Kidung Agung 5:15 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Betisnya bagaikan tiang batu marmar yang beralaskan emas tulen. Sikapnya bagaikan Libanon, terpilih seperti pohon araz.

Ayat sebelumnya
« Kidung Agung 5:14
Ayat berikutnya
Kidung Agung 5:16 »

Kidung Agung 5:15 Tafsiran ayat Alkitab

Kidung Agung 5:15 (IDN) — Gambaran Keindahan dan Kekuatan

Setting segera: Kidung Agung 5 berisi dialog tentang kekaguman sang mempelai atas kecantikan pasangannya. Ayat 15 menyoroti bagian tubuh dan sikapnya dengan gambaran yang kuat: bagaikan tiang batu marmar beralaskan emas tulen, sikapnya bagaikan Libanon, terpilih seperti pohon araz. Makna keseluruhan ayat ini menekankan kemuliaan, kemurnian, dan kekuatan pribadi pasangannya, serta kehormatan yang diberikan kepada sosok itu dalam pemandangan pernikahan rohani yang diramu dengan bahasa puitis.

Makna teologis dan iman

Ayat ini menekankan nilai kemurnian dan keluhuran pribadi yang dinyatakan melalui gambaran fisik dan karakter. Pada tingkat teologis, pujian ini menyoroti bagaimana hubungan kasih antara dua pihak mencerminkan kedalaman kasih Allah terhadap umat-Nya: sesuatu yang leluhur kita renungkan sebagai metafora tentang kemurnian dan kekuatan yang berasal dari iman yang teruji.

Istilah dan gambaran utama

  • “Betisnya bagaikan tiang batu marmar yang beralaskan emas tulen.” Gambaran ini menonjolkan keseimbangan antara kekuatan fisik dan kemewahan nilai batin. Marmar menandakan kemurnian dan kemuliaan batu, sementara emas tulen menandakan kekuatan dan keluhuran yang tidak berubah.
  • “Sikapnya bagaikan Libanon.” Libanon adalah pegunungan yang tinggi, simbol kestabilan, keteduhan, dan keutuhan. Di sini, sikap pasangannya dipresentasikan sebagai karakter yang kokoh dan terhormat.
  • “Terpilih seperti pohon araz.” Pohon ara merupakan simbol buah yang berharga dan kehendak yang diberkati, mengisyaratkan integritas dan kemakmuran rohani.

Pendampingan dengan penafsir terkenal

Penafsiran klasik menyoroti pujian ini sebagai refleksi kasih yang murni, mengundang pembaca untuk melihat bagaimana keindahan dan kebajikan terjalin dalam hubungan yang dipersembahkan kepada Allah. Beberapa penulis gereja tua menekankan bahwa metafora ini juga mengacu pada kemuliaan Mesias dan umat-Nya yang dipatutkan dalam hubungan perjanjian. Dalam tradisi tafsiran publik domain, ada kecenderungan melihat gambar-gambar ini sebagai gambaran kehormatan dan kesetiaan yang layak diberikan kepada pasangan yang setia kepada Allah dan satu sama lain.

Cuplikan pandangan singkat para komentator (tanpa kutipan penuh)

Beberapa komentator menyoroti: kemurnian fisik yang terberkati oleh nilai rohani; kestabilan dan kemakmuran batin yang terpancar melalui karakter; serta keterpilihan sebagai tanda hubungan yang diberkati dan kekal. Gagasan ini membimbing pembaca untuk menilai keindahan tidak hanya pada penampilan, tetapi juga pada integritas hati dan niat yang setia.

Cross-references dan hubungan Alkitabiah

Beberapa rujukan relevan untuk memahami tema kemuliaan, kekuatan, dan keindahan dalam konteks hubungan rohani:

  • Kejadian 2:25 — Pernikahan awal manusia menampilkan kemurnian dan kedekatan yang rendah hati antara pasangan.
  • Yesaya 60:19-20 — Kemuliaan Allah menggantikan matahari; umat-Nya menerima cahaya dan kestabilan dari kehadiran-Nya, mengaitkan kemuliaan dengan keamanan rohani.
  • 1 Korintus 13:4-7 — Cinta sejati menekankan sifat-sifat keikhlasan, kestabilan, dan keutamaan hati, melengkapi gambaran kemuliaan hubungan yang ada di sini.

Pembaca dapat melihat bagaimana teks ini mengajak kita menimbang kemuliaan dalam hubungan melalui kualitas batin yang teruji, serta bagaimana gambaran kekuatan dan kehormatan menegaskan kemurnian hubungan yang dipersembahkan kepada Allah.

Aplikasi praktis untuk masa kini

  • Pelihara kemurnian hati dan niat: nilai integritas, kesetiaan, dan belas kasih sebagai fondasi hubungan pribadi maupun komunitas.
  • Nilai keadilan dan kestabilan: wujudkan karakter yang dapat diandalkan, sebagaimana gambaran Libanon yang kuat dan mantap.
  • Hargai kehormatan pasangan: ajar diri untuk melihat keindahan dalam kualitas batin, bukan sekadar penampilan luar.

Kesimpulan: ayat ini memuji kemurnian dan kekuatan yang saling melengkapi dalam hubungan yang diberkati. Keindahan hakiki terletak pada integritas hati, keteguhan sikap, dan kesetiaan kepada Allah serta sesama.

Catatan penelusuran: bagian ini mengingatkan kita bahwa kemuliaan yang dinyatakan di sini berakar pada realitas rohani yang lebih besar—hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama yang menuntun pada hidup yang berkenan di hadapan-Nya.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

Kidung Agung 5:15 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Raja-raja 4:33 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
1 Raja-raja 4:33 (IDN) »
Dan lagi disuratkan baginda akan hal tabiat segala pohon kayu, dari pada pohon araz yang di atas Libanon datang kepada pokok zufa yang bertumbuh pada pagar tembok; dan lagi disuratkan baginda akan hal tabiat segala binatang yang berkaki empat dan segala unggas dan segala binatang yang melata dan segala ikan.

Keluaran 26:19 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Keluaran 26:19 (IDN) »
Dan lagi hendaklah kauperbuat empat puluh buah kaki perak di bawah dua puluh batang jenang itu, dua buah kaki pada sebatang jenang dengan dua pemegangannya; dan dua buah kaki pada jenang yang lain dengan dua pemegangannya.

Hakim-hakim 13:6 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Hakim-hakim 13:6 (IDN) »
Hata, maka masuklah perempuan itu memberitahu lakinya, katanya: Bahwa telah datang kepadaku seorang suruhan Allah, rupanya seperti rupa Malaekat Allah, amat hebat, maka tiada kutanya akan dia dari mana datangnya, dan iapun tiada memberi tahu namanya kepadaku,

IDN Pilih kitab dalam Alkitab