Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKidung Agung 6:11 Tafsiran ayat Alkitab
Kidung Agung 6:11 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwa aku sudah turun ke taman pokok pala, hendak melihat hijau-hijauan di lembah, hendak melihat kalau pokok anggur sudah bertunas, kalau pokok delima sudah berkuntum.
Kidung Agung 6:11 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kidung Agung 6:11 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kidung Agung 7:12 (IDN) »
Hendaklah pagi-pagi kita pergi ke bukit kebun anggur serta melihat kalau pokok anggur bertunas dan bunganyapun berkembang, kalau pokok delima berbunga! Di sana aku hendak menunjuk kasihku akan dikau.

Kejadian 2:9 (IDN) »
Maka di sana ditumbuhkan Tuhan Allah dari pada tanah berbagai-bagai pohon yang permai kepada pemandangan mata dan baik akan dimakan, dan lagi adalah pohon alhayat di tengah-tengah taman itu dan pohon pengetahuan akan hal baik dan jahatpun.

Mazmur 92:12 (IDN) »
(92-13) Bahwa orang yang benar itu akan bertumuh seperti pokok kurma, dan iapun akan bertunas seperti pohon araz di atas Libanon.
Kidung Agung 6:11 (IDN) — Makna singkat
Makna ayat ini adalah ekspresi keinginan untuk melihat kemajuan dan keindahan buah-buah hubungan yang tumbuh subur. Penggunaannya dalam konteks kitab Kidung Agung menekankan harapan akan pemulihan, kemajuan hubungan antara mempelai laki-laki dan mempelai wanita, serta pembuktian bahwa waktu penggenapan berbuah telah datang.
Latar belakang konteks
Kidung Agung menggambarkan kasih antara pasangan sebagai gambaran hubungan antara Allah dan umat-Nya. Ayat ini berada di bagian yang memperlihatkan kerinduan untuk melihat tanda-tanda hidup rohani: taman pengelolaan, kebun anggur, dan buah-buah tanaman tepat pada waktunya. Frasa turun ke taman pokok pala menandai kunjungan pribadi untuk menilai kemajuan, mirip penggembalaan hubungan yang sedang bertumbuh. Dengan bahasa persahabatan dan puitik, penulis menekankan pentingnya pengamatan nyata terhadap tanda-tanda berbuat kebaikan dalam hidup rohani.
Interpretasi utama
- Taman pokok pala/Lembah sebagai simbol kedalaman hidup batin dan kenyamanan hubungan.
- "Hendak melihat hijau-hijauan" dan "bertunas" menandakan kemajuan, pertumbuhan, dan pemeliharaan berkelanjutan.
- Pokok anggur dan pokok delima sebagai simbol kemerdekaan berbuah dan kemakmuran dalam hubungan.
Pemikiran tematik
Cross-references (singkat dan relevan)
- Pengamatan buah spiritual: Yeremia 31:12 menegaskan pemulihan dan kemakmuran rohani di tempat berbahagia.
- Persatuan antara kasih dan komitmen: Efesus 5:25-28 menggambarkan kasih yang menuntun pasangan untuk saling memelihara dan memberi buah bagi satu sama lain.
- Pertumbuhan rohani sebagai proses: Kolose 1:10 menekankan perlunya hidup yang layak di hadapan Tuhan dengan bertumbuh dalam pengetahuan-Nya.
Catatan interpretatif singkat (berdasarkan tradisi PA publik domain)
Kesaksian para komentator klasik menekankan bahwa riwayat Kidung Agung menyejukkan hubungan kasih sebagai simbol antara Allah dan umat-Nya. Meski bahasa alaminya romantis, inti teologinya adalah pemeliharaan dan pembaharuan yang berkelanjutan—buah yang muncul pada waktu yang tepat melalui iman dan ketaatan.
Pemikiran praktis yang singkat
Pandangan ini mengajak pembaca untuk mengenali tanda-tanda pertumbuhan rohani dalam kehidupan sehari-hari: kasih yang bertumbuh, kesetiaan yang dikuatkan, serta kehendak untuk merawat hubungan intim dengan Tuhan dan sesama. Perhatikan buah-buah kebaikan yang tampak dalam tindakan, sikap, dan ketekunan iman.
Rangkuman gaya penafsir lama
Seorang penafsir publik domain menekankan bahwa ayat ini menonjolkan kenyataan bahwa perjalanan iman adalah proses berbuah yang memerlukan perenungan, perawatan, dan harapan akan hasil yang nyata. Dalam konteks Kidung Agung, penekanan tetap pada keintiman hubungan dan pembuktian kasih melalui pertumbuhan yang terlihat.