Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKidung Agung 7:5 Tafsiran ayat Alkitab
Kidung Agung 7:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Kepala yang di atasmu itu seperti Karmel; anyaman rambutmu seperti warna ungu, seorang raja terjerat dengan ikal-ikal rambutmu.
Kidung Agung 7:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kidung Agung 7:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 35:2 (IDN) »
Ia itu akan berbunga-bunga, bahkan, berbunga-bunga dan bertepuk tari dan bertempik sorak bahwa segala kemuliaan Libanon sudah dikaruniakan kepadanya serta dengan keelokan Karmel dan Saron; mereka itu akan melihat kemuliaan Tuhan dan segala keindahan Allah kami.

Kidung Agung 4:1 (IDN) »
Bahwa sesungguhnya amat eloklah engkau, hai adinda! amat eloklah engkau! matamu seperti burung merpati di belakang layahmu dan tokong-tokong rambutmu itu seperti sekawan kambing yang makan rumput di bukit Gilead.

Wahyu 1:14 (IDN) »
Maka kepala-Nya dan rambut-Nya putih, seperti bulu domba yang putih, putihnya seperti salju; maka mata-Nya seperti nyala api;
Kidung Agung 7:5 (IDN) – Penjelasan singkat dalam konteksnya
Kidung Agung 7:5 mengangkat gambaran kemilau fisik kekasih dan kekuatan ikatan emosional antara mempelai laki-laki dan perempuan. Dalam konteks kitab Puji-pujian Kasih ini, bagian ini menyoroti keindahan kepala dan rambut kekasih sebagai lambang martabat, kemurnian, dan kebanggaan hubungan. Ayat ini berada dalam rangka pujian yang menegaskan kedekatan dan kekaguman pasangan terhadap satu sama lain serta keutuhan ikatan mereka di hadapan Allah.
Makna utama
Ayat ini menegaskan dua dimensi utama: kemuliaan fisik kekasih (kepala dan rambut) serta simbolisnya. Kepala yang “di atasmu itu seperti Karmel” memberi gambaran kekuatan dan kemegahan, seperti bukit Karmel yang dikenal luas karena keindahan alamnya. Rambut kekasih yang terikat dengan ikal-ikal berwarna ungu menandakan keanggunan, kemewahan, dan status istimewa—wanita itu adalah pribadi yang dihormati dan menarik di mata sang suami.
Tiga tema kunci
Ayat-ayat terkait (cross-references)
- Kidung Agung 4:1; 6:4-5: gambaran puisi tentang kekuatan daya tarik dan kemurnian pasangan.
- Amsal 31:10-12: gambaran wanita salehah sebagai harta yang dipuji suami, menekankan nilai peran istri.
Penjelasan singkat: Kidung Agung menekankan keindahan yang terhormat dan penuh kasih, sementara Amsal menyingkap kebijaksanaan praktis dalam pernikahan yang berlandaskan hormat dan saling menghargai.
Refleksi praktis
Ayat ini menggeser fokus dari sekadar pujian pada fisik menuju penghargaan atas martabat pasangan. Dalam konteks rumah tangga masa kini, kita diajak melihat keindahan sebagai bagian dari komitmen: perhatikan bagaimana kita menghargai satu sama lain, menjaga kemurnian hubungan, serta memupuk kelekatan batin melalui komunikasi yang penuh kasih dan kesetiaan. Kecantikan yang dipuji dalam teks ini bukan untuk pemujaan diri, melainkan untuk memperdalam kasih yang berpusat pada Tuhan.
Inti pesan dan penutup
Kidung Agung 7:5 merayakan keindahan pasangan sebagai anugerah Allah, dengan gambaran kemuliaan di kepala dan kemewahan rambut sebagai simbol kehormatan. Pesan utamanya ialah pernikahan yang dipenuhi kemuliaan, keanggunan, dan ikatan yang kokoh karena kasih dan komitmen di hadapan Allah. Pasangan dipanggil menghargai satu sama lain dengan segala keindahan yang diberikan Tuhan, sambil menjaga kesetiaan dan hormat dalam setiap langkah hubungan.