Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKidung Agung 3:4 Tafsiran ayat Alkitab
Kidung Agung 3:4 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Baharu aku lalu dari pada mereka itu, maka aku mendapat dia, yang kekasih hatiku; aku memegang dia, tiada kulepaskan dia pergi sebelum aku sudah membawa akan dia masuk dahulu ke dalam rumah ibuku dan ke dalam bilik dia, yang sudah memperanakkan daku.
Kidung Agung 3:4 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kidung Agung 3:4 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amsal 4:13 (IDN) »
Peganglah teguh-teguh akan pengajaran itu, jangan lepaskan dia, melainkan taruhlah akan dia, karena ialah selamatmu adanya.

Amsal 8:17 (IDN) »
Aku kasih akan orang yang mengasihi aku, dan barangsiapa yang mencahari aku dengan rajin, ia itu kelak akan mendapat aku.

Kidung Agung 8:2 (IDN) »
Niscaya kupimpin akan dikau, kuhantar akan dikau masuk ke dalam rumah ibuku, yang sudah mengajar aku; niscaya kuberi minum engkau air anggur bercampur rempah-rempah dan air buah delimaku.
Kidung Agung 3:4 (IDN) – Mengapa ayat ini berarti
Ayat ini menegaskan keinginan kuat pengantin untuk berpegang teguh pada kekasihnya dan tidak melepasnya sebelum mereka mencapai tempat yang aman dan penuh kasih. Dalam konteks Kidung Agung, kata-kata ini mencerminkan perjalanan iman yang penuh rindu akan kehadiran Allah melalui hubungan yang intim dengan pasangan hidup, serta simbol kasih Tuhan yang mengangkat kita ke hadirat-Nya. Ayat ini menegaskan tekad untuk menjaga janji persekutuan, meskipun ada perjalanan berat di depan.
konteks asli
Kidung Agung menguraikan kisah kasih antara pengantin pria dan pengantin wanita, sering dipahami sebagai gambaran hubungan antara umat Allah dan menuji-Nya. Pada bagian ini, tokoh pengantin pria berangkat dari kerumunan untuk menemukan kekasihnya, lalu secara figuratif disaat ia “memegang dia, tiada kulepaskan dia pergi” hingga mereka memasuki rumah ibunya—yaitu tempat keintiman dan perlindungan keluarga. Ungkapan “rumah ibuku” dan “bilik yang sudah memperanakkan daku” menekankan kedalaman ikatan serta pewartaan bahwa kasih sejati mengarah pada kediaman bersama dengan identitas yang terdefinisi secara jelas dalam komunitas keluarga dan pernikahan.
pesan utama
Ayat ini menekankan beberapa tema utama: keberanian mengikuti kasih meskipun perjalanan panjang; komitmen untuk menjaga dan melindungi hubungan; dan tujuan akhir menuju kedalaman keintiman yang lahir dari ikatan yang sah dan terikat pada komunitas keluarga. Dalam pengertian rohani, pengantin pria mewakili kerinduan Allah terhadap umat-Nya dan kedudukan-Nya sebagai pembawa kehadiran-Nya ke dalam rumah iman kita.
tema teologis terkait
silang rujukan yang relevan
Beberapa ayat pendukung yang dapat dipakai untuk memperdalam pemahaman tanpa menyalin teks penuh:
Penjelasan singkat tentang hubungannya: Efesus menekankan kasih yang mengorbankan diri demi pasangan dalam konteks Kristus dan gereja; Amsal menyorot keindahan hubungan pribadi; Yesaya menegaskan kasih Allah yang memelihara umat-Nya secara loyal—semua ini memperkaya makna Kidung Agung 3:4 sebagai gambaran kasih ilahi yang menuntun orang percaya menuju kedekatan dengan-Nya.
renungan penutup
Ayat ini mengajak kita merenungkan komitmen yang sehat dalam relasi dan iman. Seperti pengantin yang menempatkan kekasihnya sebagai pusat perjalanan, kita diajak menempatkan kasih Tuhan sebagai tujuan utama hidup kita. Perjalanan iman sering lewat jalan yang panjang, tetapi kehadiran Allah memberi makna dan kekuatan untuk tidak melepaskan-Nya. Biarkan rasa rindu akan keintiman dengan Tuhan membimbing setiap langkah kita ke dalam rumah kasih-Nya yang abadi.
catatan editorial
Kutipan langsung dari comentar publik domain yang relevan dapat dijumpai dalam tradisi penafsir seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke. Contoh ringkas: Henry menekankan pentingnya kasih yang tekun dan setia; Barnes menambahkan gambaran tentang kehadiran Tuhan dalam keintiman pernikahan; Clarke memperhatikan konteks puisi cinta yang menuntun pembaca pada pemahaman rohani tentang perjanjian. (Kutipan panjang penuh tidak disertakan di sini sesuai pedoman.)