Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKidung Agung 5:5 Tafsiran ayat Alkitab
Kidung Agung 5:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Lalu bangunlah aku, hendak membukakan pintu akan kekasihku, maka tanganku bertitik-titik mur dan jarikupun minyak mur pada pemegangan kancing.
Kidung Agung 5:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kidung Agung 5:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kidung Agung 5:13 (IDN) »
Pipinya seperti petak pokok rempah-rempah, bagaikan bukit yang harum baunya, bibirnya bagaikan bunga bakung, yang bertitik-titik minyak mur.

Kidung Agung 5:2 (IDN) »
Bahwa tertidurlah aku, tetapi hatiku lagi berjaga, maka kedengaranlah bunyi suara kekasihku sambil mengetok pintu, katanya: Bukakanlah aku pintu, hai adinda, emasku, merpatiku dan kesempurnaanku! karena kepalaku dibasahkan oleh embun dan ikal-ikal rambutku oleh rintik-rintik malam.

Kidung Agung 3:6 (IDN) »
Siapa gerangan dia, yang datang naik dari padang belantara bagaikan tiang asap, terukup dengan mur dan kemenyan, dan bau segala jenis rempah yang indah-indah?
Kidung Agung 5:5 (IDN)
Gelas terang dari Kisah kasih Salomo menunjukkan gambaran hubungan antara mempelai pria dan wanita yang saling menantikan. Ayat ini menampilkan momen kebingungan dan keinginan untuk membuka pintu bagi kekasih, setelah bangun di tengah malam. Nyata bahwa emosi cinta yang kuat mendorong tindakan konkret: bangun, membukakan pintu, memperhatikan detil fisik—mur pada jari tangan dan mur pada kancing sebagai simbol keintiman yang telah lama dinanti.
Ayat dalam konteks pasal
Dalam Kidung Agung, pengantin pria dan wanita saling merindukan kehadiran satu sama lain. Pasal ini menggambarkan usaha wanita untuk memberi sambutan kepada kekasihnya, meski keadaan malam penuh teka-teki. Situasi malam telur menyiratkan kedekatan emosional yang berujung pada perjumpaan fisik dan pengakuan hasrat yang suci dalam konteks kasih yang tulus.
Pelajaran rohani utama
Pelajaran sentral ayat ini adalah dorongan iman untuk siap menemui Tuhan dalam suasana batin yang penuh rindu. Hidup rohani menuntut kesiapsediaan: janji untuk membuka pintu spiritual menandakan iman yang aktif—bukan sekadar harapan, melainkan tindakan nyata untuk menerima kasih karunia Tuhan yang datang pada saat yang tepat.
Perbandingan dengan bagian lain Alkitab
Aplikasi praktis
Bagaimana kita menerapkan ayat ini sekarang?
Kaitan silang singkat
Beberapa rujukan membantu memperluas makna, tanpa menyalin isi firman secara lengkap: Yeremia 29:13 menekankan pencarian Tuhan dengan segenap hati; Wahyu 3:20 menggambarkan Tuhan yang berdiri di pintu dan mengetuk—seruan untuk membukakan pintu bagi-Nya; Matius 7:7-8 menegaskan bahwa pencarian sungguh-sungguh membawa jawaban. Ini menekankan bahwa kesiapsiaian rohani adalah bagian dari hubungan yang dinamis dengan Tuhan.
Rangkuman
Kidung Agung 5:5 menampilkan tindakan nyata karena rindu yang tulus. Dalam konteks rohani, ayat ini mengajak kita untuk tidak menunda respons terhadap kehadiran Tuhan: bangun, buka pintu hati, dan sambut kasih yang datang dalam berbagai cara. Penekanan pada detil fisik seperti mur dan jarik mur menambah kesan keakraban dalam gambaran kasih yang kudus, bukan sekadar gambar romantis semata.
Catatan singkat tentang sumber para komentator publik domain yang relevan: Cajutan karya Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke sering dipakai untuk memperkaya pemahaman, dengan catatan bahwa satu kutipan singkat dapat ditemukan seperti pernyataan mereka mengenai keintiman rohani dan kesiapsiagaan iman. Namun, seluruh penafsiran disusun secara orisinal untuk pembaca IDN tanpa menyalin teks lengkap dari sumber tersebut.