Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKidung Agung 3:7 Tafsiran ayat Alkitab
Kidung Agung 3:7 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Lihat inilah peraduan Sulaiman; pada kelilingnya adalah enam puluh orang pahlawan dari pada segala pahlawan orang Israel;
Kidung Agung 3:7 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kidung Agung 3:7 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Samuel 28:2 (IDN) »
Maka sembah Daud kepada Akhis: Bahwasanya tuanku akan melihat kelak barang yang hendak patik perbuat! Maka titah Akhis kepada Daud: Sebab itu aku tanggungkan juga atasmu pengawalan diriku pada segala hari ini.

1 Samuel 8:16 (IDN) »
Tambahan pula hamba-hambamu dan orang mudamu yang terbaik itu dan keledaimupun akan diambilnya hendak digunakannya kepada pekerjaannya.

1 Samuel 14:52 (IDN) »
Maka pada segala hari umur hidup Saul itu adalah perang besar dengan orang Filistin, maka sebab itu dihimpunkanlah Saul kepadanya segala orang perwira dan segala orang perkasa yang dilihatnya.
Kidung Agung 3:7 (IDN) - Makna dan Konteks
Inti ayat ini adalah penggambaran suami terhadap peraduan sang ratu mimpi, dengan penegasan jumlah pelindung yang berada di sekelilingnya. Kalimat ini menekankan keagungan dan keamanan para pahlawan Israel yang menjaga permaisuri dalam perjalanan mimpi itu.
Konteks latar belakang
Kidung Agung berisi syair-syair yang memberontak pada keintiman manusiawi, gambaran kasih antara mempelai laki-laki dan perempuan, serta nuansa kebahagiaan, kekudusan, dan kemesraan. Ayat 7 berada dalam bagian yang menggambarkan pengorganisasian keamanan dan kemewahan peraduan sang ratu, seolah-olah menujukkan betapa kuatnya perlindungan dan penghormatan terhadap istri yang sedang dinyatakan sebagai objek kasih suami.
Interpretasi singkat
- Frasa peraduan Sulaiman menekankan kemegahan, bukan semata tempat tidur. Permaisuri ditampilkan dalam suasana istimewa, di mana para pahlawan Israel berdiri mengelilingi, memberi gambaran akan keamanan dan hormat. Hal ini juga mencerminkan adanya struktur penjagaan dan tata kelola keromantisan dalam konteks kerajaan.
- Angka “enam puluh orang pahlawan” menunjukkan jumlah yang signifikan dan terhormat, menambah nuansa kemurnian dan kehormatan. Ini bukan sekadar kedekatan pribadi, melainkan gambaran tentang komunitas yang mengangkat martabat pasangan).
Catatan interpretasi para tokoh tradisional
Beberapa penafsir mengamati bahwa bagian ini menyoroti bagaimana pelindung kerajaan melindungi sang istri, menyiratkan bahwa kasih suami memiliki kedudukan yang menginginkan kemurnian dan kehormatan. Para penafsir klasik menekankan simbolisme kemuliaan pernikahan dan perlindungan ilahi atas makna pertemuan kasih.
Kait Alkitabiah ( silang konteks )
Rujukan silang yang relevan
- Kidung Agung 1:4: Menunjukkan kehormatan dan rasa aman dalam pertemuan kasih.
- Kidung Agung 4:8: Gambaran perlindungan dan keutuhan hubungan pasangan saat menata persekutuan kasih.
- Amsal 18:22: Nilai kebijaksanaan dalam menjaga kehormatan hubungan pernikahan.
Inti praktis yang ringkas
Penutup melalui sinar tafsiran klasik
Melalui pandangan para penafsir lama, ayat ini mengingatkan bahwa kemegahan peraduan bukan sekadar gambaran dongeng, melainkan cerminan realitas perlindungan, hormat, dan estetika kasih suami-istri dalam kerangka kemuliaan ilahi atas hubungan manusia. Perikuan kasih yang dilindungi ini mengundang pembaca untuk menilai kembali bagaimana kita menimbang keutuhan hubungan pribadi di hadapan kemegahan hidup berkeluarga.