Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKidung Agung 4:11 Tafsiran ayat Alkitab
Kidung Agung 4:11 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bibirmu meniriskan titisan air madu, hai tunanganku! air lebah dan air susu adalah di bawah lidahmu, dan harum bau pakaianmu seperti harum bau Libanon.
Kidung Agung 4:11 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kidung Agung 4:11 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kidung Agung 5:1 (IDN) »
Bahwa aku sudah datang ke dalam tamanku; hai adinda, hai tunanganku! aku sudah memungut murku dan segala rempah-rempahku, aku sudah makan sarang lebahku serta dengan air madunya, aku sudah minum air anggurku dan air susuku. Hai segala taulan, hendaklah kamupun makan minum, hendaklah kamu mabuk birahi!

Kejadian 27:27 (IDN) »
Lalu datanglah ia hampir serta diciumnyalah akan bapanya; maka oleh Ishak dicium akan harum bau pakaiannya, lalu diberkatinyalah akan dia, katanya: Bahwa harum bau anakku ini seperti harum bau padang yang telah diberkati oleh Tuhan.

Kidung Agung 7:9 (IDN) »
dan langitan mulutmu seperti air anggur yang baik, yang memancar ke atas bagi kekasihku, dan mengalir perlahan-perlahan masuk bibir mulut orang tidur.
Kidung Agung 4:11 (IDN) — Mengintip Kedalaman Pujian Cinta
Ayat ini menegaskan keintiman kasih antara pengantin pria dan wanita dengan gambaran pemulasan dan manisnya kedekatan fisik maupun emosional yang tidak dinormalisasi secara vulgar, melainkan dipresentasikan sebagai ekspresi kemurnian dan keindahan hubungan yang diberkati. Bagi pembaca Kristen, ayat ini menyoroti bagaimana kasih suami-istri seharusnya dinyatakan dengan keterbukaan, saling menghormati, dan kebahagiaan yang bersumber pada hubungan yang berpusat pada Tuhan. Ayat ini juga mengingatkan bahwa keindahan fisik dan keharuman tidak berdiri sendiri, melainkan berhubungan dengan karakter dan kedalaman kasih yang tumbuh di antara pasangan.
konteks aslinya
Kidung Agung adalah serangkaian dialog puisi asmara antara seorang pria pengantin laki-laki dan seorang wanita pengantin perempuan. Dengan bahasa kiasan, karya ini merayakan ikatan pernikahan, keindahan fisik, serta komitmen yang berakar pada saling memberi[1]. Pasal 4 secara umum menggambarkan kekaguman sang suami terhadap istrinya dan sebaliknya, menonjolkan kesucian, kepercayaan, serta kemurnian relasi yang dialaskan pada kasih setia.
pesan utama ayat 4:11
Gambaran “titisan air madu” dan “air lebah serta air susu” menggambarkan kebaikan yang mengalir dari keintiman pasangan. Dalam tradisi bahasa, madu melambangkan manisnya persatuan, sementara susu menandai kelimpahan pemeliharaan dan kenyamanan. Pakaian yang harum seperti Libanon menguatkan nuansa kemewahan, keindahan, dan kesegaran rohani yang tumbuh melalui hubungan yang setia dan hangat. Pesan utama adalah bahwa kasih suami-istri adalah suatu pemberian yang diberkati Tuhan, harus dipelihara dalam kemurnian, saling menghormati, dan kehangatan batin yang memancar dari hubungan yang berlandaskan komitmen.
tema dan tema pendamping
cross-references singkat
Beberapa ayat pendukung yang membantu memperdalam makna:
catatan sumber tafsir (pendek)
Para penafsir publik domain lama menyampaikan bahwa gambaran keindahan hubungan adalah citra kemurnian dan kebahagiaan dalam pernikahan. Mereka menekankan bahwa bahasa alkitabiah dalam Kidung Agung sering memakai metafora yang menegaskan kedekatan dan komitmen, bukannya sekadar sensualitas kosong. Ringkasan pandangan tradisional ini menolong pembaca memegang keseimbangan antara kekudusan dan keindahan kasih.
penutupan devosi
Ayat ini mengajak kita menilai kasih sebagai suatu karya yang hidup dalam praktik: saling memberi, menghargai, dan merawat satu sama lain. Doa praktis: mintalah terang Roh Kudus agar kasih Anda berlandaskan kesetiaan, kejujuran, dan pelayanan satu sama lain. Semakin dalam hubungan kita mengejar keintiman yang diberkati Tuhan, semakin kuat pula warna rohani yang terpancar dalam keluarga dan komunitas kita.
catatan kaki singkat tentang kutipan dari tafsir kuno
Beberapa bagian disebutkan menyimpulkan pola pujian yang serupa dalam karya para penafsir publik domain lama seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke. Keterangan khusus yang dapat disampaikan: pernyataan ringkas yang umum dipakai adalah bahwa gaya romantis dalam Kidung Agung menekankan keindahan kasih yang sehat, tidak sekadar hal-hal fisik semata, melainkan cara kasih itu hidup dalam kesetiaan dan kebaikan satu sama lain.
Referensi silang: Kidung Agung 2:16; Kejadian 2:25; Kidung Agung 7:9.
Catatan penting: Kutipan langsung dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke hanya akan disertakan bila tersedia secara eksplisit dalam karya-karya publik domain. Dalam konteks ini, tidak ada kutipan panjang yang disertakan; framing ringkas di atas merangkum nuansa tafsir mereka secara umum.