Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Kejadian 1 Kejadian 2 Kejadian 3 Kejadian 4 Kejadian 5 Kejadian 6 Kejadian 7 Kejadian 8 Kejadian 9 Kejadian 10 Kejadian 11 Kejadian 12 Kejadian 13 Kejadian 14 Kejadian 15 Kejadian 16 Kejadian 17 Kejadian 18 Kejadian 19 Kejadian 20 Kejadian 21 Kejadian 22 Kejadian 23 Kejadian 24 Kejadian 25 Kejadian 26 Kejadian 27 Kejadian 28 Kejadian 29 Kejadian 30 Kejadian 31 Kejadian 32 Kejadian 33 Kejadian 34 Kejadian 35 Kejadian 36 Kejadian 37 Kejadian 38 Kejadian 39 Kejadian 40 Kejadian 41 Kejadian 42 Kejadian 43 Kejadian 44 Kejadian 45 Kejadian 46 Kejadian 47 Kejadian 48 Kejadian 49 Kejadian 50Verse
Kejadian 43:1 Kejadian 43:2 Kejadian 43:3 Kejadian 43:4 Kejadian 43:5 Kejadian 43:6 Kejadian 43:7 Kejadian 43:8 Kejadian 43:9 Kejadian 43:10 Kejadian 43:11 Kejadian 43:12 Kejadian 43:13 Kejadian 43:14 Kejadian 43:15 Kejadian 43:16 Kejadian 43:17 Kejadian 43:18 Kejadian 43:19 Kejadian 43:20 Kejadian 43:21 Kejadian 43:22 Kejadian 43:23 Kejadian 43:24 Kejadian 43:25 Kejadian 43:26 Kejadian 43:27 Kejadian 43:28 Kejadian 43:29 Kejadian 43:30 Kejadian 43:31 Kejadian 43:32 Kejadian 43:33 Kejadian 43:34



Kej 43:14: Doa agar kasihan Allah Mahakuasa mengaruniakan belas kasih
Latar belakang konteks: Sejak pertemuan pertama di Mesir, Yosef menempatkan saudara-saudaranya dalam ujian ketidakpastian untuk menguji motivasi mereka dan menjaga Benyamin. Pada saat-saat krisis kelaparan dan kebutuhan keluarga, Yakub menimbang pilihan sulit antara menjaga keselamatan semua anaknya dan kepatuhan terhadap janji yang ia buat kepada Yusuf sebelum ia hilang. Ayat ini muncul sebagai pernyataan harapan bahwa Allah sendiri turut bekerja dalam rencana keluarga Yakub, memberikan peluang bagi mereka untuk bertemu dengan Yusuf dan akhirnya membangun kembali hubungan keluarga.
Interpretasi singkat:
Arah pemahaman teologis: Ayat ini menyoroti bagaimana rencana Allah beroperasi melalui tindakan manusia, doa, serta keputusan berani yang diambil oleh Yakub dan Yusuf. Allah memakai kejadian sehari-hari—kebingungan, rasa takut, dan harapan—untuk mencatatkan pemulihan dalam keluarga yang terpecah karena persaingan, kejahatan, dan kelaluan manusia.
Cross-references (singkat):
Penafsiran praktis singkat: Dalam masa-masa krisis keluarga atau tekanan hidup, kita didorong untuk berdoa dengan keyakinan bahwa Allah berkuasa mengarahkan jalan keluar. Kita juga diajak mempercayai bahwa belas kasihan-Nya berjalan lewat tindakan nyata—keputusan yang bijaksana, integritas, dan upaya menjaga kesejahteraan orang-orang terkasih.
Gagasan inti untuk renungan: Allah bekerja lewat doa dan keputusan manusia untuk memulihkan apa yang rusak. Kepercayaan kepada Allah Mahakuasa memberi harapan bahwa bahkan situasi tersulit bisa berakhir dengan kasih karunia dan pemulihan keluarga.
Quotations from public-domain commentators (disalin hanya jika ada): Dalam pembacaan Matthewa Henry, Barnes, dan Clarke yang relevan, fokusnya adalah pada kedaulatan Ilahi dan peran doa dalam menghadapi krisis keluarga; pernyataan spesifik akan dicantumkan jika ada kutipan eksplisit yang relevan.
Penutup: Ayat ini menguatkan tema utama Kitab Kejadian tentang pemeliharaan Allah atas bangsa-Nya melalui jalur manusia yang sering bengkok. Doa Yakub menegaskan harapan bahwa Allah Mahakuasa sanggup mengubah arah nasib keluarga menjadi pemulihan dan keselamatan.