Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKidung Agung 6:3 Tafsiran ayat Alkitab
Kidung Agung 6:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwa kekasihku itu aku punya dan akupun kekasihku punya, yang menggembala di antara bunga bakung.
Kidung Agung 6:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kidung Agung 6:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kidung Agung 2:16 (IDN) »
Kekasihku itu aku punya, dan akupun dia punya, yang menggembala di antara segala bunga bakung.

Ibrani 8:10 (IDN) »
Karena inilah Perjanjian yang hendak Kujanjikan kepada segala isi rumah Israel kemudian daripada masa itu, firman Tuhan; maka Aku akan memasukkan hukum-hukum-Ku ke dalam ingatan mereka itu, dan di dalam hati mereka itu juga akan Kusuratkan itu, dan Aku akan menjadi Tuhan kepada mereka itu, dan mereka itu akan menjadi kaum kepada-Ku.

Kidung Agung 6:3 (IDN) — Inti Kasih yang Mengikat dalam Perjalanan Bersama
Inti utama ayat ini menunjukkan kedekatan dan kepemilikan kasih antara kekasih dan penggembala di tengah situasi yang penuh keindahan alam. Ungkapan “kekasihku itu aku punya dan akupun kekasihku punya” menegaskan simbiosis hubungan antara pasangan, sambil menggambarkan dia sebagai pribadi yang berjalan bersama, tidak terpisah dari dunia yang mengelilinginya, terutama di antara bunga bakung. Ayat ini menyoroti eksistensi hubungan yang saling mengaku milik, saling menjaga, dan saling mengarah pada satu tujuan rohani yang pulih dan intim.
1) Kontext sastra: cinta yang beriringan dalam seri kesinambungan
Kidung Agung sebagai karya puisi cinta mem menggunakan bahasa kiasan untuk menampilkan keintiman, keindahan, dan dinamika hubungan antara mempelai pria dan wanita. Dalam konteks ini, baris ini menegaskan bahwa antara kekasih ada kepemilikan timbal balik: tidak ada pihak yang dominan secara memiskinkan, melainkan keduanya menyatakan hak milik atas satu sama lain sebagai bagian dari perjalanan pribadi dan rohani mereka bersama Allah sebagai pusat penyatuan.
2) Signifikansi teologis: cinta sebagai cerminan hubungan dengan Tuhan
Secara simbolik, kekasih yang menggembala di antara bunga bakung mengarah pada gambaran peran pemelihara yang penuh kasih. Dalam praktik iman, hubungan yang saling mengakui milik satu sama lain dipandang sebagai refleksi hubungan umat dengan Sang Pencipta: kasih yang setia, menjaga satu sama lain, dan berjalan di ladang kehidupan yang dipenuhi keindahan Tuhan. Ayat ini menekankan bahwa kasih menuntun pasangan untuk saling melengkapi dan saling menguatkan di tengah keindahan dunia ciptaan.
3) Pelajaran dari para komentator kuno (ringkas)
Beberapa penafsir publik domain menekankan bahwa Kidung Agung memakai metafora pasangan yang berkomunikasi secara jujur dan penuh pengakuan. Mereka melihat kalimat ini sebagai penegasan identitas hubungan: milik bersama dalam perjalanan iman. Kutipan pendek berikut mengingatkan nuansa pengakuan milik dalam dialog cinta, yang sejalan dengan kedekatan rohani antara umat Allah dan Sang Tuhan.
4) Ayat silang yang relevan
Hubungan ini mengajak pembaca untuk merenungkan bagaimana dua orang bisa saling milik dalam pengertian yang sehat: saling mengasihi, saling menjaga, dan memurnikan ikatan agar mengarahkan mereka kepada kehendak Tuhan.
5) Pertanyaan refleksi
6) Kesimpulan singkat
Ayat ini merayakan kedekatan pribadi yang dijalin melalui kasih yang saling milik. Di antara bunga bakung, kekasih berjalan bersama, menegaskan bahwa hubungan kasih yang autentik adalah perjalanan bersama menuju keindahan Tuhan. Dalam kehidupan iman, makna “miliki satu sama lain” menuntun kita pada komitmen yang tulus, memelihara satu sama lain, dan mengarahkan pandangan kita pada Sang Sumber kasih.