Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKidung Agung 4:15 Tafsiran ayat Alkitab
Kidung Agung 4:15 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Hai pancaran air segala taman, hai mata air hidup, yang mengalir dari atas Libanon!
Kidung Agung 4:15 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kidung Agung 4:15 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yohanes 4:10 (IDN) »
Maka jawab Yesus serta berkata kepadanya, "Jikalau engkau mengetahui akan anugerah Allah dan akan siapa yang berkata kepadamu, Aku minta minum, tak dapat tiada engkau pun sudah meminta kepada-Nya, maka sudahlah Ia memberi air yang hidup kepadamu."

Yohanes 7:38 (IDN) »
Barangsiapa yang percaya akan Daku, seperti yang tersebut di dalam Alkitab, dari dalamnya itu akan mengalir beberapa sungai air hidup."

Yeremia 2:13 (IDN) »
Karena oleh umat-Ku itu sudah dibuat jahat dua lapis, yaitu ditinggalkannya akan Daku, pancaran air yang hidup, dan dipahatkannya akan dirinya palungan, yaitu palungan yang retak dan yang tiada dapat muat air.
Kidung Agung 4:15 (IDN) – “Hai pancaran air segala taman, hai mata air hidup, yang mengalir dari atas Libanon!”
Setting segera: Ayat ini muncul dalam syair kasih antara suami istri, menggambarkan keindahan ciptaan Tuhan yang memantulkan kedekatan dan kemurnian hubungan. Dalam konteks kitab Kidung Agung, kata-kata ini menonjolkan bagaimana pasangan saling merawat dan memuji, dengan gambaran alam sebagai cermin dari kasih yang hidup dan mengalir.
Apa yang dimaksud teks ini tentang Allah atau iman
Frasa pancaran air segala taman dan mata air hidup menunjukkan gambaran ilahi tentang pemeliharaan dan kehidupan yang berasal dari Tuhan. Dalam tradisi Alkitabiah, aliran air melambangkan berkat, pembaruan, dan kehendak Tuhan yang membebaskan serta memuaskan jiwa. Ungkapan ini menegaskan bahwa sumber kehidupan rohani bagi umat percaya adalah Allah sendiri—bukan kekayaan duniawi maupun kesenangan semata. Dalam konteks pernikahan, gambaran air hidup juga menyinggung hubungan antara umat dengan Tuhan sebagai sumber hidup yang selalu memancar ketika iman dan ketaatan berjalan beriringan.
Kata dan gambaran penting yang perlu dipahami
Cross-references yang relevan (ringkas tanpa kutipan panjang)
- Yeremia 2:13: umat tidak lagi menemukan sumur hidup ketika mereka meninggalkan Tuhan; melambangkan kehilangan sumber hidup rohani.
- Yohanes 4:14: Yesus menawarkan air hidup yang tidak pernah membuat haus lagi; menjiwai pengharapan bahwa hubungan dengan-Nya memuat hidup abadi.
- Zakharia 14:8: sungai yang mengairi Yerusalem pada hari pembebasan, melambangkan pemenuhan janji Tuhan melalui aliran hidup ilahi.
Penjelasan singkat untuk pembaca masa kini
Ayat ini mengingatkan kita bahwa kehidupan rohani yang sejati datang dari sumber yang tak pernah surut: Tuhan sendiri. Dalam kehidupan pernikahan maupun iman pribadi, gambaran air hidup menekankan kebutuhan akan pembaruan rutin melalui Firman-Nya dan kehadiran-Nya. Ketika kita menempatkan Tuhan sebagai sumber utama, kita menerima kepuasan rohani yang mengalir, memperbarui hubungan dengan sesama, dan memberi dampak yang menenangkan bagi lingkungan.
Praktik iman yang relevan hari ini
Rangkuman: Ayat ini menegaskan bahwa sumber kehidupan batin adalah Allah. Melalui hubungan dengan-Nya, hidup kita menjadi segar, penuh harapan, dan berkelimpahan—seperti aliran air yang tidak pernah berhenti mengairi kebun Tuhan.
Catatan sumber klasik: Dalam karya para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, tema ini sering dipakai untuk menekankan kehadiran dan pemeliharaan Tuhan sebagai sumber kehidupan rohani serta hubungan yang memantulkan kemurnian kasih. Poin-poin utama di atas merangkum pendekatan mereka secara ringkas dan relevan dengan pembacaan modern.