Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKidung Agung 5:16 Tafsiran ayat Alkitab
Kidung Agung 5:16 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Langitan mulutnya semata-mata manisan dan segala sesuatu yang padanya itu keinginan belaka. Demikianlah peri kekasihku, demikianlah peri sobatku, hai segala puteri Yeruzalem!
Kidung Agung 5:16 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kidung Agung 5:16 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 45:2 (IDN) »
(45-3) Bahwa keadaanmu terelok dari pada segala anak Adam, pengasihan adalah tercurah pada bibirmu, sebab itu diberkati Allah akan dikau pada selama-lamanya.

Kidung Agung 7:9 (IDN) »
dan langitan mulutmu seperti air anggur yang baik, yang memancar ke atas bagi kekasihku, dan mengalir perlahan-perlahan masuk bibir mulut orang tidur.

Mazmur 119:103 (IDN) »
Bagaimana sedap segala firman-Mu kepada langitan mulutku, terlebih dari pada air lebah kepada lidahku.
Kidung Agung 5:16 (IDN)
Setting segera: Dalam Kidung Agung, seri pujian dan dialog kasih antara mempelai pria dan mempelai wanita menampilkan suasana intimitas, kepercayaan, dan keinginan yang tulus. Ayat ini muncul saat sang mempelai wanita menunda membuka pintu dan mengalami pengakuan dari sang kekasih yang mengkualifikasi kata-katanya sebagai ungkapan kasih yang sangat dekat.
Makna teologis dan iman
Ayat ini menegaskan bahwa kasih yang sejati dalam Kitab Kidung Agung bersifat manis, memikat, dan menyelubungi seluruh keinginan hidup. Frasa “langitan mulutnya semata-mata manisan” menekankan keindahan ucapan sang kekasih—semua yang keluar dari mulutnya penuh kelazatan bagi pendengarnya. Hal ini menggarisbawahi bahwa relasi yang benar dengan sesama juga mencerminkan hubungan manusia dengan kasih Tuhan: kata-kata yang diarahkan kepada orang yang dicintai membawa kedamaian dan kesukaan bagi jiwa yang membutuhkannya.
Istilah penting dan gambaran simbolik
Rujukan silang yang relevan
Penjelasan singkat mengenai hubungan dengan iman: lewat gambar bahasa kasih, kitab ini mengajak pembaca untuk melihat bagaimana tutur kita sehari-hari membangun hubungan dengan sesama dan dengan Allah. Ucapan yang menguatkan, membangun, dan memuliakan sesama adalah cerminan kasih Allah yang dinyatakan dalam kehidupan manusia.
Aplikasi sekarang
Bagaimana kita menerapkan pelajaran dari ayat ini hari ini?
Catatan kuratorial
Para komentator klasik menekankan bahwa bagian Kidung Agung menembus relasi manusia untuk menyingkap bagaimana kasih terwujud dalam bahasa dan tindakan. Kutipan singkat dari sumber-sumber lama mungkin membantu memahami irama terminologi namun inti tetap menempatkan kasih sebagai pusat komunikasi yang memuliakan Tuhan dan sesama.
Rujukan singkat dari para komentator publik domain: “Langitan mulutnya semata-mata manisan” sejalan dengan penekanan Henry, Barnes, dan Clarke bahwa komunikasi kasih menimbulkan kenyamanan batin dan keharmonisan hubungan, karena kata-kata yang diucapkan menggenapkan kesetiaan yang dimaksudkan Allah dalam kasih-Nya kepada manusia. (Catatan referensi ke komentar klasik disediakan secara umum tanpa kutipan panjang.)