Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKidung Agung 3:5 Tafsiran ayat Alkitab
Kidung Agung 3:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwa aku menyumpahi kamu, hai segala puteri Yeruzalem! demi kijang dan rusa betina di padang, jangan kamu menyadarkan dan jangan kamu menjagakan birahi itu dahulu dari pada dikehendakinya.
Kidung Agung 3:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kidung Agung 3:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kidung Agung 2:7 (IDN) »
Bahwa aku menyumpahi kamu, hai segala puteri Yeruzalem! demi kijang dan rusa betina di padang, jangan kamu menyadarkan dan jangan kamu menjagakan birahi itu dahulu dari pada dikehendakinya!

Kidung Agung 8:4 (IDN) »
Bahwa aku menyumpahi kamu, hai segala puteri Yeruzalem! janganlah kamu menyadarkan dan jangan kamu menjagakan birahi itu dahulu dari pada dikehendakinya!

Mikha 4:8 (IDN) »
Maka engkau, hai Migdal-eder, hai Ofel puteri Sion! kemuliaanmu akan datang, bahkan, pemerintahan yang dahulu itu akan datang, yaitu kerajaan puteri Yeruzalem!
Kidung Agung 3:5 (IDN)
Ringkasan pembacaan: Dalam bagian ini, pengarang memperlihatkan pergumulan batin seorang pengantin wanita yang menghadapi godaan dan tekanan sosial ketika ia menantikan momen perjumpaan yang intim dengan pasangannya. Ayat ini menahan diri dari memberi perhatian berlebih pada hal-hal yang bisa membangkitkan hasrat sebelum waktunya, menempatkan orientasi pada tujuan pernikahan ilahi dan kedamaian hubungan yang setia.
Ayat dalam konteks pasal
Kidung Agung pasal 3 menggambarkan perjalanan ragu dan keinginan pribadi sang pengantin wanita untuk menemukan keamanan dalam kasih suci sang kekasih. Ayat 5 menonjolkan sikap menahan diri ketika godaan muncul dari lingkungan sekitar, terutama terkait dengan daya tarik fisik. Ini bukan sekadar nasihat moral formal, melainkan respons iman terhadap ancaman melampaui batas-batas hubungan yang telah disusun secara suci oleh Allah.
Pemahaman utama ayat
Inti pelajaran ayat ini adalah menjaga hati dari gangguan yang tidak perlu sebelum waktunya, agar hubungan tetap fokus pada komitmen pernikahan yang sepadan. Dalam konteks Kidung Agung, tindakan menunda kegelisahan juga menegaskan kepercayaan bahwa kedamaian hubungan dilahirkan dari kesetiaan, kendali diri, dan hormat terhadap batas-batas ilahi.
Beberapa wawasan tafsiran yang relevan
Cross-references (singkat, dengan penjelasan singkat)
Bagaimana menerapkan ayat ini dalam hidup nyata
Taruhlah prioritas iman di atas godaan duniawi dengan membangun batasan sehat dalam hubungan. Carilah ketenangan batin melalui doa, komunikasi yang jujur dengan pasangan, dan komitmen pada tujuan mulia pernikahan. Ketika tekanan sosial datang, ingatlah bahwa Allah memanggil kita untuk menjaga kemurnian kasih sambil menantikan penyatuan yang diberkati dalam rumah tangga.
Penutup – inti pelajaran
Ayat ini mengingatkan bahwa kedewasaan rohani terlihat dalam kemampuan menahan diri demi kehormatan hubungan. Kesetiaan, kendali diri, dan fokus pada tujuan pernikahan yang suci adalah fondasi yang membangun cinta yang bertahan lama dalam konteks pengamatan ilahi.
Quotations (ringkas) yang relevan dari penafsir ber-judul publik domain: Beberapa bagian dari karya Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan tema kendali diri, kemurnian, dan kedalaman komitmen dalam hubungan pernikahan. Jika ada kutipan spesifik, akan dicatat sebagai bagian penting yang menguatkan tafsiran di atas.