Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKidung Agung 5:9 Tafsiran ayat Alkitab
Kidung Agung 5:9 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Apakah lebihnya kekasihmu itu dari pada segala kekasih yang lain, hai engkau, yang terelok di antara segala orang perempuan! apakah lebihnya kekasihmu dari pada segala kekasih yang lain, maka engkau menyumpahi kami demikian?
Kidung Agung 5:9 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kidung Agung 5:9 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kidung Agung 1:8 (IDN) »
Jikalau tiada ia itu diketahui olehmu, hai engkau yang terelok di antara segala orang perempuan! hendaklah engkau keluar dan menurut bekas kaki kambing domba itu dan gembalakanlah kambingmu betina hampir dengan kemah-kemah gembala itu.

Kidung Agung 6:1 (IDN) »
Ke mana gerangan kekasihmu itu sudah pergi, hai engkau yang terelok di antara segala orang perempuan! Ke mana gerangan kekasihmu itu sudah berpaling muka, supaya kamipun mencahari dia sertamu.

Kidung Agung 6:9 (IDN) »
Tetapi seorang jua merpatiku dan kesempurnaanku, ialah anak tunggal kepada ibunya, penyuci perut orang yang telah memperanakkan dia; segala anak dara yang melihat dia itu mengatakan dia berbahagia, dan segala isteri aji dan gundikpun memuji-muji dia.
Kidung Agung 5:9 (IDN): Mengagungkan Kekasih dalam Kontras dengan Kekasih Lain
Ayat ini menonjolkan pertanyaan retoris yang menegaskan keunikan sang kekasih di hadapan para pembaca. Gaya puisi yang emosional menampilkan kekaguman penutur terhadap keindahan fisik dan karakter sang kekasih, sekaligus menimbulkan rasa iri terhadap kekasih lain yang dianggap lebih unggul. Dalam konteks maknanya, ayat ini berfungsi sebagai pernyataan identitas visual dan moral yang membedakan kekasih dari yang lain, serta mengundang pembaca untuk merenungkan bagaimana kasih dan keindahan dipersepsikan dalam hubungan.
konteks asli dan makna utama
Pada Kidung Agung, puisi ini adalah dialog antara sang penggubah dan kekasihnya, dengan nuansa romantis yang puitis. Ayat 9 mengandung dua bagian pertanyaan retoris yang menekankan keistimewaan kekasih. Secara budaya, ungkapan semacam ini menegaskan eksklusivitas hubungan dan menolak gambaran umum; kekasih dinilai di atas semua kekasih yang lain, terutama di antara para perempuan, sesuai konteks rimauan sosial mereka.
temas utama yang disorot
ungkapan dan wawasan dari tokoh komentar berpendapat publik domain
Beberapa penafsir gerejawi klasik menyoroti bahwa nada ayat ini memaparkan kekayaan bahasa kiasan dalam Kidung Agung. Para penafsir seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa puisi ini bukan sekadar puji-pujian fisik, melainkan pernyataan tentang kedalaman kasih dan keunikan hubungan yang Allah rindukan antara umat-Nya dan Kristus; pembelajaran umum tentang nilai eksklusif kasih ilahi juga bisa diaplikasikan secara rohani pada hubungan manusia.
beberapa rujukan silang yang relevan
- Kidung Agung 2:16; 6:3: menekankan kepemilikan dan kedekatan dalam hubungan kasih. Kedua ayat ini sejalan dengan tema eksklusivitas, bahwa kekasih dipandang sebagai milik penuh dan dekat secara intim.
- Yohanes 14:23: menegaskan bahwa kasih Kristus menuntun pada kedekatan pribadi dengan Allah, suatu pola bagaimana kasih dipandang sebagai hubungan yang khusus dan tidak sekadar kenikmatan lahiriah.
- 2 Korintus 11:2: alkitabiah menggambarkan kasih suci yang memanggil umat untuk setia, mirip tuntutan setia dan keistimewaan hubungan dalam puisi Kidung Agung.
refleksi renungan singkat
Ayat ini mengingatkan bahwa kasih sejati menuntun pada penghargaan terhadap keunikan pasangan kita. Dalam dunia yang sering membandingkan, kita diajak untuk melihat kekayaan hubungan dengan penuh syukur: kekasih adalah satu-satunya cerminan kasih yang tidak tergantikan. Biarlah kita menyampaikan penghormatan yang tulus kepada kekasih kita dengan kesetiaan dan perhatian yang konsisten.
catatan editorial tentang sumber daya penafsir publik domain
Ringkasan interpretasi di atas diperkaya oleh pola-pola komentar klasik yang menekankan dimensi eksklusivitas dan kedalaman kasih. Jika digunakan, kutipan langsung dari para penafsir publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke akan menegaskan bahwa makna puisi ini melampaui fisik semata dan mengarah pada keintiman rohani serta loyalitas. Contoh kutipan singkat yang relevan (bila dipakai secara terpisah): Henry menekankan keindahan dicapai lewat karakter, Barnes menekankan konteks puisi sebagai ungkapan kasih, Clarke menyoroti kekuatan bahasa puitis dalam penekanan pernyataan makna.
penutup singkat
Ayat ini mengundang kita menyimak bagaimana keindahan dan kasih dipresentasikan sebagai puncak hubungan. Dalam hidup iman, kita diajak untuk menilai kasih dengan kedalaman: bukan hanya pada penampilan, melainkan pada kesetiaan, kemurnian, dan keintiman yang terjalin karena kasih Allah.