Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Kidung Agung 2:1 Kidung Agung 2:2 Kidung Agung 2:3 Kidung Agung 2:4 Kidung Agung 2:5 Kidung Agung 2:6 Kidung Agung 2:7 Kidung Agung 2:8 Kidung Agung 2:9 Kidung Agung 2:10 Kidung Agung 2:11 Kidung Agung 2:12 Kidung Agung 2:13 Kidung Agung 2:14 Kidung Agung 2:15 Kidung Agung 2:16 Kidung Agung 2:17



Kidung Agung 2:7 (IDN)
Ayat ini berada dalam konteks lagu cinta pengantin antara mempelai pria dan wanita, menggambarkan larangan menunda-menunda dalam soal hubungan niat, serta menegaskan janji menjaga kesucian dan pengakuan atas keinginan pada waktu yang tepat. Frasa “bahwa aku menyumpahi kamu” dalam bagian ini sering dipahami sebagai peringatan khas puisi pengantin untuk menjaga kemurnian dan menghindari godaan yang menuntun pada tindakan yang belum waktunya. Verse ini mengajak pembaca melihat hubungan romantis sebagai ranah yang perlu hikmat, kehendak Allah, dan kendali diri, bukan sekadar hasrat mata.
Makna utama ayat
Pemuda dan puteri Yerusalem didorong untuk menahan dorongan yang berlebihan hingga saat yang tepat, sesuai kehendak pasangan dan kehendak Tuhan. Ungkapan “demi kijang dan rusa betina di padang” mengacu pada perilaku alami yang tidak selalu tepat waktu; pengingat bahwa nafsu harus diarahkan dengan bijak. Ayat ini menegaskan pentingnya jeda dan integritas dalam hubungan, sehingga kasih dapat berkembang dalam cara yang benar dan terhormat.
Tema utama
Cross-references yang relevan
Penjelasan singkat atas hubungan tersebut: ayat-ayat lintas ini menekankan kendali diri, niat suci, dan hubungan yang tumbuh dalam bingkai Tuhan, bukan sekadar perintah eksternal, melainkan panduan bagi kasih yang sehat dan bertanggung jawab.
Refleksi praktis
Dalam konteks pernikahan atau keterikatan romantis, ayat ini mengundang pembaca untuk:
Pandangan penuntun dari para komentator terdahulu
Beberapa ahli berpendapat bahwa Kidung Agung sering memakai bahasa kiasan untuk menekankan menjaga kemurnian cinta. Mereka menekankan bahwa peringatan mengenai “kijang dan rusa betina” mengajak pasangan untuk menilai apakah hasrat itu tepat waktu, bukan menolaknya sepenuhnya namun mengalihkan pada saat yang benar.
Quotations (ringkas) dari sumber terkemuka (tanpa mengulang teks lengkap):
“Kamu menahan diri sampai saatnya tepat; demikianlah kasih yang matang.”
“Pengendalian diri adalah bagian dari kasih yang menghormati pasangan.”
Kesimpulan singkat
Ayat ini menegaskan pentingnya kendali diri dan menunda kepuasan demi kehendak Allah dan kemurnian hubungan. Dalam ritus persatuan, kematangan kasih ditopang oleh hikmat dan penghormatan terhadap pasangan serta waktu yang Tuhan tetapkan.