Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKidung Agung 4:3 Tafsiran ayat Alkitab
Kidung Agung 4:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bibirmu seperti benang kirmizi, bunyi suaramu merdu, pipimu seperti buah delima separuh di belakang tudungmu.
Kidung Agung 4:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kidung Agung 4:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kidung Agung 5:16 (IDN) »
Langitan mulutnya semata-mata manisan dan segala sesuatu yang padanya itu keinginan belaka. Demikianlah peri kekasihku, demikianlah peri sobatku, hai segala puteri Yeruzalem!

Yosua 2:18 (IDN) »
melainkan apabila kami sudah masuk ke dalam negeri, hendaklah engkau mengikat tali ini, yang dipintal dari pada benang kirmizi, pada tingkap yang telah kami diulurkan dari padanya, dan hendaklah engkau menghimpunkan ibu bapamu dan saudaramu laki-laki dan perempuan dan segala orang isi rumah bapamu kepadamu dalam rumah ini.

Kidung Agung 4:3 (IDN): Pesona dan Privasi Kasih
Inti interpretationis pada ayat ini menyoroti keindahan dan keutuhan hubungan kasih antara mempelai wanita dan pasangannya melalui gambaran tubuh yang berperan simbolis. Ayat ini menegaskan bagaimana kekuatan daya tarik batin dan keakraban emosional terpola melalui unsur estetika—benang kirmizi yang merujuk pada keindahan, suaramu yang merdu menunjukkan kedalaman karakter, dan pipimu seperti buah delima yang tertutup rapat di balik tudung, menandai keanggunan sekaligus kemesraan yang terpelihara.
Context sastra dan makna tegasnya
Ayat ini berada dalam rangkaian puisi pengakuan kasih yang penuh dengan metafora tubuh dan keintiman. Tahanan hijau-kuning dari kata-kata memberi kesan bahwa hubungan antarmanusia dalam puisi ini ditandai oleh keheningan yang menahan diri sehingga keindahan terasa lebih tajam. Benang kirmizi sebagai unsur visual menekankan kehangatan dan tekad, suara yang merdu menandakan komunikasi yang penuh perhatian, sedangkan buah delima separuh di belakang tudung menggambarkan kehalusan dan kemurnian estetika yang terjaga.
Signifikansi teologis
Dalam konteks kitab-kitab Algum, gambaran fisik sering dipakai untuk menyingkap kedalaman kasih. Hewan pengganti atau simbol lainnya kerap menunjukkan peran relasi manusia dalam menyatakan komitmen dan keintiman. Di sini, ketertarikan fisik dipresentasikan dalam kerangka saling menghormati dan kehormatan pribadi. Walau dialog ini bersifat romantis, ia juga mengarahkan pembaca kepada kesetiaan dan kemurnian hubungan yang diberkati Tuhan.
Keterkaitan dengan bagian lain Alkitab
Riset singkat tentang tafsiran terdahulu (ringkas)
Para penafsir lama menekankan bahwa Kidung Agung menempatkan kasih sebagai hal yang sungguh-sungguh dihormati; bagian ini menyoroti keindahan wajah dan suara yang memantul dari kedalaman karakter. Beberapa catatan menafsirkan “benang kirmizi” sebagai lambang kemewahan atau darah perjanjian cinta, sementara “buah delima separuh” menandakan keinginan yang terikat oleh batasan kehormatan. Kutipan pendek berikut dapat membantu konteks:
"Benang kirmizi" melambangkan kehangatan dan keintiman; "suara merdu" menandakan keprihatinan dan perhatian; "buah delima separuh" menandakan kemurnian yang terpelihara dalam tutup rahasia hubungan.
Pertanyaan refleksi
Kesimpulan singkat
Ayat ini menegaskan bahwa daya tarik sejati tercipta melalui gabungan keindahan exterior–yang memikat mata–dan bahasa yang menenangkan hati. Namun, bagi pembaca iman, fokus utama bukan hanya pesona fisik, melainkan keutuhan hubungan yang dibingkai oleh hormat, kemurnian, dan komitmen di hadapan Tuhan. Kidung Agung mengundang kita melihat kasih sebagai karya kreatif yang memuliakan Tuhan ketika dipelihara dengan kebijakan dan kehormatan.
Cross-reference singkat
Beberapa rujukan yang relevan: ayat-ayat yang menyorot penghormatan terhadap pasangan dan pemuliaan kasih dalam pandangan keluarga; Amsal berbicara tentang kehormatan dan tematik keluhuran; Efesus 5 meninjau hubungan suami-istri dalam terang kasih Kristus. Penafsir terdahulu memberi nuansa tentang bagaimana keindahan fisik dipakai untuk menegaskan komitmen rohani dan sosial dalam komunitas umat beriman.