Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKidung Agung 4:4 Tafsiran ayat Alkitab
Kidung Agung 4:4 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Lehermu seperti menara Daud, yang dibangunkan akan gedung senjata, perisai seribu buah adalah tergantung padanya, semuanya itu perisai orang pahlawan.
Kidung Agung 4:4 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kidung Agung 4:4 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kidung Agung 7:4 (IDN) »
Lehermu bagaikan menara gading, matamu bagaikan kolam yang di Hezbon dekat pintu Bat-Rabim; hidungmu bagaikan menara di Libanon, yang arah ke Damsyik.

Nehemia 3:19 (IDN) »
Dan pada sisinya adalah Ezar bin Yesua, penghulu Mizpa, membaiki dua kali ukurannya tentang tangga gedung senjata, yang pada penjuru itu.

2 Samuel 22:51 (IDN) »
Yang telah mengadakan kelepasan besar bagi raja-Nya dan berbuat kemurahan akan orang yang telah dilantik-Nya, yaitu akan Daud dan segala anak cucunya sampai selama-lamanya!
Kidung Agung 4:4 (IDN)
Ayat ini bagian dari nyanyian kasih yang menggambarkan keindahan kekasihnya dengan metafora militer dan arsitektur pertahanan yang menunjukkan kekuatan, keutuhan, dan perlindungan. Leher sang wanita disebutkan sebagai menara Daud; ini menekankan keanggunan, keteguhan, serta kemampuan memantapkan diri dan menjaga diri dalam menghadapi ancaman. Dalam konteks puisi kasih oriental, frasa frasa ini menegaskan bahwa keintiman, kemurnian, dan martabat sang kekasih memberikan rasa aman bagi pasangan serta komunitasnya.
Makna sentral
Kalimat ini menggambarkan keindahan fisik yang juga menyiratkan kekuatan karakter. Leher sebagai bagian tubuh yang kuat menyiratkan keteguhan, integritas, dan perlindungan. “Gedung senjata” dan “perisai seribu buah” adalah gambar pembangun dan pembela: kekudusan, kemurnian, dan kesiapan melindungi orang yang dicintai. Secara spiritual, ungkapan ini menekankan bahwa kemurnian hubungan dan martabat pribadi memberi landasan bagi keamanan emosional dan relasional.
Tema utama
Ayat terkait
Beberapa bagian yang sejalan dalam Kitab Simbolis ini memperlihatkan konsistensi tema perlindungan dan kemuliaan pasangan. Selain Kidung Agung 4:4, bisa dipertimbangkan referensi bertema kekuatan karakter dan perlindungan dalam konteks kasih antara pasangan, seperti:
Refleksi praktis
Ayat ini mengajak pembaca untuk memandang keindahan dan integritas sebagai dua sisi yang saling melengkapi dalam hubungan suami-istri. Kesiapan menjaga satu sama lain, menjaga kemurnian hubungan, dan mengusahakan keamanan emosional adalah bagian dari perwujudan kasih yang hidup dan nyata.
Hubungan Alkitabiah
Gagasan tentang perlindungan, kemurnian, dan keteguhan karakter sering muncul dalam gubahan puisi kasih di Kidung Agung. Pembaca diajak melihat bahwa kekuatan relasi tidak hanya ditentukan oleh kemewahan bahasa, tetapi juga oleh komitmen untuk melindungi dan menghormati pasangan.
Kesimpulan singkat
4:4 menegaskan bahwa keindahan yang beriringan dengan kekuatan karakter menghasilkan fondasi kasih yang kokoh. Leher sang kekasih sebagai simbol keteguhan menara dan perisai melambangkan bahwa hubungan yang benar memberikan keamanan, pemeliharaan, dan martabat bagi kedua pihak.