Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Nehemia 3:1 Nehemia 3:2 Nehemia 3:3 Nehemia 3:4 Nehemia 3:5 Nehemia 3:6 Nehemia 3:7 Nehemia 3:8 Nehemia 3:9 Nehemia 3:10 Nehemia 3:11 Nehemia 3:12 Nehemia 3:13 Nehemia 3:14 Nehemia 3:15 Nehemia 3:16 Nehemia 3:17 Nehemia 3:18 Nehemia 3:19 Nehemia 3:20 Nehemia 3:21 Nehemia 3:22 Nehemia 3:23 Nehemia 3:24 Nehemia 3:25 Nehemia 3:26 Nehemia 3:27 Nehemia 3:28 Nehemia 3:29 Nehemia 3:30 Nehemia 3:31 Nehemia 3:32



Nehemia 3:19 (IDN) — Setting dan makna singkat
Ayat ini berada dalam jambatan kerja membangun kembali tembok Yerusalem di masa Nehemia. Pasalnya, Biduan Mizpa, Ezar bin Yesua, adalah salah satu pemuka yang bertugas membangun bagian tangga gedung senjata di sisi penjuru. Ayat ini menyoroti semangat bekerja sama dan tanggung jawab di antara para tukang repairing, di mana setiap prajurit, pemuka, dan tukang kayu berkontribusi sesuai bagiannya.
Apa yang diajarkan teks ini tentang Allah dan iman
Teks menunjukkan iman kepada Allah yang memimpin umat dalam pekerjaan yang sulit. Pelaksanaan pekerjaan membangun tembok memerlukan disiplin, urutan, dan komitmen setiap orang. Tuhan yang memelihara umat menempatkan pemimpin-pemimpin tertentu pada tempatnya, sehingga kemajuan proyek tidak bergantung pada satu orang, melainkan pada kerja sama komunitas yang mengikuti arah ilahi.
Istilah penting dan gambaran kunci
Cross-references singkat
Penjelasan singkat: Hubungan antara iman dan kerja nyata terlihat jelas di sini; Allah memanggil pemuka-pemuka untuk memobilisasi keahlian, memberi landasan bagi kemajuan tanpa mengabaikan keadilan dalam setiap detail teknis.
Implikasi bagi kita saat ini
Situasi Nehemia mengingatkan kita bahwa pemulihan suatu komunitas tidak hanya soal retorika, tetapi juga tindakan nyata. Setiap orang memiliki bagian dan tanggung jawab untuk membangun “tembok” di sekitar hidup rohani kita—komunitas gereja, pekerjaan, atau keluarga. Ketekunan, perencanaan yang rapi, dan kerjasama lintas peran adalah kunci kemajuan. Doa bersama memuliakan Tuhan ketika kita menempatkan diri pada posisi yang tepat untuk melayani sesama.
Kutipan singkat para komentator klasik (tanpa kutipan panjang): Matthew Henry menekankan pentingnya bekerja dalam iman dan kasih persaudaraan; Albert Barnes menyoroti peran pemimpin dalam menata pekerjaan; Adam Clarke menegaskan bahwa kerja nyata adalah bagian dari ibadah kepada Allah ketika dilakukan dengan integritas. (Tidak ada kutipan lengkap yang disertakan di bagian ini.)