Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKidung Agung 7:10 Tafsiran ayat Alkitab
Kidung Agung 7:10 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwa aku ini kekasihku punya, dan akan daku adalah segala rindu hatinya.
Kidung Agung 7:10 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kidung Agung 7:10 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 45:11 (IDN) »
(45-12) Maka Raja kelak berkenan akan keelokanmu; sedang Ialah tuanmu maka tunduklah engkau menyembah dia.

Kidung Agung 6:3 (IDN) »
Bahwa kekasihku itu aku punya dan akupun kekasihku punya, yang menggembala di antara bunga bakung.

Kidung Agung 2:16 (IDN) »
Kekasihku itu aku punya, dan akupun dia punya, yang menggembala di antara segala bunga bakung.
Kidung Agung 7:10 (IDN) — “Bahwa aku ini kekasihku punya, dan akan daku adalah segala rindu hatinya.”
Inti interpretatif: Ayat ini menegaskan kedekatan pribadi dan penuh kepastian antara sang pengantin wanita dengan kekasihnya. Ia menyatakan kepemilikan eksklusif: sang kekasih adalah miliknya, dan hatinya sepenuhnya terpusat pada bayangan kasih yang dikehendaki. Dalam bahasa kiasan Kidung Agung, ini menggambarkan kasih yang menyeluruh, memengaruhi identitas, kehendak, dan arah hidup kedua pasangan.
konteks sastra
Bagian ini berada dalam rangkaian dialog yang intim antara dua kekasih. Ketika gaya bahasa puitis menyorot ekspresi rindu, ayat ini menegaskan ikatan yang tidak tergoyahkan. Ungkapan “kekasihku punya” menekankan kepemilikan mutlak dalam konteks kesetiaan: tidak ada penyatuan kecuali melalui komitmen yang saling menghormati. Dalam pola Kidung Agung, kasih diuji lewat kata-kata dan tindakan yang menguatkan ikatan hati.
Signifikansi teologis
Secara simbolik, Kidung Agung sering dipandang sebagai alegori kasih antara Allah dan umat-Nya, atau antara Kristus dan jemaat. Ayat ini menekankan aspek kepemilikan ilahi atas umat pilihan, sekaligus respons manusia yang penuh perasaan: rindu hati yang diarahkan kepada kekasih. Hal ini menyinggung tema kesetiaan, pengakuan identitas rohani, dan penyelarasan kasih dengan kehendak Allah.
hubungan dengan teologi lain
refleksi singkat
konteks lintas Alkitab
– Ayat ini beresonansi dengan tema kasih Allah kepada umat-Nya yang digambarkan seperti seorang pasangan yang saling mengikhlaskan diri. Cross-reference dengan ayat-ayat yang menegaskan kepemilikan Allah atas umat-Nya (mis. Ulangan 7:6; Rom 8:38-39) menekankan bahwa kasih ilahi bersifat permanen dan melekat kuat pada identitas kita.
kesimpulan singkat
Ayat ini menegaskan keseimbangan antara kepemilikan kasih dan respons hati manusia. Ketika kekasih menyatakan “aku punya kamu,” itu berarti panggilan untuk hidup dalam kesetiaan yang tidak tergoyahkan, sebuah keadaan di mana identitas rohani kita mengalir dari kasih yang tidak berubah.
Quotations from public-domain commentators: Jika ada kutipan singkat dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke yang relevan, mereka telah digunakan secara ringkas untuk menegaskan nuansa kepemilikan, kesetiaan, dan kasih yang abadi—tanpa menghabiskan atau mengulang teks asli secara utuh. Ringkasan ini berupaya menyatukan wawasan mereka dalam kerangka Indonesia bahasa sehari-hari, tanpa menambah tafsiran yang tidak berhingga.