Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 31:1 Amsal 31:2 Amsal 31:3 Amsal 31:4 Amsal 31:5 Amsal 31:6 Amsal 31:7 Amsal 31:8 Amsal 31:9 Amsal 31:10 Amsal 31:11 Amsal 31:12 Amsal 31:13 Amsal 31:14 Amsal 31:15 Amsal 31:16 Amsal 31:17 Amsal 31:18 Amsal 31:19 Amsal 31:20 Amsal 31:21 Amsal 31:22 Amsal 31:23 Amsal 31:24 Amsal 31:25 Amsal 31:26 Amsal 31:27 Amsal 31:28 Amsal 31:29 Amsal 31:30 Amsal 31:31



Amsal 31:30 (IDN)
Adapun peri cantik itu penipu adanya dan keelokan itu sia-sia, tetapi seorang bini yang takut akan Tuhan itu akan dipuji-puji.
Setting cepat konteks
Amsal 31 berisi dua bagian: pidato nasihat tentang sifat istri yang luar biasa dan pujian bagi wanita bijak. Ayat 30 muncul sebagai inti, menekankan bahwa penampilan lahiriah—perkakas kecantikan, pesona, atau daya tarik eksternal—bukan ukuran utama kebaikan atau kemuliaan seorang manusia. Di tengah himne kebaikan rumah tangga, penggambarannya menolak ukuran duniawi tentang kecantikan, dan menempatkan takut akan Tuhan sebagai standar nilai yang terakhir.
Yang dibawa ayat ini tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan bahwa hubungan dengan Tuhan membentuk pandangan kita tentang nilai diri. “Takut akan Tuhan” adalah awal kebijaksanaan dalam kitab Amsal (mis. Amsal 1:7; 9:10). Ketakutan ini menuntun hidup yang berkenan kepada-Nya, sehingga hakikat seorang istri yang berbahagia terletak pada hidup yang taat, rendah hati, dan peduli pada sesama. Kearifan ilahi membalik ukuran duniawi: bukan kecantikan luar, melainkan ketaatan, kasih, keadilan, dan kerja keras rumah tangga yang terpelihara di hadapan Tuhan yang layak dipuji.
Istilah kunci dan gambaran penting
Beberapa rujukan lintas terkait
- Amsal 3:5-6: Memusatkan kepercayaan pada Tuhan, bukan pada pemahaman sendiri; relevan dengan menusia yang memilih taat daripada mengandalkan kecantikan.
- Efesus 5:25-28 dan 1 Petrus 3:3-4: Menekankan nilai kasih dan kebaikan batin dalam hubungan suami-istri, menggeser fokus pada kemewahan lahiriah.
- 1 Timotius 4:8: Tuhan menilai kerja keras dan berelasi dengan Allah lewat disiplin rohani, bukannya sekadar penampilan fisik.
Penjelasan praktis bagi kehidupan sehari-hari
Amsal 31:30 mengingatkan kita untuk menilai diri lewat standard rohani, bukan standar budaya yang cepat berubah. Kecantikan luar dapat memikat, tetapi hanya ketakutan akan Tuhan yang membentuk karakter tahan uji. Dalam rumah tangga, peran wanita bijak tidak diukur lewat pesona belaka, melainkan lewat kontribusi nyata: menjaga rumah, membangun keluarga, dan menjadi teladan iman.
Akhirnya: aplikasi terbaru bagi kita
Quotations from Matthew Henry, Albert Barnes, and Adam Clarke (yang relevan dengan tema) sebagian telah diringkas dan disesuaikan untuk konteks Pandora saat ini. Catatan: tidak ada kutipan langsung penuh dari teks mereka untuk ayat ini dalam bentuk panjang; gagasan-gagasan umum tentang nilai takut akan Tuhan dan kebijaksanaan praktis menguatkan pembacaan kita.