Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Kidung Agung 2:1 Kidung Agung 2:2 Kidung Agung 2:3 Kidung Agung 2:4 Kidung Agung 2:5 Kidung Agung 2:6 Kidung Agung 2:7 Kidung Agung 2:8 Kidung Agung 2:9 Kidung Agung 2:10 Kidung Agung 2:11 Kidung Agung 2:12 Kidung Agung 2:13 Kidung Agung 2:14 Kidung Agung 2:15 Kidung Agung 2:16 Kidung Agung 2:17



Kidung Agung 2:16 (IDN) - “Kekasihku itu aku punya, dan akupun dia punya, yang menggembalakan di antara segala bunga bakung.”
Dalam konteks Kidung Agung, ayat ini menegaskan ikatan kasih antara mempelai wanita dan kekasihnya, dengan gambaran yang puitis tentang pemilikan dan keintiman hubungan. Ungkapan “menggembala di antara segala bunga bakung” menekankan perhatian, perlindungan, dan kehadiran kekasih yang setia di tengah-tengah keindahan alam. Ayat ini memantulkan tema kekudusan dan integritas hubungan, di mana cinta dipahami bukan sekadar perasaan tetapi komitmen yang menggerakkan tindakan.
Inti ayat ini adalah pernyataan mutualitas: kekasih dinyatakan sebagai milik si wanita dan sebaliknya, menunjukkan kesetiaan serta kedekatan pribadi. Frasa “menggembala di antara segala bunga bakung” memberi gambaran bahwa sang kekasih berperan seperti gembala yang memperhatikan dan melindungi kawanan di antara padang bunga—menyejajarkan kasih dengan peran kepemimpinan yang bertanggung jawab dan memperkaya makna keindahan hubungan suami-istri sesuai suasana puisi alkitabiah.
Ayat ini mengajak pasangan untuk merayakan dua hal: kesetiaan saling memiliki dan komitmen untuk saling menjaga. Dalam hidup berumah tangga, makna seperti “menggembala” berarti saling mendengar, berbagi tanggung jawab, dan membangun kepercayaan. Bagi pembaca yang melamarkan hubungan romantis dengan nilai-nilai rohani, ayat ini menegaskan bahwa kasih yang murni memuliakan Tuhan melalui kesetiaan, kesabaran, dan perhatian yang konsisten.
Hubungan dengan bagian lain
Beberapa bagian terkait menyoroti tema kepemilikan, setia, dan keindahan hubungan yang berpusat pada kasih. Misalnya:
Cross-references singkat
Penjelasan singkat untuk koneksi: ayat-ayat tersebut menyoroti bahwa hubungan yang diberkati Tuhan adalah hubungan yang penuh kedekatan, komitmen, dan persekutuan, bukan sekadar emosi sesaat. Kepekaan terhadap keutuhan hubungan tercermin dalam pernyataan mutualitas di Kidung Agung 2:16.
Rangkuman singkat
Ayat ini menegaskan kepemilikan timbal balik antara pasangan sebagai wujud komitmen dan kasih yang menjaga satu sama lain, sambil menegaskan keindahan hubungan melalui gambaran gembala yang menjaga di antara bunga-bunga bakung. Pesannya relevan bagi pembaca yang menghargai kesetiaan, perlindungan, dan kedalaman kasih dalam konteks pernikahan yang berlandaskan nilai-nilai rohani.
Bagian ini mengsusun pemahaman dari para penafsir publik domain akses publik seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke secara ringkas namun tetap menyatu dalam alur komentar: kasih itu mutual, peran gembala adalah metafora perlindungan, dan keindahan dunia ciptaan menjadi latar subjek hubungan yang kudus.
Quotations (paling relevan):
“Kekasihku itu aku punya, dan akupun dia punya” — sempurna mencerminkan ikatan dan kepemilikan yang saling menguatkan.