Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKidung Agung 8:2 Tafsiran ayat Alkitab
Kidung Agung 8:2 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Niscaya kupimpin akan dikau, kuhantar akan dikau masuk ke dalam rumah ibuku, yang sudah mengajar aku; niscaya kuberi minum engkau air anggur bercampur rempah-rempah dan air buah delimaku.
Kidung Agung 8:2 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kidung Agung 8:2 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kidung Agung 3:4 (IDN) »
Baharu aku lalu dari pada mereka itu, maka aku mendapat dia, yang kekasih hatiku; aku memegang dia, tiada kulepaskan dia pergi sebelum aku sudah membawa akan dia masuk dahulu ke dalam rumah ibuku dan ke dalam bilik dia, yang sudah memperanakkan daku.

Kidung Agung 7:12 (IDN) »
Hendaklah pagi-pagi kita pergi ke bukit kebun anggur serta melihat kalau pokok anggur bertunas dan bunganyapun berkembang, kalau pokok delima berbunga! Di sana aku hendak menunjuk kasihku akan dikau.

Kidung Agung 4:10 (IDN) »
Bagaimana indahnya kasihmu, hai adinda, hai tunanganku! bagaimana sedap kasihmu, lebih dari pada air anggur dan dari pada harum minyak bau-bauan dan segala rempah-rempah!
Kidung Agung 8:2 (IDN) — Makna dan Gambaran Geregetan Perkawinan
Makna utama ayat ini adalah janji kepemilikan dan pemeliharaan kasih antara mempelai dan pasangannya: sang pengantin lelaki berseru bahwa ia akan membimbing dan membawanya masuk ke rumah ibu sang mempelai, tempat ia mendapat nasihat dan pelajaran, sambil memberikan minuman yang menyenangkan—air anggur bercampur rempah-rempah dan air delimak buah. Gambaran ini menekankan kedalaman hubungan, keintiman keluarga, serta kemegahan perjamuan kecil sebagai bagian dari ikatan pernikahan.
Lataran Konteks
Kidung Agung adalah rangkaian puisi yang merayakan kasih antara dua kekasih. Bab 8 berfungsi sebagai penutup yang menegaskan komitmen, penamaan wilayah kekeluargaan, dan kemesraan perjamuan. “Rumah ibuku” menggambarkan warisan nilai, ajaran, dan pengaruh keluarga dalam membentuk ikatan cinta. “Air anggur bercampur rempah-rempah” serta “air buah delimaku” adalah gambaran kehangatan, kebersamaan, dan kelimpahan yang menyertai pernikahan.
Observasi Penafsiran
Tidak Langsung: Teks Singkat dengan Makna Teologis
Ayat ini menekankan bahwa kemesraan pernikahan dibangun di atas landasan pengajaran, loyalitas, dan persekutuan keluarga. Ini bukan sekadar romantisme, melainkan perwujudan ikatan yang bertumbuh melalui pelajaran hidup, berbagi hidup bersama, dan didorong oleh rasa syukur akan pemeliharaan Tuhan dalam hubungan.
Rangkaian Renungan Singkat
Referensi Sejalan
Beberapa rujukan sejalan yang relevan: - Keluaran 20:12 dan Amsal tentang kasih keluarga sebagai kontekstualisasi pernikahan dalam kerangka hormat kepada orang tua dan warisan nilai. - Kidung Agung 2:4 menggambarkan perasaan mengundang kasih yang hangat dalam lingkungan pernikahan. - Efesus 5:25-28 menekankan kasih yang membimbing pasangan untuk saling mengasihi seperti Kristus mengasihi jemaat, yang memberi konteks kasih yang berakar pada pelayanan dan pengorbanan.
Inti Praktis
Dalam menjalani pernikahan, arahkan keduanya pada latihan saling membimbing, menghormati akar keluarga, dan merayakan kasih dengan kesederhanaan perjamuan. Jadikan rumah sebagai tempat belajar, bukan sekadar tempat tinggal, dan biarkan pemeliharaan Tuhan menjadi dasar hubungan yang tumbuh bersama.
Catatan singkat terhadap sumber tokoh penafsir publik domain lama: Ringkasannya mengambil nuansa umum dari penafsiran klasik seperti yang dipaparkan Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, tanpa menyalin teks asli mereka. Dalam pembacaan ini, kita menekankan konteks pernikahan dan rumah keluarga sebagai fondasi kebahagiaan bersama. Kutipan langsung singkat yang relevan: “For the spouse to be led into the house of the mother” (disarikan sebagai tema umum dari pendapat para penafsir lama mengenai pemeliharaan nilai keluarga).