Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKidung Agung 7:12 Tafsiran ayat Alkitab
Kidung Agung 7:12 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Hendaklah pagi-pagi kita pergi ke bukit kebun anggur serta melihat kalau pokok anggur bertunas dan bunganyapun berkembang, kalau pokok delima berbunga! Di sana aku hendak menunjuk kasihku akan dikau.
Kidung Agung 7:12 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kidung Agung 7:12 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kidung Agung 6:11 (IDN) »
Bahwa aku sudah turun ke taman pokok pala, hendak melihat hijau-hijauan di lembah, hendak melihat kalau pokok anggur sudah bertunas, kalau pokok delima sudah berkuntum.

Kidung Agung 7:6 (IDN) »
Bagaimana elok engkau, bagaimana manis, hai pengasihan, dengan pelbagai lezat!

Mazmur 122:5 (IDN) »
Karena di sana adalah berdiri segala kursi pengadilan, yaitu singgasana isi istana Daud.
Kidung Agung 7:12 (IDN) — Puncak Kasih di Ketika Musim Semi
Titik interpretatif utama: Ayat ini menggambarkan pertemuan romantis antara pengantin perempuan dan kekasihnya di bukit kebun anggur pada pagi hari, simbol persekutuan hati yang saling meneguhkan. Keberanian untuk melangkah ke tempat yang subur dan penuh kehidupan menandai komitmen kasih yang tumbuh, dibingkai oleh nuansa keakraban dan keindahan alam.
1) Latar sastra dan konteks bagian ini
Kidung Agung mengandra antara pujian kecantikan pasangan dan ajakan untuk menikmati keintiman, sering dipahami sebagai alegori kasih antara umat Allah dan Sang Pencipta, atau antara pasangan suami-istri. Pada 7:12, rima natural bahasa bunga dan tanaman anggur menekankan hadirnya kasih pada saat yang tepat: pagi hari, waktu pembaharuan, ketika pertumbuhan baru mulai terlihat. Gambaran bukit kebun anggur dan tunas anggur mencerminkan kemurnian tujuan, ketulusan niat, dan harapan yang dinyatakan secara jelas: kasih diucapkan dalam kehadiran dan di tempat yang subur.
2) Pengamatan teologis dan makna inti
- Keberanian untuk menempuh tempat subur menunjukkan keinginan mendalam untuk menjalin hubungan. Pagi hari melambangkan permulaan baru, pembaruan, dan kesiapsediaan untuk komitmen. Kasih yang dinyatakan di sana adalah kasih yang tidak pasif, melainkan aktif menilai, memilih, dan menegaskan ikatan.
- Simbol kebun anggur dan buah delima menegaskan kebaikan buah-buah roh yang diharapkan dalam hubungan: kemurnian, kesuburan, dan keindahan yang memancar dari ketaatan satu sama lain di hadapan Allah.
3) Rangkaian pandangan para komentator publik domain
Beberapa penafsir berpendapat bahwa ayat ini memantulkan pesta kasih yang diinginkan pasangan agar hubungan tetap dinamis dan penuh harapan. Jika mengacu pada pandangan klasik, ketulusan kasih ditandai dengan keinginan untuk mempertemukan diri di tempat yang diinginkan, yaitu bukit kebun anggur, sebagai tempat pertemuan yang istimewa dan terjaga.
Catatan singkat tentang kutipan langsung (ringkas) dari penafis publik domain: Menurut Matthew Henry, fokus pada keintiman pribadi dengan nuansa suci, serta Adam Clarke menekankan makna simbolis buah-buahan sebagai tanda perkenanan dan kemurnian hubungan. Jika ada kutipan pendek yang relevan, akan dicantumkan dalam konteks interpretasi ini.
4) Cross-referensi yang relevan
Penjelasan singkat: Referensi ini membantu melihat bagaimana kebun anggur sering dipakai dalam Alkitab sebagai gambaran hubungan manusia dengan Allah, serta komitmen relasional antara pasangan di dalam kehendak-Nya.
5) Pertanyaan renungan
6) Penutup singkat
Ayat ini mengarahkan kita pada gambaran kasih yang hidup: sebuah pertemuan di tempat yang subur, di pagi hari, menandai permulaan baru yang berakar pada keutuhan dan keindahan hubungan. Kasih yang dinyatakan di sana menegaskan bahwa kenyataan relasional yang sehat memerlukan kehadiran, pembaharuan, dan buah-buah kebaikan yang tumbuh dari kebersamaan di hadapan Allah.