Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKidung Agung 7:7 Tafsiran ayat Alkitab
Kidung Agung 7:7 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Lembagamu boleh diumpamakan dengan pokok kurma dan susumu dengan tandan buah-buah.
Kidung Agung 7:7 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kidung Agung 7:7 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kidung Agung 4:5 (IDN) »
Kedua belah susumu seperti anak kijang yang kembar, yang mencahari makan di antara segala bunga bakung.

Mazmur 92:12 (IDN) »
(92-13) Bahwa orang yang benar itu akan bertumuh seperti pokok kurma, dan iapun akan bertunas seperti pohon araz di atas Libanon.

Makna Langsung Kidung Agung 7:7
Ayat ini menyatakan bahwa keberadaan lembaga dan kesan kemegahan pasangan suami-istri dapat digambarkan secara analogis seperti sebatang pokok kurma yang batangnya kokoh dengan tandan buah yang melimpah. Intinya adalah kemilikan buah kemesraan, keharmonisan, dan kemakmuran dalam ikatan pernikahan yang dinamis dan berkelimpahan.
Latar belakang kontekstual
Kidung Agung menampilkan dialog romantis antara suami istri, dengan bahasa puitis yang kaya simbol. Pada konteks ini, kurma melambangkan kelimpahan, kehangatan, dan keintiman yang tumbuh dari kedekatan fisik maupun batin. Gaya puisi mengajak pembaca melihat bagaimana hubungan yang terjaga dengan kedekatan emosional dan godaan dunia luar bisa menjadi seperti pohon kurma yang anggun menghasilkan buah berlimpah.
Observasi interpretatif
Catatan interpretatif singkat
Para ahli tafsir lama melihat ayat ini menyoroti kemewahan dan kepenuhan kehidupan rumah tangga yang dihasilkan dari kedekatan dan saling menghormati. Ayat ini tidak menonjolkan unsur seksual semata, melainkan gambaran harmonis antara dua pihak yang saling melengkapi dalam kasih yang bersifat produktif dan membangun.
Garis besar tema
Referensi lintas yang relevan
- Kutipan hubungan intim yang sehat dan penuh kasih dalam konteks pernikahan dalam kitab lain menunjukkan pentingnya keintiman yang dihormati.
- Ayat-ayat yang menegaskan kesejahteraan keluarga berakar pada kedalaman kasih (contoh tema di kitab Amsal tentang perbedaan antara godaan dan kebijaksanaan, serta bait-bait tentang kesetiaan).
- Gambaran kemuliaan hubungan suami-istri sebagai kebersamaan yang diberkati Tuhan juga muncul dalam bagian lain Kidung Agung.
Pengaitan praktis
Bagian ini mengajak pembaca untuk menilai bagaimana hubungan rumah tangga dapat menghasilkan damai sejahtera dan buah kasih jika ditempuh dengan saling menghormati, kejujuran, dan komitmen. Buah yang melimpah adalah tanda kesehatan hubungan, bukan hanya kemewahan lahiriah.
Penutup dengan pemahaman terarah
Ayat ini menegaskan bahwa kedekatan yang dibangun atas kasih, kepercayaan, dan respek menghasilkan kelimpahan—bukan hanya bagi pasangan, tetapi juga bagi keluarga dan komunitas sekitar. Penekanan pada metafora kurma dan tandan buah menekankan keindahan hubungan yang tumbuh subur dari keintiman yang bertanggung jawab.
Cuplikan singkat dari para komentator termahsyur (tanpa kutipan panjang)
Secara ringkas, interpretasi para penafsir berpendapat bahwa ayat ini menekankan kedewasaan hubungan pernikahan yang berbuah dalam kasih yang setia dan kemakmuran rumah tangga, bukan sekadar simbol fisik semata.