Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKidung Agung 6:2 Tafsiran ayat Alkitab
Kidung Agung 6:2 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwa kekasihku sudah pergi ke tamannya, ke petak-petak pokok yang harum baunya, hendak berjalan-jalan dalam taman itu sambil memungut bunga bakung.
Kidung Agung 6:2 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kidung Agung 6:2 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kidung Agung 5:13 (IDN) »
Pipinya seperti petak pokok rempah-rempah, bagaikan bukit yang harum baunya, bibirnya bagaikan bunga bakung, yang bertitik-titik minyak mur.

Kidung Agung 1:7 (IDN) »
Katakanlah kepadaku, hai kekasih hatiku! di mana engkau menggembala, di mana engkau memperhentikan kawan domba pada tengah hari, karena mengapa gerangan aku mengembara kelak dengan kawan-kawan domba segala taulanmu?

Kidung Agung 6:2 (IDN) — Makna dan Pemahaman
Inti ayat ini adalah gambaran kobaran rindu antara kekasih dan kekasihnya, yang telah pergi ke tempat peristirian di kebun yang harum. Kekasih yang pergi sedang berjalan di antara tamannya, mengambil bunga bakung sebagai simbol keindahan dan kemurnian hubungan mereka. Ayat ini menegaskan saling menguasai kedekatan cinta: meskipun fisiknya tidak berada di samping, hubungan batin tetap hidup melalui keinginan bersama untuk menikmati keindahan yang telah dipersembahkan Allah dalam ciptaan-Nya.
Latar Kontekstual
Kidung Agung adalah puisi persiapan dan pernikahan yang menggambarkan kasih antara pasangan kekasih. Bab 6 menceritakan kegairahan dan keindahan hubungan suami-istri, dengan nuansa ketaatan kepada kehendak Allah melalui keindahan keutuhan martabat perkawinan. Dalam konteks ini, gambaran “tamannya” adalah tempat perlindungan, kedamaian, dan kebahagiaan yang ditemukan pasangan dalam ikatan mereka. Memungut bunga bakung menambah citarasa simbolik kesucian, keharuman, dan kemurnian hubungan yang dijalin.
Pemaknaan Istimewa dan Observasi
Pelajaran Utama
Perbandingan silang (kutipan singkat dari tokoh commentar publik-domain)
Matthew Henry menekankan bahwa cinta yang terpelihara merayakan hubungan yang diberkati dalam rencana Tuhan, sementara Adam Clarke menyinggung bahwa “kebun” menggambarkan perlindungan ilahi atas kasih, yang tetap harum karena kedekatan yang dijaga. Catatan-catatan ini memperkaya gambaran Kidung Agung sebagai nyanyian tentang keintiman yang diberkati Allah. (Hasil para penafsir publik-domain: ringkasan konsep; tidak menampilkan kutipan panjang penuh di sini.)
Rujukan silang yang relevan
Tafsiran praktis singkat
Rawat hubungan dengan empati dan keintiman moral: hargai keindahan pasangan, jaga kemurnian kasih, dan rayakan pertemuan kembali setelah masa-masa jarak. Doa dan syukur kepada Allah membantu menjaga aroma kebahagiaan rumah tangga.
Inti makna ayat ini adalah dorongan agar pasangan menghargai keindahan, menjaga kemurnian, dan merayakan kedekatan dalam rencana Allah bagi kasih suami-istri.