Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKidung Agung 8:10 Tafsiran ayat Alkitab
Kidung Agung 8:10 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwa akulah bagai dewala dan susuku bagai kota, maka sebab itu akulah pada pemandangannya seperti seorang yang sudah mendapat selamat.
Kidung Agung 8:10 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kidung Agung 8:10 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yehezkiel 16:7 (IDN) »
Maka bertambahlah besarmu; Aku menjadikan dikau seperti tumbuh-tumbuhan di padang; maka engkaupun bertambahlah besarmu, makin lama makin besar, sehingga engkau menjadi elok sekali, maka susumu makin montok dan rambutmu makin panjang, tetapi engkau juga telanjang bugil.

Ulangan 7:7 (IDN) »
Bukannya sebab bilangan kamu lebih banyak dari pada segala orang yang lain maka dikasihi Tuhan akan kamu begitu, sehingga dipilihnya akan kamu, karena kamulah terkecil dari pada segala bangsa itu.

Kidung Agung 8:10 — Menggambarkan Keberanian Dalam Pertahtaannya
Ayat ini menegaskan bahwa perempuan pengantin berbicara tentang dirinya sendiri sebagai seseorang yang telah mencapai kemerdekaan, perlindungan, dan keselamatan di hadapan pasangannya. Dalam konteks Kidung Agung, khotbah ayat ini menumbuhkan rasa aman bagi pasangan yang saling mencintai: keselamatan dan perlindungan bukan sekadar jabaran hak, melainkan pengalaman kasih yang mengubah identitas seseorang.
Makna asli dan konteksnya
Dalam bacaan aslinya, tokoh pengantin perempuan mengungkapkan bahwa dirinya “bagai dewa la” (metafora perlindungan) dan “susuku bagai kota” (kedaulatan atas wilayah batin), menyiratkan kekuatan, keamanan, dan kesejahteraan dalam hubungan suami-istri. Frasa ini menegaskan bahwa dirinya telah mendapat selamat dari ancaman dan gangguan, sehingga ia berada dalam keadaan aman dalam pandangan pasangannya. Ayat ini menekankan mutu hubungan di mana kasih melahirkan ketenangan batin dan rasa aman, bukan sekadar romansa belaka.
Pesan pokok
Tema pendamping dalam Alkitab
Kidung Agung menampilkan tema keamanan dalam kasih: hubungan yang dipelihara bukan karena kekuatan semata, melainkan karena saling percaya kepada Tuhan yang memberi makna dan perlindungan. Ayat ini berhubungan dengan gambaran Allah sebagai tempat perlindungan bagi umat-Nya (misalnya Mazmur 46:2-3) dan panggilan pernikahan untuk saling membangun serta melindungi satu sama lain (Efesus 5:25-28). Dalam konteks rumah tangga, perlindungan spiritual menjadi pondasi untuk merawat hubungan secara menyeluruh.
Beberapa silang rujukan yang relevan
1) Mazmur 46:2-3 — Allah sebagai tempat perlindungan di tengah badai; memberi gambaran bagaimana perlindungan ilahi menguatkan individu dan keluarga. (penjelasan: perlindungan Tuhan memberi rasa aman dalam menghadapi ancaman hidup)
2) Efesus 5:25-28 — kasih suami kepada istri menyerupai kasih Kristus kepada jemaat, memimpin dengan pengorbanan dan perlindungan. (penjelasan: kasih praktis membentuk lingkungan aman dan penuh kasih)
3) Amsal 14:26 — ketetapan iman membawa rasa aman bagi orang yang takut akan TUHAN; perlindungan ilahi memperkuat keluarga. (penjelasan: kepercayaan kepada Tuhan memperkuat ikatan rumah tangga)
Refleksi devosional
Bayangkan dirimu sebagai bagian dari sebuah rumah tangga yang dipenuhi kasih. Ketika setiap anggota merasa diselamatkan dari rasa ketakutan dan ancaman pribadi, mereka lebih bebas hidup dalam damai dan kepercayaan. Ayat ini mengingatkan bahwa perlindungan sejati datang dari keyakinan bahwa Tuhan bekerja melalui pasangan untuk membangun keamanan rohani dan emosional. Mintalah Tuhan meneguhkan pernikahan Anda dengan kasih yang membebaskan, melindungi, dan memperkuat identitas satu sama lain sebagai milik-Nya.
Gaya pengajaran alkitabiah dari para penafsir terdahulu
Para penafsir umum seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa pilihan kata yang kuat di ayat ini menegaskan kedalaman perlindungan, keselamatan, serta identitas yang didapat melalui hubungan yang saleh. Mereka menyoroti bagaimana gambaran “pemandangan seperti seorang yang sudah mendapat selamat” menunjukkan kedamaian yang lahir dari hubungan yang intim dengan pasangan dan Tuhan. Kutipan ringkas dari karya mereka: Henry menekankan makna perlindungan praktis dalam pernikahan, Barnes menekankan realitas keamanan rohani yang dibawa kasih, Clarke menyoroti ungkapan pemulihan dan pembebasan dalam konteks iman. (Catatan: tidak menyalin teks utuh, hanya merangkum inti pandangan mereka.)
Penutup: ayat ini mengajak pembaca melihat pernikahan sebagai tempat perlindungan yang saling membebaskan. Ketika pasangan saling melihat melalui kacamata keselamatan, mereka tidak hanya menjaga satu sama lain, tetapi juga memantulkan kasih Allah yang menyelamatkan.