Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKidung Agung 4:13 Tafsiran ayat Alkitab
Kidung Agung 4:13 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Segala pucukmu seperti taman penuh dengan pokok delima dan pelbagai buah-buah yang indah-indah, pokok kurma dan narwastu,
Kidung Agung 4:13 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kidung Agung 4:13 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kidung Agung 1:14 (IDN) »
Kekasihku itu bagiku akan bunga kurma setandan di dalam kebun anggur Enjedi.

Pengkhotbah 2:5 (IDN) »
Dan sudah kubuat akan diriku beberapa kebun dan taman, dalamnya telah kutanam beberapa macam pokok yang berbagai-bagai buahnya.

Kidung Agung 6:11 (IDN) »
Bahwa aku sudah turun ke taman pokok pala, hendak melihat hijau-hijauan di lembah, hendak melihat kalau pokok anggur sudah bertunas, kalau pokok delima sudah berkuntum.
Kidung Agung 4:13 dalam Perspektif Kontekstual
Ayat ini adalah bagian dari dialog kasih antara pengantin pria dan pengantin wanita dalam Kidung Agung. Gambaran kebun buah yang dipenuhi tanaman delima, buah-buah indah, pokok kurma, dan narwastu melambangkan kemegahan, kesuburan, dan keindahan yang dimiliki pasangan pengantin. Dalam konteks syair alkitabiah ini, puji-pujian terhadap fasilitas dan kekayaan kebun melambangkan keintiman, kemesraan, dan anugerah hidup berkelimpahan di dalam hubungan yang dikehendaki Allah.
Frasa ini menekankan kepenuhan, kemewahan, dan kesejatian keindahan hubungan. Pengantin wanita digambarkan sebagai taman yang dipenuhi, penuh dengan buah delima dan buah-buah yang indah, serta pokok-pokok kurma dan narwastu. Gambaran kebun yang terawat merangkum unsur kedamaian, kesetiaan, dan kelimpahan berkat persekutuan yang intim dengan pasangan dan Allah yang mengatur semua karya-Nya.
Beberapa bagian lain Kidung Agung menekankan juga keamanan, keindahan, dan kedekatan pasangan: contohnya deskripsi taman-taman, kebun, dan tanaman buah yang melambangkan perasaan kasih yang mendalam. Hubungkan juga dengan metafora kebun di bagian awal kitab ini yang menonjolkan keintiman sebagai tujuan relasi manusia dengan Tuhan dan sesama.
Ayat ini mengundang kita untuk melihat hubungan kita—apakah kita merawat, menghasrati keindahan kasih, dan menjaga kelanggengan keharmonisan? Dalam kehidupan sehari-hari, perhatikan bagaimana kasih, kesabaran, dan komitmen membangun “kebun” yang selalu subur: saling menghormati, berkomunikasi terbuka, dan bersyukur pada Allah atas perekat yang mempersatukan keluarga.
Sebagian tafsir Positif mengakui bahwa gambar kebun menandakan kemesraan, kesetiaan, dan kelimpahan yang dihasilkan dari hubungan yang dirawat dengan kasih. Beberapa komentar kuno menyoroti bahwa keindahan buah-buah melambangkan buah-buah roh dan kualitas hidup yang lahir dari hubungan yang berpusat pada kasih Ilahi.
– Kidung Agung 2:3 menggambarkan rasa aman seperti buah-buah yang matang di kebun cinta pasangan. – Mak 10:9 menekankan kehormatan pernikahan sebagai hubungan yang tidak boleh diputuskan Yang berkatilah. – Ams. 3:18 menyatakan kebijakan kebijaksanaan sebagai pohon kehidupan bagi mereka yang menaatinya.
Renungkan: apa arti kebun Tuhan dalam kehidupan Anda? Bagaimana kita merawat kasih, melindungi hati, dan membagikan anugerah-Nya melalui hubungan kita dengan pasangan, keluarga, dan komunitas gereja?
Catatan singkat dari sumber tafsir kuno: Bagian ini sering dipakai untuk menekankan keindahan hubungan pernikahan sebagai gambaran kasih Allah kepada umat-Nya, dengan fokus pada kemesraan, keutuhan, dan kelimpahan yang tumbuh dari hubungan yang disertai pengabdian.
Inti: ayat ini mengajak membaca kebun kasih sebagai simbol kelimpahan hidup berkelimpahan dalam konteks intimitas, perawatan, dan pengokohan hubungan yang setia di bawah penyelenggaraan Tuhan.
Penutup ringkas: Kebun yang digambarkan adalah gambaran relasi yang subur, penuh buah-buah yang indah, karena kasih dan komitmen yang dirawat bersama oleh pasangan dan dihadirkan oleh Tuhan sebagai sumber berkat bagi semua pihak yang hidup di dalamnya.