Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKidung Agung 4:2 Tafsiran ayat Alkitab
Kidung Agung 4:2 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Gigimu seperti sekawan anak domba yang baharu digunting bulunya, lalu naik dari dalam tempat pebasuhan, semuanya berkembar, tiada yang kurang timbalannya.
Kidung Agung 4:2 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kidung Agung 4:2 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kidung Agung 6:6 (IDN) »
Gigimu bagaikan sekawan kambing domba yang baharu naik dari dalam tempat pebasuhan, semuanya berkembar, tiada yang kurang timbalannya.

Keluaran 23:26 (IDN) »
Dalam negerimu tiada akan ada orang yang gugur anaknya atau yang mandul, maka Aku akan menggenapkan bilangan segala harimu.

Ulangan 7:13 (IDN) »
Maka dikasihi-Nya akan kamu kelak dan diberkati-Nya akan kamu dan diperbanyakkan-Nya kamu, dan diberkati-Nya akan buah rahimmu dan akan hasil bendangmu, akan gandum dan air anggur dan minyakmu dan akan kandungan lembumu dan akan kawan-kawan dombamu dalam negeri yang telah dijanji-Nya kepada nenek moyangmu pakai sumpah hendak dikaruniakan-Nya kepadamu.
Kidung Agung 4:2 (IDN) — Analisis Singkat
Bagian ini menggambarkan keindahan dan kesatuan dalam hubungan, melalui gambaran gigi yang rapi dan bulu yang baru digunting. Pengenaan bahasa puitis menekankan kemurnian dan kesucian pasangan yang ditegaskan sang penulis, menyiratkan kasih yang terjaga dalam pernikahan dengan kekuatan komunitas dan kebersamaan.
1) Inti ayat dalam konteks pasal
Dalam Kidung Agung pasal 4, pasal ini melukiskan kekaguman pengantin pria terhadap garis-garis fisik dan kesempurnaan pasangannya. Gigi yang “sekawan anak domba yang baharu digunting bulunya” menekankan kebersihan, kesehatan, dan terpelihara dengan rapi; gambaran bulu yang baru mencerminkan pemulihan dan kemurnian. Makna simboliknya menyoroti kemurnian, kemudahan hidup bersama, serta kemampuan rumah tangga untuk teratur dan terpelihara.
2) Tema utama dan pelajaran rohani
Inti rohaninya adalah penghargaan terhadap kesetiaan dan kemurnian dalam hubungan kasih. Keindahan fisik menjadi cermin kedalaman kasih, saling menghormati, dan komitmen untuk menjaga tiap aspek kehidupan bersama. Ayat ini juga mengandung nuansa perawatan dan tanggung jawab satu sama lain dalam pernikahan yang diberkati oleh keintiman spiritual.
3) Perubahan pandangan melalui silang referensi
Beberapa perikop lain menyoroti keindahan pernikahan serta kebersihan hubungan, seperti:
Penekanan di sini adalah pada keseimbangan antara keindahan fisik, kebersihan hidup, dan komitmen rohani dalam hubungan yang taat kepada Tuhan.
4) Aplikasi praktis untuk pembaca
Untuk pelaku keluarga, ayat ini mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan hidup, saling menjaga perasaan, dan merawat hubungan dengan penuh perhatian. Dalam konteks modern, hal ini berarti:
5) Ringkasan tematik
Ayat ini menonjolkan kemurnian, perawatan, dan keindahan dalam ikatan pernikahan. Gambaran fisik yang teratur menjadi simbol kedalaman kasih yang dibangun atas komitmen rohani kepada Tuhan dan pasangan.
6) Referensi silang singkat
Beberapa rujukan yang relevan membantu memperkaya makna:
Catatan: tidak menampilkan kutipan lengkap, tetapi mengaitkan gagasan serupa.
7) Kutipan singkat dari tokoh teolog publik-domain (jika ada)
Beberapa comentarist publik-domain menyoroti gagasan kemurnian dan kesetiaan dalam hubungan suami-istri; kutipan lengkap tidak selalu tersedia untuk setiap bagian ayat, namun arah pemikiran mereka konsisten dengan prinsip kehormatan, kasih, dan pemeliharaan rumah tangga.
Penuntun singkat: ayat ini menggerakkan kita untuk memandang pernikahan sebagai persekutuan yang dimurnikan melalui kasih, kebersihan hidup, dan komitmen iman. Keserasian antara fisik dan spiritual diuraikan sebagai dasar kemitraan yang tahan uji waktu.