Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Pengkhotbah 2:1 Pengkhotbah 2:2 Pengkhotbah 2:3 Pengkhotbah 2:4 Pengkhotbah 2:5 Pengkhotbah 2:6 Pengkhotbah 2:7 Pengkhotbah 2:8 Pengkhotbah 2:9 Pengkhotbah 2:10 Pengkhotbah 2:11 Pengkhotbah 2:12 Pengkhotbah 2:13 Pengkhotbah 2:14 Pengkhotbah 2:15 Pengkhotbah 2:16 Pengkhotbah 2:17 Pengkhotbah 2:18 Pengkhotbah 2:19 Pengkhotbah 2:20 Pengkhotbah 2:21 Pengkhotbah 2:22 Pengkhotbah 2:23 Pengkhotbah 2:24 Pengkhotbah 2:25 Pengkhotbah 2:26



Pengkhotbah 2:5 (IDN) — "Dan sudah kubuat akan diriku beberapa kebun dan taman, dalamnya telah kutanam beberapa macam pokok yang berbagai-bagai buahnya."
Dalam konteks bujuk syahwat kebahagiaan duniawi, Pengkhotbah 2 mengungkap upaya pelaku untuk mencari kepuasan melalui karya, kepemilikan, dan proyek-proyek besar. Ayat ini menggambarkan bagian dari pola tersebut: Salomo membangun kebun, taman, dan menanam berbagai jenis pohon buah. Ini menunjukkan upaya manusia untuk menciptakan kenyamanan dan kemewahan dalam hidupnya, sebagai bagian dari pencarian arti dan sukacita.
Makna utama ayat
Ayat ini menegaskan tindakan tindakan nyata yang dilakukan Salomo: investasi dalam alam kebun dan hortikultura sebagai simbol dominion manusia atas alam, serta upaya mendapatkan kepuasan melalui produksi dan hasil yang terlihat. Secara rohani, tindakan ini mengundang pembaca untuk memikirkan sumber kepuasan: apakah berasal dari kerja keras dan prestasi duniawi, atau dari hubungan dengan Tuhan yang memberi arti sejati pada segala usaha?
Tema-tema kunci
Cross-reference singkat
Penjelasan singkat atas silangannya: ayat-ayat Pengkhotbah menekankan batasan dari kepuasan yang diperoleh melalui usaha duniawi. Meskipun kebun dan taman menggambarkan kemahiran manusia, kitab ini mendorong pembaca untuk melihat ke sumber yang lebih tetap—yakni relasi dengan Tuhan dan makna yang Dia berikan atas pekerjaan kita.
Refleksi praktis
Bagaimana kita merespons upaya mencipta kesejahteraan melalui karya dan kepemilikan? Pertanyaan kunci: Apakah tujuan utama kita adalah keamanan materi, atau kita mengarahkan usaha kita kepada tujuan yang lebih dalam di hadapan Tuhan? Kita dapat menilai diri dengan cara sederhana: apakah pekerjaan dan harta kita menambah kedamaian batin dan memperdalam iman, atau justru mengikat kita pada kepuasan sesaat?
Ikatan dengan kitab suci lain
Dalam Kebijaksanaan hidup, ayat-ayat ini sejalan dengan pandangan Pengkhotbah bahwa banyak hal duniawi bersifat sementara. Murid-murid Kristus menasihatkan agar kita menumpukan harapan pada Allah yang tidak berubah, sehingga karya kita di bumi menghasilkan buah yang kekal dalam kasih-Nya.
Rangkuman singkat: Ayat Pengkhotbah 2:5 menggambarkan Salomo yang menata kebun dan taman sebagai simbol usaha manusia untuk mencipta kenyamanan. Namun, kitab ini mengajak pembaca melihat batin yang lebih dalam: sumber kepuasan sejati berada pada hubungan dengan Tuhan, bukan pada hasil karya semata. Khotbah mengingatkan kita untuk menimbang arti hidup dengan bingkai kebijaksanaan dan ketergantungan kepada Allah.
Quotations from other commentators (ringkas): Matthew Henry menekankan bahwa kemewahan duniawi dapat menipu, tetapi kebahagiaan sejati ada dalam kehadiran Tuhan; Albert Barnes menyarankan agar pekerjaan kita dinilai melalui dampaknya terhadap rohani dan moral, bukan semata-mata ukuran materi; Adam Clarke menyoroti bahwa segala usaha manusia tetap fana tanpa tujuan ilahi yang kekal. (Catatan: kutipan panjang penuh tidak disertakan di sini; kutipan ringkas dari tiga komentator dapat ditemukan dalam karya-karya publik-domain mereka.)