Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKidung Agung 7:4 Tafsiran ayat Alkitab
Kidung Agung 7:4 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Lehermu bagaikan menara gading, matamu bagaikan kolam yang di Hezbon dekat pintu Bat-Rabim; hidungmu bagaikan menara di Libanon, yang arah ke Damsyik.
Kidung Agung 7:4 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kidung Agung 7:4 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kidung Agung 4:4 (IDN) »
Lehermu seperti menara Daud, yang dibangunkan akan gedung senjata, perisai seribu buah adalah tergantung padanya, semuanya itu perisai orang pahlawan.

Kidung Agung 4:8 (IDN) »
Turunlah sertaku dari atas Libanon, hai tunanganku! turunlah sertaku dari atas Libanon; tinggalkanlah kemuncak Amana dan kemuncak Senir dan Hermon, yaitu tempat kediaman singa dan pegunungan tempat harimau.

Mazmur 144:12 (IDN) »
Supaya anak-anak laki-laki kami pada masa mudanya seperti pokok yang tumbuh dengan suburnya, dan anak-anak perempuan kami seumpama tiang penjuru yang terpahat akan perhiasan mahligai.
Kidung Agung 7:4 (IDN) - Konteks dan Makna
Ayat ini adalah bagian puisi yang mengangkat pesona fisik sang kekasih dengan bahasa kiasan yang kaya budaya. Kidung Agung menggambarkan keindahan fisik sebagai cerminan kemesraan dan kedalaman hubungan antara pasangan. Dalam konteks kitab ini, puisi sering menyoroti kekuatan tema kasih, keintiman, dan saling menghormati tanpa mengandung unsur moralistik ekonomi atau simbolisme berlebihan. Perhatikan bahwa gambar-gambar seperti menara gading, kolam di Hezbon, dan menara Libanon dipakai untuk menekankan keindahan yang luar biasa dan kemewahan diri kekasih, sehingga pembaca melihat betapa berharganya hubungan tersebut di mata penyair.
Tak utama: makna inti ayat
Ayat ini memuji keindahan leher, mata, dan hidung sang kekasih melalui gambaran arsitektural dan geografis yang megah. Secara figuratif, leher menggambarkan martabat dan keluwesan, mata menandakan pengamatan yang tajam dan fokus kasih, hidung menambah unsur kemegahan. Semua itu diarahkan untuk menyampaikan kedalaman perasaan dan daya tarik yang tidak dangkal. Dalam konteks Kidung Agung, keindahan fisik dipahami sebagai ekspresi kasih yang tulus, bukan sekadar penampakan luar.
Suatu tema kunci
Gagasan terkait: tema utama yang berulang
Beberapa bagian lain Kidung Agung juga menyoroti bagian tubuh pendamping sebagai cara mengucap kasih secara terapeutik dan intim. Gambaran semacam ini mengajak pembaca melihat bahwa kasih romantis bisa dinyatakan dengan keindahan secara holistic—bukan hanya fisik, tetapi juga keutamaan hati dan komitmen.
Ampunan pandangan para commentar publik domain
Beberapa penafsir klasik menekankan bahwa puisi ini mengundang kita melihat keindahan pasangan sebagai cerminan kemesraan dan kepuasan dalam hubungan pernikahan. Dari karya-karya yang terdahulu, kita bisa menangkap bagaimana deskripsi fisik dalam bahasa simbolik dipakai untuk menyatakan kemurnian, keintiman, dan kebajikan hubungan antarpasangan. Frasa-frasa seperti “menara gading” mengisyaratkan kehormatan dan kemegahan tanpa unsur mengejek, sedangkan gambaran geografis merendam puisi dalam ruang yang lebih luas tentang kekudusan kasih.
Rujukan silang singkat
– Ayat-ayat yang menyinggung keindahan fisik pasangan secara simbolik dalam Kidung Agung lainnya, misalnya penggambaran bagian tubuh yang dipuja dalam konteks kasih. Catatan: tidak menyalin teks ayat secara lengkap.
– Renungan tentang keindahan yang memancarkan martabat dan keyakinan hubungan: memperhatikan bagaimana puisi menempatkan nilai kasih pada objek, bukan sekadar kekaguman visual.
Perenungan praktis
Dalam kehidupan sehari-hari, ayat ini mengingatkan kita bahwa kasih sejati menghargai keunikan pasangan dan menempatkan keindahan sebagai bagian dari hubungan yang berdoa dan berkomitmen. Gunakan bahasa kasih yang membangun, hargai martabat satu sama lain, dan hindari penggunaan puisi ini sebagai alat untuk membuktikan superioritas. Keindahan fisik perlu disyukuri sebagai anugerah, sementara karakter dan kesetiaan lah yang memelihara hubungan jangka panjang.
Ringkasan singkat
Kidung Agung 7:4 menegaskan bahwa keindahan fisik kekasih dipresentasikan melalui gambaran megah yang menegaskan nilai kasih, martabat, dan kedalaman hubungan. Puisi ini mengajak kita melihat keindahan sebagai bahasa kasih yang menghormati satu sama lain, dengan latar keindahan geografis sebagai latar imajinatif yang memperkaya makna hubungan mereka.
Penjelasan singkat dari para komentator publik domain
Ringkasan catatan para komentator menyiratkan bahwa puisi ini menonjolkan kemegahan dan keterlibatan hati dalam kasih, tanpa memecah fokus pada sifat rohaniah hubungan yang lebih luas. Kutipan singkat dari para komentator menyebutkan bagaimana gambaran fisik dipakai untuk menampilkan nilai kasih yang murni dan intim.
Referensi silang tambahan
– Kidung Agung membahas keindahan sebagai bahasa kasih dalam konteks pernikahan. Penekanan pada saling menghormati dan memelihara keintiman menjadi pusat penghayatan.