Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKidung Agung 6:9 Tafsiran ayat Alkitab
Kidung Agung 6:9 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tetapi seorang jua merpatiku dan kesempurnaanku, ialah anak tunggal kepada ibunya, penyuci perut orang yang telah memperanakkan dia; segala anak dara yang melihat dia itu mengatakan dia berbahagia, dan segala isteri aji dan gundikpun memuji-muji dia.
Kidung Agung 6:9 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kidung Agung 6:9 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kidung Agung 5:2 (IDN) »
Bahwa tertidurlah aku, tetapi hatiku lagi berjaga, maka kedengaranlah bunyi suara kekasihku sambil mengetok pintu, katanya: Bukakanlah aku pintu, hai adinda, emasku, merpatiku dan kesempurnaanku! karena kepalaku dibasahkan oleh embun dan ikal-ikal rambutku oleh rintik-rintik malam.

Kidung Agung 2:14 (IDN) »
Hai merpatiku! yang bersembunyi di dalam celah-celah bukit batu yang tinggi! biarlah aku memandang mukamu, biarlah aku mendengar suaramu, karena manislah bunyi suaramu dan eloklah parasmu.

Wahyu 21:9 (IDN) »
Maka datanglah seorang daripada ketujuh malaekat yang sudah memegang ketujuh bokor penuh dengan ketujuh bala yang akhir itu, lalu bertuturlah kepadaku, katanya, "Marilah aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan itu, yaitu isteri Anak domba itu."
Kidung Agung 6:9 (IDN): Ringkasan dan Renungan
Pemahaman kita tentang Kidung Agung sering berputar pada gambaran kasih yang intim dan merdu antara mempelai pria dan mempelai perempuan. Ayat ini menyoroti seorang jua merpatiku—ungkapan yang menekankan keistimewaan dan keindahan seseorang sebagai bagian pribadi dari pasangan. Terlihat ada nuansa penghormatan terhadap suri tauladan seorang ibu yang melahirkan, serta respons pujian dari berbagai lapisan masyarakat. Ayat ini menekankan kemurnian, pernikahan suci, dan bagaimana kehadiran mempelai wanita membawa kebahagiaan bagi orang banyak.
Ayat dalam konteks pasal
Pasal 6 menggambarkan keindahan, kehormatan, dan kesetiaan mempelai wanita sebagai bagian dari simfoni cinta antara mempelai pria dan wanita. Frasa “seorang jua merpatiku dan kesempurnaanku” menggarisbawahi kedudukan istimewa pasangan ini—ia menjadi pusat pengakuan yang memancarkan keharuman hubungan mereka. Gambaran “anak tunggal kepada ibunya; penyuci perut orang yang telah memperanakkan dia” mengaitkan tradisi pengakuan harta karun keluarga, kesucian, dan warisan. Kesaksian “segala anak dara yang melihat dia itu mengatakan dia berbahagia, dan segala isteri aji dan gundikpun memuji-muji dia” menunjukkan dampak positif dari calon pengantin yang setia dan mengagumkan di mata publik.
Pelajaran rohani utama
Perenungan komparatif dengan bagian lain Alkitab
Beberapa bagian menguatkan gaya bahasa ini:
Intinya, ayat ini menegaskan bahwa satu hubungan yang meneladani kasih Tuhan membawa kekaguman, kemurnian, dan pujian dari lingkungan sekeliling.
Aplikasi praktis
Catatan rujukan singkat: Ayat ini mengembalikan kita pada gambaran hubungan yang dikuduskan dan dipuji oleh banyak pihak, mirip dengan pesan-pesan dalam bagian lain Kidung Agung tentang kemuliaan kasih yang sejati. Dalam renungan para komentator publik domain, banyak menyoroti makna kemurnian dan penghargaan komunitas terhadap hubungan yang berlandaskan komitmen ilahi.
Renungan singkat para tokoh terdahulu
Beberapa pandangan klasik menekankan bahwa “anak tunggal” dan “ibu” menandai kehormatan keluarga dan garis keturunan yang dipandang suci, sementara pujian publik menegaskan bahwa mempelai pria dan wanita hidup dalam contoh integritas yang memuliakan Tuhan. (Kutipan singkat dari para komentator publik domain hadir sebagai gambaran umum, tanpa menyalin teks penuh.)
Cross-references
- Efesus 5:25-27: kasih suami kepada istri sebagai gambaran kasih Kristus; bagian ini membantu memahami kemurnian dan kesetiaan sebagai inti hubungan pernikahan bersama dengan peran komunitas.
- Yesaya 62:5: kepujian hubungan antara Tuhan dan umat-Nya seperti pasangan yang terikat dalam kasih; menggarisbawahi dampak publik dari hubungan yang diberkati Allah.
- Yeremia 31:22: gambaran keutuhan dan pemulihan kasih sebagai simbol iman Tuhan terhadap umat-Nya.
Penutup
Ayat ini mengajak pembaca untuk melihat nilai keutuhan, kemurnian, dan kemuliaan hubungan pernikahan. Ketika pasangan hidup dalam komitmen yang diberikan Allah, kemuliaan-Nya terpancar di tengah masyarakat melalui kebahagiaan, penghormatan, dan pujian yang tulus.