Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Kidung Agung 2:1 Kidung Agung 2:2 Kidung Agung 2:3 Kidung Agung 2:4 Kidung Agung 2:5 Kidung Agung 2:6 Kidung Agung 2:7 Kidung Agung 2:8 Kidung Agung 2:9 Kidung Agung 2:10 Kidung Agung 2:11 Kidung Agung 2:12 Kidung Agung 2:13 Kidung Agung 2:14 Kidung Agung 2:15 Kidung Agung 2:16 Kidung Agung 2:17



Kidung Agung 2:10 (IDN)
Dalam Kidung Agung, pembicaraan antara kekasih asmara melukiskan rayuan cinta yang dinamis: dari keindahan pribadi hingga ajakan melangkah keluar dari kediaman aman menuju angin luar yang penuh harapan. Ayat ini menandai momen penyataan kekasih yang memanggil sang adinda keluar, menyampaikan nuansa kegembiraan dan iman akan masa depan bersama.
Gambaran Singkat dalam pasal ini
Pasal 2 menggambarkan keindahan dan semangat cintaan pasangan kekasih. Ayat 10 memunculkan suara kekasih yang berkata, bangkitlah, hai adinda yang amat elok, hendaklah engkau keluar. Makna ini mengandung ajakan untuk bangkit dari keadaan dorman, menanggalkan keraguan, dan menerima jalan bersama yang telah dipersiapkan oleh kasih. Sesuai konteks, kekasih mengajak adinda untuk melihat ke luar, memasuki masa perjalanan baru berdua, dengan keyakinan bahwa pertemuan dan perjumpaan di hadapan menanti.
Inti pelajaran rohani
Referensi silang yang relevan
Beberapa ayat lintas yang menyoroti tema serupa tentang ajakan, bangkit, dan permulaan perjalanan iman:
Pengajaran dari para komentator publik domain
Para penafsir klasik melihat ayat ini sebagai gambaran asmara spiritual antara umat Tuhan dan Sang Pemuja. Mereka menekankan nuansa kehangatan hubungan dan dorongan untuk meninggalkan ketidakpastian menuju ikatan yang lebih dekat dengan kekasih kekal. Kutipan pendek yang relevan dari penafsir terdahulu menjelaskan bahwa doa, pujian, dan tindakan iman menjadi bagian integral dalam langkah keluar dari zona nyaman menuju tujuan ilahi. Dalam karya-karya Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, unsur ajakan, keindahan identitas rohani, serta perjalanan iman melalui kasih sering diperhatikan sebagai inti makna ayat ini. (Keterangan: kutipan langsung pendek dari Henry, Barnes, Clarke yang relevan akan dicatat tepat jika tersedia.)
Aplikasi praktis
Bagaimana kita dapat menerapkan ajakan ini dalam kehidupan sehari-hari?
Ringkasan
Kidung Agung 2:10 menyalakan semangat ajakan untuk bangkit dan keluar bersama kekasih. Ayat ini menegaskan bahwa perjalanan iman bukan sekadar energi pribadi, melainkan persekutuan kasih yang dipelihara oleh Allah. Dengan mengenali identitas dalam kasih-Nya dan merespons undangan-Nya, kita melangkah menuju tujuan yang telah dipersiapkan untuk kita.