikap praktisnya: ia mengikatkan pinggangnya dengan kuat dan dikuatkannya lengannya. Gambar ini menekankan kesanggupan fisik, disiplin diri, dan kesungguhan kerja, bukan sekadar keanggunan lahiriah. Ia adalah gambaran seseorang yang tidak tenang-tenang saja, melainkan beraksi dengan tenaga, persiapan, dan tanggung jawab.
Inti makna ayat
Ayat ini menegaskan bahwa kebijaksanaan dan kerja keras bukan semata soal sikap batin, melainkan tindakan nyata yang memerlukan tenaga dan ketahanan. Wanita yang saleh dalam gambaran ini tidak menunda tugas-tugas rumah tangga maupun urusan kebutuhan keluarga; ia menguasai diri, mempersiapkan diri, dan menjalankan peran dengan komitmen.
Tema utama
Hubungan dengan bagian sejenis
Beberapa penafsir melihat ayat ini sebagai bagian dari deskripsi kebajikan istri yang rajin yang berhubungan dengan kebijaksanaan praktis. Ayat ini sejalan dengan tokoh-tokoh dalam Kitab Amsal yang menekankan kerja keras, manajemen rumah tangga, dan kapasitas mengelola urusan keluarga dengan efisiensi.
Kaitkan dengan bagian Alkitab terkait
Beberapa bagian yang relevan secara tema adalah: - Amsal 12:24 — kerja cerdas menghindari kerja buru-buru yang sia-sia; menunjukkan bagaimana tenaga diarahkan pada tujuan yang bermanfaat. - Amsal 31:27 — kebijaksanaan dalam memeriksa pekerjaan rumah tangga dan memberi perhatian pada hal-hal yang perlu diperhatikan. - Amsal 31:30-31 — evaluasi nilai kebajikan yang diukur dari perbuatan nyata dan dampaknya bagi keluarga.
Refleksi praktis
Ayat ini mengingatkan kita bahwa kekuatan fisik yang diarahkan pada peran konstruktif memiliki nilai rohani asalkan lahir dari sikap yang takut akan Tuhan dan berkarakter. Bagi pembaca modern, makna ini bisa diterjemahkan menjadi tanggung jawab kerja rumah tangga, pengelolaan waktu, dan peran sebagai pembawa damai dalam keluarga—menjadi teladan tanpa mengorbankan kasih dan lemah lembut.
Cross-references singkat
- Amsal 31:13-14, 27: aktivitas kerja yang terarah pada kesejahteraan rumah tangga.
- Amsal 3:7-8: kebijaksanaan sejati mempengaruhi tindakan, bukan sekadar kekuatan fisik.
- Kolose 3:23-24: pekerjaan yang dilakukan dengan sepenuh hati sebagai pelayanan kepada Tuhan.
Ringkasan penutup
Amsal 31:17 menegaskan bahwa kebajikan praktis—kekuatan dan ketahanan dalam bekerja—merupakan bagian penting dari karakter yang saleh. Dengan pengabdian yang diarahkan pada kebaikan keluarga, ayat ini mengajak pembaca untuk melihat kerja keras sebagai ekspresi iman, di mana kekuatan fisik dipadukan dengan hikmat dan kasih.
Quotations (spesifik) dari tokoh-tokoh komentar publik domain:
Dirangkum secara sintetis, tidak ada kutipan panjang langsung yang disajikan secara penuh di sini; namun beberapa pandangan yang sejalan dengan generasi komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa tindakan nyata lahir dari kebijaksanaan moral dan tanggung jawab rumah tangga sebagai bagian dari kehidupan yang takut akan Tuhan. Jika diperlukan kutipan langsung singkat, akan dicantumkan secara terbatas sesuai dengan batas karya publik domain.