Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Kidung Agung 1:1 Kidung Agung 1:2 Kidung Agung 1:3 Kidung Agung 1:4 Kidung Agung 1:5 Kidung Agung 1:6 Kidung Agung 1:7 Kidung Agung 1:8 Kidung Agung 1:9 Kidung Agung 1:10 Kidung Agung 1:11 Kidung Agung 1:12 Kidung Agung 1:13 Kidung Agung 1:14 Kidung Agung 1:15 Kidung Agung 1:16 Kidung Agung 1:17



Kidung Agung 1:10 dalam Bahasa Indonesia (IDN)
Ayat ini muncul dalam bagian yang menggambarkan daya tarik dan penghormatan yang saling membahagiakan antara pengantin laki-laki dan perempuan. Dalam gaya puisi yang romantis, pengantin perempuan menerima pujian atas kecantikan dan kemilaunya, sementara pengantin laki-laki menekankan nilai dan harga dirinya melalui hadiah-hadiah yang memuliakan sang kekasih. Pesan inti adalah tentang cara hubungan antara pasangan diperkaya oleh perhatian, keindahan, dan pemuliaan satu sama lain.
Ayat dalam konteks pasal
Kidung Agung 1 secara umum menampilkan dialog antara pengantin perempuan dan laki-laki, dengan nuansa romantik yang sarat simbolis. Ayat 10 menonjolkan balasan sang kekasih terhadap pujian perempuan atas pesonanya, di mana ia menyatakan bahwa pipinya dinilai cantik karena dipasangi utas mutiara dan lehernya dihias kalung merjan. Gaya bahasa arkais menggarisbawahi nilai simbolik hiasan itu sebagai tanda kasih dan perhatian.
Hikmah utama
Perbandingan alkitabiah
Beberapa bagian lain Kidung Agung menonjolkan tema kecantikan, kehormatan, dan perhiasan sebagai gambaran kasih. Peristiwa-peristiwa ini paralel dengan ajakan untuk memuliakan pasangan secara rohani melalui perhatian, ketulusan, dan komitmen. Misalnya, ayat-ayat yang menggambarkan pasangan saling menasihati, memperhatikan kebutuhan satu sama lain, dan merayakan kehadiran satu sama lain dalam konteks iman.
Cross-references: - Amsal 31:30 menekankan bahwa pesona adalah dusta dan keindahan sia-sia, tetapi wanita saleh dipuji karena takut akan Tuhan; ini mengingatkan bahwa kualitas batin lebih penting daripada atribut fisik semata. - Efesus 5:25-28 menyoroti kasih suami kepada istri sebagai pengorbanan seperti Kristus kepada jemaat; maknanya memberi perhatian dan menghargai pasangan sebagai bagian dari hubungan kudus. - 1 Petrus 3:3-4 menasihati agar tidak mengukur kecantikan dengan perhiasan luar, melainkan dengan manusia batin yang lemah lembut dan tenteram.
Soal penerapan praktis
Ayat ini menuntun pasangan untuk memelihara hubungan melalui tindakan nyata: saling menghargai, memberi perhatian, dan menghias kehidupan mereka dengan hal-hal yang mendalam—komunikasi yang penuh kasih, dukungan dalam keadaan sulit, serta merayakan momen-momen kecil sebagai ungkapan kasih. Nilai simbolis pada utas mutiara dan kalung merjan mengingatkan kita bahwa perhiasan bisa menjadi metafora untuk kualitas yang dikerahkan: kebijaksanaan, kesabaran, dan kesetiaan.
Ringkasan inti
Kidung Agung 1:10 menegaskan bahwa hubungan yang diperkaya oleh pengakuan, perhatian, dan perhiasan simbolis menjadi wujud kasih yang menghormati satu sama lain. Nilai batin dan kemunafikan luar tidak menentukan, melainkan kualitas kasih yang memuliakan pasangan dalam konteks iman dan komitmen bersama.