Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKidung Agung 8:12 Tafsiran ayat Alkitab
Kidung Agung 8:12 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Adapun kebun anggurku, ia itu kebun anggurku sendiri, hendak kutunggui, maka seribu keping perak itu kubiarkan bagimu, hai Sulaiman, dan lagi dua ratus keping bagi orang yang menunggui buahnya.
Kidung Agung 8:12 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kidung Agung 8:12 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kidung Agung 1:6 (IDN) »
Janganlah kamu mengerling kepadaku, sebab kehitam-hitaman rupaku, karena aku sudah kena panas; bahwa segala anak laki-laki ibuku sudah marah akan daku, lalu dijadikannya aku penunggu kebun anggur, maka kebun anggurku sendiri tiada kutunggui.

Mazmur 72:17 (IDN) »
Bahwa namanya akan kekal selama-lamanya; selagi ada matahari namanya akan disebut orang turun-temurun; mereka itu akan diberkati oleh sebabnya, dan segala bangsa akan memuji dia berbahagialah adanya.

Amsal 4:23 (IDN) »
Peliharakanlah hatimu terlebih dari pada segala yang patut dipeliharakan, karena dari dalamnya terpancarlah segala mata air hidup.
Kidung Agung 8:12 (IDN) - Analisis Ringkas
Dalam bagian terakhir Kidung Agung, pernyataan ini muncul sebagai wujud dialog antara pengantin perempuan dan pengantin laki-laki terkait kebun anggur milik sang pengantin perempuan. Puisi ini menyoroti kepemilikan, tanggung jawab, dan upah atas pekerjaan di ladang, yang pada tingkat spiritual mengarah pada ketaatan menerapkan kasih surgawi dengan sungguh-sungguh mengerjakan apa yang menjadi milik Allah dan perhatian terhadap buah-buah kebenaran di tengah komunitas percaya.
Makna utama verse
Kebun anggur milik pengantin perempuan adalah simbol milik pribadi yang ia kelola; ia bersedia menjaga kebun itu demi manfaat dirimu, Sulaiman. Dalam konteks pernikahan kekasih, gambar kebun menunjukkan tanggung jawab, pemeliharaan hubungan, dan harga kerja yang diberikan kepada pelayan kebun (orang yang menunggui buahnya). Ayat ini juga menegaskan bahwa upah berupa seribu keping perak dan dua ratus keping untuk penjaga buahnya menunjukkan nilai kerja keras dan keadilan dalam hubungan antara pengantin dengan pihak yang membantu menjaga kebun.
Tema utama
Tema-tema kunci lain yang relevan
Ayat-ayat terkait
Beberapa bagian lain dalam Kidung Agung menegaskan tema keintiman, kepemilikan, dan tanggung jawab kerja dalam hubungan. Misalnya, bagian-bagian yang menunjukkan bagaimana kasih mengubah tindakan sehari-hari menjadi perwujudan komitmen. Perhatikan juga prinsip-prinsip umum di Kitab Wajib bagi pembangun komunitas iman: kebaikan, keadilan, dan pemeliharaan hubungan.
Refleksi praktis
Dalam kehidupan jemaat hari ini, ayat ini mendorong kita untuk menghargai kerja rekan-rekan iman yang melayani di ladang rohani: mengajar, melayani sesama, atau memelihara komunitas. Bayaran tidak hanya materi, melainkan juga pengakuan, penghargaan, dan keandalan. Pelayanan yang dikelola dengan kasih menghasilkan buah rohani seperti damai sejahtera, kesetiaan, dan kemurnian iman.
Hubungan silang
• Matius 20:1-16 menekankan prinsip pembagian upah dan adilnya pekerjaan bagi pekerja kebun Allah; ini membantu memahami bagaimana Tuhan menghargai upaya pelayan-Nya.
• Kolose 3:23-24 mengingatkan agar pekerjaan dilakukan dengan sepenuh hati seolah-olah untuk Tuhan, not hanya manusia.
• 1 Korintus 9:7-14 menegaskan hak pelayan injil untuk diperhatikan sesuai dengan perlakuan adil atas kerja kerasnya.
Inti penutup
Ayat ini menegaskan kepemilikan pribadi, tanggung jawab menjaga apa yang dipercayakan, serta keadilan dalam memberi apresiasi atas kerja. Dalam konteks kasih yang dinyatakan dalam Kidung Agung, tindakan menjaga kebun anggur menjadi bagian dari perwujudan kasih dan komitmen antarpasangan serta komunitas iman yang saling mendukung.
Catatan sumber gagasan umum para komentator publik-domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke dipakai sebagai kerangka analisis, tanpa mengutip teks panjang. Jika ada kutipan langsung spesifik dari salah satu mereka, akan disebutkan secara terpisah di bagian yang relevan.