Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKidung Agung 6:1 Tafsiran ayat Alkitab
Kidung Agung 6:1 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Ke mana gerangan kekasihmu itu sudah pergi, hai engkau yang terelok di antara segala orang perempuan! Ke mana gerangan kekasihmu itu sudah berpaling muka, supaya kamipun mencahari dia sertamu.
Kidung Agung 6:1 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kidung Agung 6:1 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kidung Agung 1:8 (IDN) »
Jikalau tiada ia itu diketahui olehmu, hai engkau yang terelok di antara segala orang perempuan! hendaklah engkau keluar dan menurut bekas kaki kambing domba itu dan gembalakanlah kambingmu betina hampir dengan kemah-kemah gembala itu.

Kidung Agung 5:9 (IDN) »
Apakah lebihnya kekasihmu itu dari pada segala kekasih yang lain, hai engkau, yang terelok di antara segala orang perempuan! apakah lebihnya kekasihmu dari pada segala kekasih yang lain, maka engkau menyumpahi kami demikian?

Kidung Agung 6:9 (IDN) »
Tetapi seorang jua merpatiku dan kesempurnaanku, ialah anak tunggal kepada ibunya, penyuci perut orang yang telah memperanakkan dia; segala anak dara yang melihat dia itu mengatakan dia berbahagia, dan segala isteri aji dan gundikpun memuji-muji dia.
Kidung Agung 6:1 (IDN)
Ke mana gerangan kekasihmu itu sudah pergi, hai engkau yang terelok di antara segala orang perempuan! Ke mana gerangan kekasihmu itu sudah berpaling muka, supaya kamipun mencahari dia sertamu.
Setting segera
Kisah ini muncul dalam nuansa dialog cinta antara si pengantin perempuan, pengembara rindu, dan komunitas yang mengikutinya. Ayat ini menampilkan pertanyaan pembuka dari kelompok atau teman-teman yang menanyakan arah kekasih sang pengantin, sebagai bagian dari rentetan puji-pujian dan pencarian kasih dalam buku Kidung Agung. Nada yang muncul ialah campuran keingintahuan, kekaguman atas kecantikan, serta kerinduan untuk meneguhkan kehadiran pasangan itu.
Apa yang ditunjukkan ayat ini tentang Allah dan iman
Ayat ini menekankan tema pencarian dan iman akan kehadiran Allah dalam hidup umat-Nya. Ketika kekasih (menggambarkan sang mempelai) seolah-olah berpaling atau hilang dari pandangan, umat dipanggil untuk terus menaruh kepercayaan dan berharap pada perjumpaan kembali dengan Tuhan. Dalam konteks iman, buku Kidung Agung memperlihatkan bahwa kasih yang sejati tidak berhenti pada kehadiran yang terlihat, melainkan berlanjut melalui kerinduan rohani yang akhirnya menuntun kepada persekutuan yang lebih dalam dengan-Nya.
Penjelasan kata dan citraan utama
- "terelok di antara segala orang perempuan" menekankan kecantikan dan kemuliaan siapakah yang menjadi fokus pujian. Ini menimbulkan kesan penghormatan terhadap kekasih, serta pengakuan atas keistimewaan hubungan.
- "berpaling muka" mengindikasikan jarak, kerinduan, atau kehilangan kontak. Dalam sastra Kidung Agung, jarak bisa menggambarkan ujian, tetapi juga peluang untuk meneguhkan iman dalam kasih yang setia.
Rujukan terkait dalam Alkitab (cross-references)
Penjelasan singkat: Ketiga rujukan ini menekankan tema kehadiran Tuhan dalam keadaan kehilangan atau jarak, dan dorongan untuk tetap percaya pada kasih-Nya yang tak tergoyahkan.
Pelajaran praktis untuk masa kini
Keseimbangan interpretasi (gabungan pandangan para komentator publik domain)
Dalam peninjauan klasik, para komentator seperti Matthew Henry dan Adam Clarke menekankan bahwa pujian pada kekasih menggambarkan kemurnian cinta dan keistimewaan hubungan dengan Tuhan. Henry menyoroti bahwa kehilangan sementara meneguhkan iman; Clarke mengajak pembaca melihat bagian manusiawi dari kerinduan, sambil menegaskan bahwa Tuhan mengizinkan jarak untuk menumbuhkan kedalaman iman. Ringkasnya, ayat ini menggeser fokus dari sekadar keindahan lahiriah ke realitas kasih yang setia antara umat dan Sang Kekasih.
Quotations (singkat) dari tokoh-tokoh publik-domain yang relevan jika ada: Henry menekankan bahwa kehilangan bisa meneguhkan iman pada kasih Kristus; Clarke menekankan kehadiran Tuhan meski jarak visual. Catatan ini disertakan sebagai gambaran umum interpretasi mereka tanpa mengulang teks panjang mereka.