Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Pengkhotbah 2:1 Pengkhotbah 2:2 Pengkhotbah 2:3 Pengkhotbah 2:4 Pengkhotbah 2:5 Pengkhotbah 2:6 Pengkhotbah 2:7 Pengkhotbah 2:8 Pengkhotbah 2:9 Pengkhotbah 2:10 Pengkhotbah 2:11 Pengkhotbah 2:12 Pengkhotbah 2:13 Pengkhotbah 2:14 Pengkhotbah 2:15 Pengkhotbah 2:16 Pengkhotbah 2:17 Pengkhotbah 2:18 Pengkhotbah 2:19 Pengkhotbah 2:20 Pengkhotbah 2:21 Pengkhotbah 2:22 Pengkhotbah 2:23 Pengkhotbah 2:24 Pengkhotbah 2:25 Pengkhotbah 2:26



Pengkhotbah 2:20 (IDN)
Imam pengkhotbah menyatakan perubahan hati yang terjadi seketika setelah menyadari kefanaan pekerjaan manusia di bawah langit. Ayat ini menekankan kekecewaan yang mendorong seseorang untuk mengundurkan harapannya sendiri, karena semua usaha dan tujuan manusia tidak luput dari kefanaan duniawi.
Setting segera ayat
Dalam Pengkhotbah pasal 2, Pengkhotbah mengeksplorasi pencarian makna melalui kenikmatan, kerja keras, kekayaan, dan kecukupan dunia. Pada akhirnya ia mengaku bahwa semua pekerjaan yang dilakukannya berasal dari usaha manusia di bawah matahari, dan hal itu tidak memberi kepuasan abadi. Ayat ini menyatakan reaksi putus asa yang muncul ketika ia menilai hasil-hasil itu secara terbatas pada eksistensi duniawi.
Apa yang revealing tentang Allah dan iman
Ayah iman menantang pembaca untuk melihat bahwa kehadiran Allah melampaui perasaan putus asa manusia. Ketika karya tangan manusia diperiksa tanpa arah ilahi, hasil akhirnya terasa hambar. Namun dalam konteks kitab Pengkhotbah, pesan yang lebih dalam adalah ajakan menuju kearifan yang berfokus pada takut akan Allah (Amsal-jenis tema) dan penerimaan makna abadi yang hanya ditemukan dalam hubungan dengan-Nya. Ayat ini menuntun kita untuk tidak mengandalkan kepuasan yang tersedia di bawah langit semata, melainkan mengarahkan pandangan ke tujuan yang lebih tinggi.
Kata kunci dan gambaran penting
Ayat silang yang relevan
Beberapa bagian lain dalam Kitab Pengkhotbah dan Alkitab memberi konteks seputar tema ini:
Penjelasan singkat: Ayat silang menekankan bahwa narasi Pengkhotbah mengajak pembaca untuk memandang dari perspektif ilahi—bukan sekadar evaluasi duniawi—dan menjaga iman pada Allah bahkan ketika kekecewaan muncul karena kefanaan dunia.
Aplikasi untuk masa kini
Doktrin kefanaan pekerjaan manusia tidak berarti menolak kerja keras, melainkan menempatkan pekerjaan itu dalam konteks yang benar. Kita diajak untuk tidak membangun identitas kita pada prestasi semata, melainkan pada hubungan dengan Allah dan tujuan-Nya yang lebih tinggi. Ketika kita merasa putus harapan karena hasil usaha tidak memenuhi harapan duniawi, kita dapat menahan diri dari putus asa total dengan mengingat bahwa kemuliaan sejati ditemukan dalam persekutuan dengan Tuhan dan dalam menjalankan kehendak-Nya secara setia.
Quotations (kapan ada): Tidak ada kutipan langsung dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke yang relevan persis dengan bait ini dalam bentuk kalimat panjang yang bisa dicantumkan ulang. Ringkasannya dipadukan secara sintetis dari pendekatan umum para komentator publik domain yang menekankan kefanaan duniawi dan ajakan pada orientasi ilahi.