Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKidung Agung 4:14 Tafsiran ayat Alkitab
Kidung Agung 4:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
narwastu dan kumkuma, deringu dan kayu manis serta dengan segala pokok kemenyan dan mur dan cendana dan segala jenis rempah-rempah yang terutama.
Kidung Agung 4:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kidung Agung 4:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Keluaran 30:23 (IDN) »
Maka hendaklah engkau mengambil rempah-rempah yang terutama, yaitu mur yang cair lima ratus bahagian dan kayu manis yang wangi separuhnya, yaitu dua ratus lima puluh bahagian, dan deringu yang wangipun dua ratus lima puluh bahagian

Kidung Agung 4:6 (IDN) »
Bahwa aku hendak pergi ke gunung mur dan ke bukit kemenyan sampai hari mulai sejuk dan bayang-bayangpun lenyap.

Kidung Agung 3:6 (IDN) »
Siapa gerangan dia, yang datang naik dari padang belantara bagaikan tiang asap, terukup dengan mur dan kemenyan, dan bau segala jenis rempah yang indah-indah?
Kidung Agung 4:14 dalam bahasa Indonesia IDN
Ayat ini menonjolkan kekayaan imajinasi romantis Kidung Agung melalui daftar rempah dan bahan harum. Apa makna dasarnya bagi pembaca sekarang? Di balik unsur eksotisnya, ayat ini menegaskan kemewahan dan kedalaman hubungan antara mempelai pria dan wanita sebagai gambaran kasih yang tulus, berakar pada bahasa altar dan kemesraan perjamuan pernikahan. Ayat ini juga menyoroti kepedulian simbolik terhadap aroma yang menenangkan, memperindah suasana, dan menegaskan bahwa kasih tumbuh di dalam persekutuan yang diberkati oleh keintiman batin maupun fisik yang terhormat.
Konteks asli
Kidung Agung merupakan puisi romantis yang merayakan kasih antara pengantin laki-laki dan perempuan. Pasal ini menggambarkan keindahan fisik, keintiman emosional, serta komitmen yang menyertai ikatan pernikahan. Ayat 14 muncul sebagai bagian dari gambaran harum-haruman yang melambangkan kemesraan, persekutuan yang menyenangkan, dan kemuliaan hubungan suami-istri. Daftar rempah dan wangi mengilustrasikan bagaimana pasangan saling menyemarakkan satu sama lain dengan kehadiran yang menyejukkan dan memperkaya kehidupan bersama.
Inti ayat ini adalah suasana intim yang diberkahi dengan keindahan wangi-wangian. Rempah-rempah seperti narwastu, kumkuma, kayu manis, kemenyan, mur, dan cendana melambangkan kemewahan, kedalaman, serta kolaborasi indra yang memperdalam hubungan. Dalam konteks pernikahan rohani, semua unsur ini menggambarkan bagaimana kasih sejati membawa kedamaian, kehangatan, dan dorongan untuk saling melayani dalam keintiman yang murni.
Beberapa rujukan silang yang relevan secara tematik, tanpa menyalin teks ayat secara penuh:
Kunci praktisnya adalah merayakan kehadiran satu sama lain dengan empati, hormat, dan kemurahan hati. Seperti wewangian yang memperluas kehadiran, pasangan dipanggil untuk menambah kehangatan rumah tangga melalui kata-kata yang membangun, tindakan yang penuh kasih, serta komitmen untuk saling menuntun kepada kebaikan. Renungkan bagaimana Anda dapat menebarkan “aroma kasih” di lingkungan sekitar Anda—di keluarga, teman, dan komunitas gereja—sebagai bagian dari hidup beriman.
Beberapa ahli tafsir Perjanjian Lama melihat bagian ini sebagai simbol kemegahan dan kesucian keintiman pasangan. Tokoh-tokoh seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa unsur wangi-wangian menggambarkan kemewahan, keindahan, dan kedalaman kasih yang menghiasi pernikahan. Mereka menekankan bahwa bagian ini menyoroti penghormatan, imaji keintiman yang suci, dan suasana perjamuan kasih yang menautkan hubungan manusia dengan kehadiran ilahi melalui makna kasih tulus.
Ketika kita memperhatikan deretan rempah dan wangi dalam ayat ini, kita diingatkan bahwa kasih yang benar tidak sekadar kertas nikah, melainkan hidup yang berlanjut dalam persekutuan penuh hormat dan keanggunan. Semoga kita menumbuhkan kehadiran yang harum di sekitar kita, sebagaimana pengantin mempersembahkan diri untuk saling melayani dengan kemurnian hati.
Quotations: "Matthew Henry" dan "Albert Barnes" serta "Adam Clarke" kemungkinan muncul dalam literatur publik domain; jika ada kutipan tepat dari mereka, akan disebutkan secara ringkas di bagian catatan tafsiran di atas.