Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Kidung Agung 1:1 Kidung Agung 1:2 Kidung Agung 1:3 Kidung Agung 1:4 Kidung Agung 1:5 Kidung Agung 1:6 Kidung Agung 1:7 Kidung Agung 1:8 Kidung Agung 1:9 Kidung Agung 1:10 Kidung Agung 1:11 Kidung Agung 1:12 Kidung Agung 1:13 Kidung Agung 1:14 Kidung Agung 1:15 Kidung Agung 1:16 Kidung Agung 1:17



Makna, konteks, dan tafsiran Kidung Agung 1:7
Pekabaran ayat ini adalah seruan seorang kekasih yang bertanya kepada pasangannya tentang tempatnya menggembalakan domba dan beristirahat di tengah hari. Inti maknanya adalah rindu akan kehadiran sang kekasih dan kepercayaan bahwa kasih itu menuntun pada tempat yang aman dan penuh perhatian. Ayat ini menampilkan nuansa keintiman, kepercayaan, dan pengharapan bahwa hubungan kasih sejalan dengan tata tertib kerja yang teratur di ladang.
Konteks Alkitabiah
Kidung Agung adalah kitab puisi kasih yang menonjolkan keindahan persatuan antara dua tokoh—penggembala (kekasih) dan ratu/pasangan (kekasih). Dalam bagian ini, dialog dilakukan dalam suasana sehari-hari: pekerjaan merawat kambing dan menggembalakan domba. Baris ini mengekspresikan keinginan untuk tidak merasa ditinggalkan ketika sang kekasih bekerja, tetapi ingin ikut serta atau setidaknya mendapatkan perhatian saat ia melanjutkan tugas di lapangan. Narasi ini menekankan hubungan personal yang bersifat saling memperhatikan, bukan sekadar romantis, melainkan hidup bersama dalam kedekatan yang membentuk komunitas sederhana antara pasangan suami-istri dan pekerjaan mereka.
Observasi tafsiran
Rangkaian tema utama
Ayat terkait dengan makna serupa
Beberapa bagian lain Kidung Agung menekankan keintiman, kepercayaan, dan kehadiran pasangan dalam hidup sehari-hari. Misalnya, bagian yang menyoroti bagaimana kekasih merindu kehadiran pasangannya dalam perjalanan dan pekerjaan, maupun bagaimana kasih menuntun satu sama lain ke dalam tempat yang aman. Hubungan ini menunjukkan bahwa kasih bukan hanya perasaan, melainkan komitmen untuk saling menjaga dalam semua aktivitas.
Penjelasan praktis yang relevan
Cross-references singkat dan hubungannya
1) Kidung Agung 2:7 – ajakan agar tidak tergoyahkan dalam kasih, menggarisbawahi komitmen yang tidak tergoyahkan ketika keadaan berubah.
2) Amsal 27:7 – peringatan bahwa kasih yang mantap memberi kepuasan, meski keadaan terasa berat; kehadiran pasangan menjadi penopang.
3) Matius 19:5–6 – prinsip kesatuan yang tak terpisahkan dalam hubungan, mengingatkan bahwa dua menjadi satu; kebersamaan dalam konteks hidup bersama.
Inti pesan di balik kata-kata kekasih adalah: kasih sejati menuntun kita untuk tetap bersama dalam setiap pekerjaan, menjaga satu sama lain, dan meneguhkan kehadiran satu sama lain sebagai bagian integral dari hidup bersama.