Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Kidung Agung 2:1 Kidung Agung 2:2 Kidung Agung 2:3 Kidung Agung 2:4 Kidung Agung 2:5 Kidung Agung 2:6 Kidung Agung 2:7 Kidung Agung 2:8 Kidung Agung 2:9 Kidung Agung 2:10 Kidung Agung 2:11 Kidung Agung 2:12 Kidung Agung 2:13 Kidung Agung 2:14 Kidung Agung 2:15 Kidung Agung 2:16 Kidung Agung 2:17



Kidung Agung 2:14 (IDN)
Setting segera: Kidung Agung 2 menggambarkan kasih yang dinamis antara kekasih dan raja, penuh keindahan alam dan keintiman. Ayat 2:14, meskipun berasal dari dialog puitis, menonjolkan gambaran merpatik yang bersembunyi di celah bukit batu, menggambarkan kerinduan dan kepekaan satu pihak terhadap kehadiran yang lain. Dalam konteks kasih yang harmonis, bait ini menyoroti keinginan untuk melihat wajah dan mendengar suara kekasih sebagai tanda kedekatan dan kepercayaan.
Apa yang diungkapkan teks tentang Allah, iman, atau hubungan manusia dengan Tuhan?
Meskipun kitab ini berperan sebagai alegori kasih antara pengantin pria dan wanita, bacaan ini dapat dipahami sebagai gambar iman manusia yang bersemangat mencari Tuhan. Frasa merpatiku pada bukit batu menegaskan gagasan bahwa perasaan rohani sering menantang diri untuk mendekat kepada Allah, bahkan ketika jalannya belum jelas. Suara dan wajah kekasih adalah simbol kehadiran ilahi yang memulihkan kerinduan jiwa yang haus akan hadirat-Nya. Dalam tradisi pasal-pasal Kidung Agung, keinginan untuk melihat wajah Tuhan sering dipahami sebagai kerinduan untuk mengalami kasih-Nya secara nyata dan pribadi.
Penjelasan kata dan citraan penting
Cross-references (hubungan dengan pasal lain)
Beberapa ayat terkait yang membantu memperkaya makna:
Penjelasan singkat: ketiga rujukan ini menekankan tema mencari Tuhan, kedekatan pribadi dengan-Nya, dan kehadiran Allah yang dapat dirasakan ketika umat-Nya berinisiatif mendekat meski jalannya penuh rintangan.
Aplikasi sekarang
Ayat ini mengajak pembaca untuk merawat kerinduan rohani secara aktif. Dalam kehidupan modern yang sibuk, kita bisa menimbang beberapa langkah praktis:
Ringkasnya, Kidung Agung 2:14 mengundang kita untuk melihat wajah Tuhan dan mendengar suara-Nya dalam cara yang intim dan nyata. Ini bukan sekadar gambaran romantis, melainkan ajakan untuk menjalin hubungan pribadi dengan Tuhan melalui iman yang tekun dan kerendahan hati.
Catatan editor: Cuplikan langsung dari tokoh komentator publik domain yang relevan tidak disertakan dalam kutipan penuh. Namun, sintesis ini menggabungkan wawasan umum para komentator klasik seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke tanpa menampilkan kutipan panjang berhak cipta, serta menambahkan sentit penafsiran Indonesia yang kohesif.